iya bude patricia, ladeni saja si bocor besar ustad murtad, phillo cs! mereka
itu bocor yang tidak dapat di tambal lagi lho, termasuk pag nugroho dan medi
(sepertinya :)) ).
tsunami memang ujian dari Allah, tapi belum musnah, masih ditinggalkan oleh
Allah manusia2 yang akan menceritakan dan jadi saksi atas peristiwa yang
terjadi, sebagai contoh untuk manusia2 yang lainnya di dunia ini, bahwa kalau
Allah berkehandak, maka menghancurkan dunia ini dalam hitungan detik bukan hal
sulit bagi-Nya. Allahuakbar!
kalau Allah memerikan bencana kepada manusia ada beberapa pelajaran (hikmah)
yang mesti diperhatikan, bagi orang2 yang berakal dan berotak ditambah
berfikir, tapi kalau orang2 tidak berakal, berfikir apalagi berotak, tentu
tidak dapat melihat hikmah dibalik sebuah peristiwa.
musibah/bencana bisa menjadi peringatan, cobaan dan azab Allah, atas
kelalaian dan keingkaran manusia terhadap nikmat Allah.
kalau orang2 yang bocor besar, termasuk bude patricia dan opa nugroho dan
pakde medi, mana dapat melihat ini darika camata hikmah, wong bocornya terlalu
BESAR hahahahahahahhaha.
sFe
Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
sudahlah mbak.
bocor halus, tak perlu diladeni.
At 02:50 PM 1/11/2008 -0800, you wrote:
>Bagaimana dengan Aceh ...... diobrak-abrik tsunami? dilaknat Allah?
>
>Patricia
>
>sFe wrote:
> > Desa Yang Musnah di Daerah Dieng
> > Oleh : Abu Tilmidz
> > Kisah ini sudah lama, tetapi banyak yang belum mengetahuinya. Kisah ini
> hendaknya menjadi ibroh (Pelajaran), bahwa apabila suatu daerah
> bermaksiat semua, bisa jadi Allah akan mengazabnya secara langsung.
> > �gApakah kamu merasa aman terhadap Allah yang dilangit bahwa Dia akan
> menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu
> bergoncang?�h (QS Al Mulk 67: 16).
> > Dukuh Legetang adalah sebuah daerah di lembah pegunungan Dieng, sekitar
> 2 km ke utara dari kompleks pariwisata Dieng Kabupaten Banjarnegara.
> Dahulunya masyarakat dukuh Legetang adalah petani-petani yang sukses
> sehingga kaya. Berbagai kesuksesan duniawi yang berhubungan dengan
> pertanian menghiasi dukuh Legetang. Misalnya apabila di daerah lain tidak
> panen tetapi mereka panen berlimpah. Kualitas buah/sayur yang dihasilkan
> juga lebih dari yang lain. Namun barangkali ini merupakan
> �gistidraj�h (disesatkan Allah dengan cara diberi rizqi yang banyak
> dan orang tersebut akhirnya makin tenggelam dalam kesesatan).
> > Masyarakat dukuh Legetang umumnya ahli maksiat dan bukan ahli
> bersyukur. Perjudian disana merajalela, begitu pula minum-minuman keras
> (yang sangat cocok untuk daerah dingin). Tiap malam mereka mengadakan
> pentas Lengger (sebuah kesenian yang dibawakan oleh para penari
> perempuan, yang sering berujung kepada perzinaan). Anak yang kawin sama
> ibunya dan beragam kemaksiatan lain sudah sedemikian parah di dukuh Legetang.
> > Pada suatu malam turun hujan yang lebat dan masyarakat Legetang sedang
> tenggelam dalam kemaksiatan. Tengah malam hujan reda. Tiba-tiba terdengar
> suara �gbuum�h, seperti suara benda yang teramat berat berjatuhan.
> Pagi harinya masyarakat disekitar dukuh Legetang yang penasaran dengan
> suara yang amat keras itu menyaksikan bahwa Gunung Pengamun-amun sudah
> terbelah (bahasa jawanya: tompal), dan belahannya itu ditimbunkan ke
> dukuh Legetang.
> > Dukuh Legetang yang tadinya berupa lembah itu bukan hanya rata dengan
> tanah, tetapi menjadi sebuah gundukan tanah baru menyerupai bukit.
> Seluruh penduduknya mati. Gegerlah kawasan dieng�c Seandainya gunung
> Pengamun-amun sekedar longsor, maka longsoran itu hanya akan menimpa
> dibawahnya. Akan tetapi kejadian ini bukan longsornya gunung.
> > Antara dukuh Legetang dan gunung Pengamun-amun terdapat sungai dan
> jurang, yang sampai sekarang masih ada. Jadi kesimpulannya, potongan
> gunung itu terangkat dan jatuh menimpa dukuh Legetang. Siapa yang mampu
> mengangkat separo gunung itu kalau bukan Allah Tabaroka wata�fala?
> > Kini diatas bukit bekas dukuh Legetang dibuat tugu peringatan. Ditugu
> tersebut ditulis dengan plat logam:
> > �gTUGU PERINGATAN ATAS TEWASNJA 332 ORANG PENDUDUK DUKUH LEGETANG
> SERTA 19 ORANG TAMU DARI LAIN-LAIN DESA SEBAGAI AKIBAT LONGSORNJA GUNUNG
> PENGAMUN-AMUN PADA TG. 16/17-4-1955��
> > Allah Maha Besar.
> > Jika Anda dari daerah Dieng menuju ke arah (bekas) dukuh Legatang maka
> akan melewati sebuah desa bernama Pakisan. Sepanjang jalan itu Anda
> mungkin akan heran melihat wanita-wanitanya banyak yang memakai jilbab
> panjang dan atau cadar. Memang sejak dulu masyarakat Pakisan itu
> masyarakat yang agamis, bertolak belakang dengan dukuh Legetang, tetangga
> desanya yang penuh dengan kemaksiatan.
> > Ketika kajian triwulan Forum Komunikasi Ahlussunnah wal Jamaah
> Kabupaten Banjarnegara bertempat di Pakisan, maka masyarakat Pakisan
> berduyun-duyun ke masjid untuk mendengarkan kajian dari Ustadz Muhammad
> Umar As Sewed. Ya, hampir semua masyarakat Pakisan aktif mengikuti kajian.
> > Wallahu a�flam bish shawab.
> > Send instant messages to your online friends
> <http://uk.messenger>http://uk.messenger .yahoo.com
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>
>Send instant messages to your online friends
><http://au.messenger.yahoo.com>http://au.messenger.yahoo.com
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]