--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Masih ada rasa gundah, jg masih bagus kok. Berarti urat gundahnya > masih bekerja normal...:-) > > wassalam, > --- In [email protected], asepruswandi@ wrote: > > > > Cara Mudah Menikmati Hidup. > > Tutuplah kepedulian kepada sesama yang lagi susah... > > > > Bagi saya,hidup ini sering gundah karena tak mampu menolong > sodara2 yang > > susah,terkadang..hidup ini terasakan kurang begitu indah. > > > > Salam > > > >
Iya nihhh. kalau belum juga terasa gundah coba baca nihh: Jakarta Selatan Lumpuh Kemacetan Terjadi di Banyak Lokasi Kamis, 13 Maret 2008 | 01:22 WIB Jakarta, Kompas - Sebagian besar kawasan Jakarta Selatan lumpuh Rabu (12/3) sore hingga malam. Jalan di kawasan itu macet total akibat genangan dan banjir merendam sejumlah lokasi, setelah hujan turun mengguyur sebagian Kota Jakarta. Hujan deras di Jakarta Selatan juga mengakibatkan banjir cukup tinggi di sejumlah wilayah. Di RW 03, Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, banjir sudah setinggi 130 sentimeter, sementara di RW 02 dan RW 01 banjir setinggi 100 sentimeter. Meski demikian, sebagian besar warga masih bertahan tinggal di rumah. Hanya sebagian kecil warga yang mengungsi ke sebuah masjid yang posisinya lebih tinggi. Di masjid itu hanya ada sekitar 30 warga yang mengungsi. Sementara di Kelurahan Gunung, sedikitnya 130 jiwa sudah mengungsi. Lurah Petogogan Mundari mengatakan, banjir akibat luapan Kali Krukut tersebut belum tampak berbahaya. Meski demikian, aparat kelurahan dan warga tetap berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan buruk. "Kami pantau terus ketinggian air di Bendung Katulampa. Namun, air dari sana kan ke Kali Ciliwung dulu baru masuk ke Kali Krukut," kata Mundari. Di Kelurahan Bukit Duri, banjir belum separah di Petogogan. Meski demikian, warga telah bersiap-siap mengemasi barang dan menempatkannya di lantai dua rumah mereka. "Kami diberi tahu RT, RW, dan petugas trantib mau ada banjir dini hari nanti karena pintu air Katulampa tinggi. Tapi saya rasa enggak akan tinggi-tinggi banget banjirnya. Jadi kita semua tetap di lantai dua rumah," kata Ratna Jumilah, salah seorang warga. Rumah Ratna yang juga sebagai pangkalan minyak tanah itu terletak di bantaran Kali Ciliwung sehingga setiap saat kali meluap, tangki minyak tanahnya terendam. "Untungnya sekarang lagi kosong tangkinya, minyak tanah kan tambah seret pengirimannya," ujar Ratna. Macet di mana-mana Hujan deras mengakibatkan kemacetan parah di Jakarta Pusat. Antrean panjang kendaraan terjadi di sekitar Segi Tiga Senen hingga Jalan Matraman Raya. Ratusan pengendara motor nekat memasuki jalur busway. Kondisi serupa terpantau di Bundaran Hotel Indonesia, Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin. Pada pukul 17.00, kendaraan merayap di semua lajur dan terjadi kemacetan parah di bawah jembatan layang Casablanca karena pengendara motor berhenti untuk berteduh sehingga menghambat lalu-lintas. Genangan air terlihat di sana-sini seperti di antara gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) hingga di seberang Ratu Plaza. Air menggenang sekitar 15 sentimeter mengakibatkan kemacetan lalu-lintas. Hingga pukul 20.00, kemacetan panjang terjadi di Jalan Asia Afrika menuju Blok M dan arteri Pondok Indah dari arah Slipi ke selatan. Pengguna jalan mengeluhkankondisi kemacetan di Jakarta. "Masak hujan sebentar saja, Jakarta sudah macet parah seperti ini? Bagaimana Gubernur DKI Jakarta mencari solusi ini?" tanya Lani. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto menilai Dinas Pekerjaan Umum harus mengawasi pekerjaan kontraktor yang membangun terowongan bawah tanah. Jakarta Utara Hujan yang turun lebat dan merata ke seluruh wilayah Jakarta kemarin petang hingga semalam kembali membuat sejumlah wilayah di Jakarta Utara tergenang air. Dari hasil pantauan, Jalan Kramat Jaya mulai dari depan Islamic Center hingga ke persimpangan Jalan Raya Cilincing tergenang air setinggi 20 cm. Meski di Kali Sunter masih normal, tetapi kawasan rendah di timur kali seperti Lagoa, Rawa Badak, Koja dan sebagian Semper Barat sudah tergenang. "Persoalannya karena semua saluran air tersumbat sampah, dan tidak pernah dikuras, sehingga air tidak bisa mengalir dan malah meluap ke jalan," kata Sucipto (49), warga Lagoa. Genangan air juga terlihat di sisi selatan ruas Jalan Raya Cilincing, sebagian ruas Jalan Yos Sudarso, dan Jalan RE Martadina di depan Pintu I Pelabuhan Tanjung Priok. Genangan air di jalan menghambat laju kendaraan, apalagi sebagian ruas jalan itu rusak, berlubang di banyak tempat. (SF/NEL/ONG/CAL/KSP)

