Mbak lina, udah tau jawabannya kok masih nanya ya..?
salam, -as- --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Agus, > Bagaimana kita bisa menikmati hidup kalo masih ada sodara yang mati > kelaparan, mati karena gizi buruk di daerah yang katanya merupakan > lumbung pangan ? > > Entahlah, saya kalo ingat ini, masih saja ingin menangis. Alangkah > berdosanya kita sebagai tetangga (jauh), membiarkan tetangga (jauh) > mati kelaparan. Bukankan ada hadist Nabi SAW yang mencela perbuatan > ini? > > Apa yang bisa kita perbuat, mas Agus? Menikmati hidup kita saja? > Kita lapar, kita bisa makan. Bagaimana mereka lapar? Tidak ada yg bs > dimakan. Mereka makan daun-daunan yang diramu menjadi jamu. > Kita lelah, kita bisa istirahat. Bagaimana mereka lelah? Tidak ada > uang masuk!. > > Dalam sholat, kita kadang kala membaca surat Al-Maa'uun: > > 1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? > 2. Itulah orang yang menghardik anak yatim, > 3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. > 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, > 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, > 6. orang-orang yang berbuat riya > 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna > > Inilah yang dituntut kpd orang-orang yang mendirikan sholat. > Bagaimana ini tidak mengundang murka Allah. "Kamu sholat tapi kamu > lalai, riya', enggan menolong dengan hartamu, tidak menganjurkan > memberi makan org miskin, menghardik anak yatim. Kamu telah > mendustakan agamamu" > > Semoga dengan sholat, mata hati menjadi terbuka utk menolong sesama. > > wassalam, > > > > > > --- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO" > <rm_danardono@> wrote: > > > > --- In [email protected], "agussyafii" <agussyafii@> wrote: > > > > > > Cara Mudah Menikmati Hidup > > > > > > Cara mudah menikmati hidup yang perlu anda lakukan, > > > Sholatlah. Perhatikanlah yang sulit menjadi mudah. > > > Jika anda lapar, makanlah > > > Jika anda lelah, istirahatlah. > > > > > > Jika tidak ada yang rusak, kenapa mesti repot memperbaiki. > > > Sampai anda menyadari bahwa diri anda sekarang > > > sedang menikmati hidup. > > > > > > > > > Wassalam, > > > Agussyafii > > > > Bagaimana dengan saudara saudara kita di Porong, para pemulung dan > > yang terancam banjir di tepi sungai (Ciliwung, bengawan Solo, > dsb)? > > Seperti mbak Lina tulis, bukankah yang sedap yang hadir di > pernikahan > > Prayogo? 90% manusia di negeri ini sih nggak dilibatkan dalam > hidup > > yang indah...menikmati? boro boro.. > > > > betul nggak? > > >

