Yang menyedihkan ya inilah. Organisasi agama hanya memperkuat proses 
pembodohan rakyat.

Seharusnya kita semua, ya pemerintah, lembaga lembaga sosial, 
sekolah, dan seperti anda katakan, KELUARGA, haruslah menanamkan 
keburukan merokok bagi kesehatan kita yang merokok, DAN yang turut 
menghisap asap rokok.

Seorang sahabat saya di Jerman, yang tadinya aktif olahraga sepeda, 
ikut Tour de France, tetapi perokok berat, akhirnya dipotong paru 
parunya, tak mungkin lagi berolahraga sepeda, dan, kehilangan 
pekerjaannya sebagai sales representative sebuah pabrik alat 
kedokteran.

TAK pernah, sebuah organisasi keagamaan dibutuhkan untuk pekerjaan 
pendidikan kesehatan ini. Apalagi dengan argumentasi Tuhan, langit, 
surga dan neraka!

Pointnya disini adalah: agama dipakai sebagai pentungan, untuk seolah 
menjadi pahlawan, padahal, merokok adalah seratus persen soal DUNIAWI!
Nekotin menyerang paru paru, dan paru paru tak ada lagi bila kita 
sudah di surga atau neraka, jadi TIDAK logis, mengkaitkan soal 
merokok dengan haram haraman.

Tetapi, MUI dan sejenisnya masih akan selalu dipakai, bila sebuah 
bangsa masih MELARAT dan TAK berpendidikan. Jadi, kita harus 
mencerdaskan bangsa ini dahulu, untuk tidak terjebak dalam tahyul 
tahyulan agama.

Salam

Danardono

--- In [email protected], tissa sasnida <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Kok MUI semakin sok merasa menjadi ujung tombak Islam ya! 
> Tak pernah ada kaitannya antara MEROKOK dengan Keharaman yang 
nantinya masuk NERAKA.Hal yang berbeda jika kita mengaitkan antara 
MEROKOK dengan kesehatan (Makanya ada warning di setiap bungkus 
rokok). 
> Mengenai perokok pada usia dini, lebih hadapkan pada lingkungan 
sosial dan pendidikan seperti apa yang diberikan oleh sekolah di 
Indonesia?
> Seruan kak Seto perihal pengharaman ROKOK, alasannya sangat tidak 
signifikan! Lingkungan keluargalah yang seharusnya memberikan 
pemahaman tentang bahaya merokok. Apakah Para Orang tua yang merokok 
akan bersedia menghilangkan kebiasaan buruk yang selalu di 
pertontonkan setiap hari di depan anak2nya?
> Kak Seto harus menanyakan hal itu Pada ratusan juta orang tua di 
indonesia?hahahha
> Baik sich idenya tapi akan  merugikan banyak pihak... Apalagi 
perekonomian???
> 
> 
> 
> --- On Thu, 8/14/08, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> From: RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [ppiindia] Re: Fatwa Haram Rokok Mesti Didukung
> To: [email protected]
> Date: Thursday, August 14, 2008, 6:22 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>     
>             --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung 
<sipitung68@ ...> wrote:
> 
> >
> 
> > FATWA MUI mengatur HANYA umat islam, jd yg mrasa bukan muslim 
bebas 
> 
> merokok, sekali ngerokok 10 batang jg gpp, silahkan..
> 
> > 
> 
> > 
> 
> 
> 
> *** Umat Kristen dari gereja Advent sudah selalu TIDAK merokok. 
Padahal 
> 
> mereka tak kenal MUI. Dan ini sudah mereka lakukan ratusan tahun 
silam, 
> 
> sebelum MUI melek huruf, sebelum lahir..
> 
> 
> 
> Saya sendiri tak pernah merokok, tetapi karena alasan kesehatan dan 
> 
> nalar, bukan soal sorga neraka. kalau udah sampai sana mah boleh 
boleh 
> 
> aja merokok, kan udah nggak pake paru paru ha ha ha. kesehatan mah 
> 
> kesehatan aja, agama ame Tuhan gak usah di bawa bawa..
> 
> 
> 
> 
>       
> 
>     
>     
>       
>        
>       
>       
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> 
> 
>       
>       
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke