Setuju sekali, mbak. 

Bhakti sosial adalah IBADAH. Solidaritas sosial adalah kata kunci 
untuk mensejahterakan setiap negeri, juga negeri ini. Kita menangis, 
selama banyak saudara yang meneteskan airmata, tak tahu bagaimana 
menyusui anak, tak tahu bagaimana menyekolahkan anak, tak tahu 
bagaimana membayar sewa kontrakan.

Dan selama 9ang 10 % memiliki kekayaan 90 % sebuah bangsa, seperti 
yang digambarkan tulisan yang diposting mbak Liona, tak ada alasan 
untuk sudah merasa bahagia..

Setuju mas Agus?

Salam manusiawi

Danardono


--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Agus,
> Bagaimana kita bisa menikmati hidup kalo masih ada sodara yang mati 
> kelaparan, mati karena gizi buruk di daerah yang katanya merupakan 
> lumbung pangan ?
> 
> Entahlah, saya kalo ingat ini, masih saja ingin menangis. Alangkah 
> berdosanya kita sebagai tetangga (jauh), membiarkan tetangga (jauh) 
> mati kelaparan. Bukankan ada hadist Nabi SAW yang mencela perbuatan 
> ini?
> 
> Apa yang bisa kita perbuat, mas Agus? Menikmati hidup kita saja?
> Kita lapar, kita bisa makan. Bagaimana mereka lapar? Tidak ada yg 
bs 
> dimakan. Mereka makan daun-daunan yang diramu menjadi jamu.
> Kita lelah, kita bisa istirahat. Bagaimana mereka lelah? Tidak ada 
> uang masuk!.
> 
> Dalam sholat, kita kadang kala membaca surat Al-Maa'uun:
> 
> 1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 
> 2. Itulah orang yang menghardik anak yatim, 
> 3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. 
> 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,  
> 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,  
> 6. orang-orang yang berbuat riya
> 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna
> 
> Inilah yang dituntut kpd orang-orang yang mendirikan sholat.
> Bagaimana ini tidak mengundang murka Allah. "Kamu sholat tapi kamu 
> lalai, riya', enggan menolong dengan hartamu, tidak menganjurkan 
> memberi makan org miskin, menghardik anak yatim. Kamu telah 
> mendustakan agamamu"
> 
> Semoga dengan sholat, mata hati menjadi terbuka utk menolong sesama.
> 
> wassalam,
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" 
> <rm_danardono@> wrote:
> >
> > --- In [email protected], "agussyafii" <agussyafii@> wrote:
> > >
> > > Cara Mudah Menikmati Hidup
> > > 
> > > Cara mudah menikmati hidup yang perlu anda lakukan,
> > > Sholatlah. Perhatikanlah yang sulit menjadi mudah.
> > > Jika anda lapar, makanlah
> > > Jika anda lelah, istirahatlah.
> > > 
> > > Jika tidak ada yang rusak, kenapa mesti repot memperbaiki.
> > > Sampai anda menyadari bahwa diri anda sekarang
> > > sedang menikmati hidup.
> > > 
> > > 
> > > Wassalam,
> > > Agussyafii
> > 
> > Bagaimana dengan saudara saudara kita di Porong, para pemulung 
dan 
> > yang terancam banjir di tepi sungai (Ciliwung, bengawan Solo, 
> dsb)? 
> > Seperti mbak Lina tulis, bukankah yang sedap yang hadir di 
> pernikahan 
> > Prayogo? 90% manusia di negeri ini sih nggak dilibatkan dalam 
> hidup 
> > yang indah...menikmati? boro boro..
> > 
> > betul nggak?
> >
>


Kirim email ke