Kok MUI semakin sok merasa menjadi ujung tombak Islam ya! 
Tak pernah ada kaitannya antara MEROKOK dengan Keharaman yang nantinya masuk 
NERAKA.Hal yang berbeda jika kita mengaitkan antara MEROKOK dengan kesehatan 
(Makanya ada warning di setiap bungkus rokok). 
Mengenai perokok pada usia dini, lebih hadapkan pada lingkungan sosial dan 
pendidikan seperti apa yang diberikan oleh sekolah di Indonesia?
Seruan kak Seto perihal pengharaman ROKOK, alasannya sangat tidak signifikan! 
Lingkungan keluargalah yang seharusnya memberikan pemahaman tentang bahaya 
merokok. Apakah Para Orang tua yang merokok akan bersedia menghilangkan 
kebiasaan buruk yang selalu di pertontonkan setiap hari di depan anak2nya?
Kak Seto harus menanyakan hal itu Pada ratusan juta orang tua di 
indonesia?hahahha
Baik sich idenya tapi akan  merugikan banyak pihak... Apalagi perekonomian???



--- On Thu, 8/14/08, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [ppiindia] Re: Fatwa Haram Rokok Mesti Didukung
To: [email protected]
Date: Thursday, August 14, 2008, 6:22 PM










    
            --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:

>

> FATWA MUI mengatur HANYA umat islam, jd yg mrasa bukan muslim bebas 

merokok, sekali ngerokok 10 batang jg gpp, silahkan..

> 

> 



*** Umat Kristen dari gereja Advent sudah selalu TIDAK merokok. Padahal 

mereka tak kenal MUI. Dan ini sudah mereka lakukan ratusan tahun silam, 

sebelum MUI melek huruf, sebelum lahir..



Saya sendiri tak pernah merokok, tetapi karena alasan kesehatan dan 

nalar, bukan soal sorga neraka. kalau udah sampai sana mah boleh boleh 

aja merokok, kan udah nggak pake paru paru ha ha ha. kesehatan mah 

kesehatan aja, agama ame Tuhan gak usah di bawa bawa..




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke