Ujian sama azab koq gak ada bedanya ya....! Yang masuk RS jiwa di aceh amit-amit deh, antriannya panjang! Mungkin lagi ujian peran kali ya, kayak madness test gitu lho....! Ujiannya terlalu bocor..., salah planning.....akhirnya melenceng jadi azab....! Mungkin lagi Tuhan sama malaikat-malaikat gak pernah rakor kali.....!
Patricia sFe wrote: > iya bude patricia, ladeni saja si bocor besar ustad murtad, > phillo cs! mereka itu bocor yang tidak dapat di tambal lagi lho, termasuk pag > nugroho dan medi (sepertinya :)) ). > tsunami memang ujian dari Allah, tapi belum musnah, masih ditinggalkan oleh > Allah manusia2 yang akan menceritakan dan jadi saksi atas peristiwa yang > terjadi, sebagai contoh untuk manusia2 yang lainnya di dunia ini, bahwa kalau > Allah berkehandak, maka menghancurkan dunia ini dalam hitungan detik bukan > hal sulit bagi-Nya. Allahuakbar! > kalau Allah memerikan bencana kepada manusia ada beberapa pelajaran > (hikmah) yang mesti diperhatikan, bagi orang2 yang berakal dan berotak > ditambah berfikir, tapi kalau orang2 tidak berakal, berfikir apalagi berotak, > tentu tidak dapat melihat hikmah dibalik sebuah peristiwa. > musibah/bencana bisa menjadi peringatan, cobaan dan azab Allah, atas > kelalaian dan keingkaran manusia terhadap nikmat Allah. > kalau orang2 yang bocor besar, termasuk bude patricia dan opa nugroho dan > pakde medi, mana dapat melihat ini darika camata hikmah, wong bocornya > terlalu BESAR hahahahahahahhaha. > sFe > Nugroho Dewanto < [EMAIL PROTECTED] tempo.co. id > wrote: > sudahlah mbak.. > bocor halus, tak perlu diladeni. > At 02:50 PM 1/11/2008 -0800, you wrote: >>Bagaimana dengan Aceh ...... diobrak-abrik tsunami? dilaknat Allah? >> >>Patricia >> >>sFe wrote: >> > Desa Yang Musnah di Daerah Dieng >> > Oleh : Abu Tilmidz >> > Kisah ini sudah lama, tetapi banyak yang belum mengetahuinya. Kisah ini >> hendaknya menjadi ibroh (Pelajaran), bahwa apabila suatu daerah >> bermaksiat semua, bisa jadi Allah akan mengazabnya secara langsung. >> > �gApakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa Dia akan >> menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu >> bergoncang?�h (QS Al Mulk 67: 16). >> > Dukuh Legetang adalah sebuah daerah di lembah pegunungan Dieng, sekitar >> 2 km ke utara dari kompleks pariwisata Dieng Kabupaten Banjarnegara. >> Dahulunya masyarakat dukuh Legetang adalah petani-petani yang sukses >> sehingga kaya. Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan >> pertanian menghiasi dukuh Legetang.. Misalnya apabila di daerah lain tidak >> panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan >> juga lebih dari yang lain.. Namun barangkali ini merupakan >> �gistidraj�h (disesatkan Allah dengan cara diberi rizqi yang banyak >> dan orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan). >> > Masyarakat dukuh Legetang umumnya ahli maksiat dan bukan ahli >> bersyukur. Perjudian disana merajalela, begitu pula minum-minuman keras >> (yang sangat cocok untuk daerah dingin). Tiap malam mereka mengadakan >> pentas Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari >> perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan). Anak yang kawin sama >> ibunya dan beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh >> Legetang. >> > Pada suatu malam turun hujan yang lebat dan masyarakat Legetang sedang >> tenggelam dalam kemaksiatan. Tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar >> suara �gbuum�h, seperti suara benda yang teramat berat berjatuhan. >> Pagi harinya masyarakat disekitar dukuh Legetang yang penasaran dengan >> suara yang amat keras itu menyaksikan bahwa Gunung Pengamun-amun sudah >> terbelah (bahasa jawanya: tompal), dan belahannya itu ditimbunkan ke >> dukuh Legetang. >> > Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah itu bukan hanya rata dengan >> tanah, tetapi menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit. >> Seluruh penduduknya mati. Gegerlah kawasan dieng�c Seandainya gunung >> Pengamun-amun sekedar longsor, maka longsoran itu hanya akan menimpa >> dibawahnya. Akan tetapi kejadian ini bukan longsornya gunung. >> > Antara dukuh Legetang dan gunung Pengamun-amun terdapat sungai dan >> jurang, yang sampai sekarang masih ada. Jadi kesimpulannya, potongan >> gunung itu terangkat dan jatuh menimpa dukuh Legetang. Siapa yang mampu >> mengangkat separo gunung itu kalau bukan Allah Tabaroka wata�fala? >> > Kini diatas bukit bekas dukuh Legetang dibuat tugu peringatan. Ditugu >> tersebut ditulis dengan plat logam: >> > �gTUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH LEGETANG >> SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA SEBAGAI AKIBAT LONGSORNJA GUNUNG >> PENGAMUN-AMUN PADA TG. 16/17-4-1955�� >> > Allah Maha Besar. >> > Jika Anda dari daerah Dieng menuju ke arah (bekas) dukuh Legatang maka >> akan melewati sebuah desa bernama Pakisan. Sepanjang jalan itu Anda >> mungkin akan heran melihat wanita-wanitanya banyak yang memakai jilbab >> panjang dan atau cadar. Memang sejak dulu masyarakat Pakisan itu >> masyarakat yang agamis, bertolak belakang dengan dukuh Legetang, tetangga >> desanya yang penuh dengan kemaksiatan. >> > Ketika kajian triwulan Forum Komunikasi Ahlussunnah wal Jamaah >> Kabupaten Banjarnegara bertempat di Pakisan, maka masyarakat Pakisan >> berduyun-duyun ke masjid untuk mendengarkan kajian dari Ustadz Muhammad >> Umar As Sewed. Ya, hampir semua masyarakat Pakisan aktif mengikuti kajian. >> > Wallahu a�flam bish shawab. >> > Send instant messages to your online friends >> < http://uk.messenger > http://uk.messenger .yahoo.com >> > [Non-text portions of this message have been removed] >> > >> >>Send instant messages to your online friends >>< http://au.messenger .yahoo.com > http://au.messenger .yahoo.com >> >> > [Non-text portions of this message have been removed] > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com > [Non-text portions of this message have been removed] > Send instant messages to your online friends http://au..messenger.yahoo.com

