sudahlah mbak. bocor halus, tak perlu diladeni.
At 02:50 PM 1/11/2008 -0800, you wrote: >Bagaimana dengan Aceh ...... diobrak-abrik tsunami? dilaknat Allah? > >Patricia > >sFe wrote: > > Desa Yang Musnah di Daerah Dieng > > Oleh : Abu Tilmidz > > Kisah ini sudah lama, tetapi banyak yang belum mengetahuinya. Kisah ini > hendaknya menjadi ibroh (Pelajaran), bahwa apabila suatu daerah > bermaksiat semua, bisa jadi Allah akan mengazabnya secara langsung. > > �gApakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa Dia akan > menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu > bergoncang?�h (QS Al Mulk 67: 16). > > Dukuh Legetang adalah sebuah daerah di lembah pegunungan Dieng, sekitar > 2 km ke utara dari kompleks pariwisata Dieng Kabupaten Banjarnegara. > Dahulunya masyarakat dukuh Legetang adalah petani-petani yang sukses > sehingga kaya. Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan > pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak > panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan > juga lebih dari yang lain. Namun barangkali ini merupakan > �gistidraj�h (disesatkan Allah dengan cara diberi rizqi yang banyak > dan orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan). > > Masyarakat dukuh Legetang umumnya ahli maksiat dan bukan ahli > bersyukur. Perjudian disana merajalela, begitu pula minum-minuman keras > (yang sangat cocok untuk daerah dingin). Tiap malam mereka mengadakan > pentas Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari > perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan). Anak yang kawin sama > ibunya dan beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh Legetang. > > Pada suatu malam turun hujan yang lebat dan masyarakat Legetang sedang > tenggelam dalam kemaksiatan. Tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar > suara �gbuum�h, seperti suara benda yang teramat berat berjatuhan. > Pagi harinya masyarakat disekitar dukuh Legetang yang penasaran dengan > suara yang amat keras itu menyaksikan bahwa Gunung Pengamun-amun sudah > terbelah (bahasa jawanya: tompal), dan belahannya itu ditimbunkan ke > dukuh Legetang. > > Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah itu bukan hanya rata dengan > tanah, tetapi menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit. > Seluruh penduduknya mati. Gegerlah kawasan dieng�c Seandainya gunung > Pengamun-amun sekedar longsor, maka longsoran itu hanya akan menimpa > dibawahnya. Akan tetapi kejadian ini bukan longsornya gunung. > > Antara dukuh Legetang dan gunung Pengamun-amun terdapat sungai dan > jurang, yang sampai sekarang masih ada. Jadi kesimpulannya, potongan > gunung itu terangkat dan jatuh menimpa dukuh Legetang. Siapa yang mampu > mengangkat separo gunung itu kalau bukan Allah Tabaroka wata�fala? > > Kini diatas bukit bekas dukuh Legetang dibuat tugu peringatan. Ditugu > tersebut ditulis dengan plat logam: > > �gTUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH LEGETANG > SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA SEBAGAI AKIBAT LONGSORNJA GUNUNG > PENGAMUN-AMUN PADA TG. 16/17-4-1955�� > > Allah Maha Besar. > > Jika Anda dari daerah Dieng menuju ke arah (bekas) dukuh Legatang maka > akan melewati sebuah desa bernama Pakisan. Sepanjang jalan itu Anda > mungkin akan heran melihat wanita-wanitanya banyak yang memakai jilbab > panjang dan atau cadar. Memang sejak dulu masyarakat Pakisan itu > masyarakat yang agamis, bertolak belakang dengan dukuh Legetang, tetangga > desanya yang penuh dengan kemaksiatan. > > Ketika kajian triwulan Forum Komunikasi Ahlussunnah wal Jamaah > Kabupaten Banjarnegara bertempat di Pakisan, maka masyarakat Pakisan > berduyun-duyun ke masjid untuk mendengarkan kajian dari Ustadz Muhammad > Umar As Sewed. Ya, hampir semua masyarakat Pakisan aktif mengikuti kajian. > > Wallahu a�flam bish shawab. > > Send instant messages to your online friends > <http://uk.messenger>http://uk.messenger .yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > >Send instant messages to your online friends ><http://au.messenger.yahoo.com>http://au.messenger.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed]

