Terimakasih,bung. 

Mungkin karena itu sebagian besar bangsa Muslim didunia masih terbelakang? 
Bangsa ini juga sudah 64 tahun sebagai bangsa beragama, dan juga sebelumnya  
kesultanan kesultanan Muslim yang mini, sangat terhuyung-huyung..





--- In [email protected], "A. Marconi" <a.marc...@...> wrote:
>
> Agama, sudah banyak saya ulas dalam tulisan pendek sebagai bahan 
> pertimbangan, dala sejarah kebudayaan manusia merupakan salah satu pendekatan 
> manusia dalam memahami problematika perjuangan untuk dapat hidup dan 
> mengembangkan keturunan. Problematika tersebut adalah azali sesuai dengan 
> hukum umum perkembangan alam semesta. Pendekatan manusia ini menghasilkan 
> personifikasi kekuatan super yang diperkirakan menguasai hidup dan 
> menimbulkan problematika hidup bagi manusia. Sehingga agama hanya ada di 
> dalam masyarakat manusia saja. Hukum umu perkembangan alam semesta berlaku 
> bagi semua yang ada dalam alam semesta, tidak peduli apakah yang hidup atau 
> yang mati, biologis atau non-biologis. Hukum umum inilah yang dinamakan 
> sebagai Al-Dinu al-Islam menurut wahyu Qurani. Karena itu Allah swt 
> berfirman: "Inna Diina 'indzllohi al-Islam - Din yang didekatkan Allah 
> pada-NYA hanyalah Islam". 
> 
> Dari keterangan di atas Islam bukanlah yang dinamakan agama tetapi Hukum Umum 
> yang berlaku dalam alam semesta. Karena itu siapa saja tak peduli apa 
> agamanya, bila bertentangan dengan hukum umum tersebut pasti celaka. Sebab 
> Dinul Islam tidak hanya sebatas kepercayaan tetapi praktek hidup manusia 
> manusia dalam kerangka hukum alam dan hukum kemasyarakatan manusia. Seberapa 
> ribu prosenpun kepercayaan seseorang terhadap Islam tanpa mengindahkan 
> pelaksanaannya akan tidak punya makna apapun. Islam adalah hukum umum yang 
> berlaku dalam kehidupan manusia yang harus disadari, dimengerti dan 
> dilaksanakan tanpa reserve. Jika tidak bersedia maka diri sendiri akan 
> memetik malapetaka.
> 
> Untuk itulah maka ummat Muslim harus belajar memahami Islam sebagaimana 
> diajarkan oleh wahyu Qurani dan wahyu Kauni kemudian mendidikkan pada diri 
> pribadinya tatanilai dan moral-etika luhur ilahiah pada dirinya, agar bisa 
> sesuai dengan arah umum gerak perkembangan alam semesta.
> 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: ajipamungkas09 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Sunday, November 01, 2009 5:40 AM
>   Subject: [ppiindia] Re: Bubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?
> 
> 
>     
> 
>   --- In [email protected], "A. Marconi" <a.marconi@> wrote:
>   >
>   > KOMENTAR:
>   > 
>   > Assalammu'alaikum wr wb,
>   > 
>   > Semenjak RI memiliki aparat eksekutif yang mengelola negara secara 
> administratif, memang gejala korupsi dan tindak korupsi sudah terjadi. Pada 
> permulaan berdirrinya RI mewarisi aparat administrasi dari kekuasaan kolonial 
> kaum milter Jepang di mana korupsi lumrah. Bentuknya macam-macam, apalagi 
> pada zaman kolonialisasi Jepang pemerintah kolonial merampas semua bahan 
> kebutuhan hidup utama Bangsa Indonesia demi logistik perang Jepang. 
>   > 
>   > Usaha pemberantasan korupsi dengan segala undang-undang dan peraturan 
> pemerintah yang pernah ada sesungguhnya hanyalah ekspresi moral dan etika 
> hidup para elite penguasa dan kroninya yang tidak pernah dilaksanakan secara 
> konskwen. Jadi jika SBY bersuara dan bertindak bertentangan dengan 
> janji-janji yang pernah disumpahkan adalah suatu kewajaran seorang Jendral 
> Purnawirawan yang masih terikat sapta marganya dan kesetiaan korps. 
>   > 
>   > Yang menjadi pertanyaan Rakyat awam adalah bagaimana dapat mengatasi 
> kelaparan, kenggombalan sandang, kebutahurufan dan sekedar teempat berteduh 
> diwaktu musim hujan. Dengan cara bagaimana 230 juta penduduk Indonesia harus 
> disediakan makanan, pakaian, tempat berteduh cukup. Apakah dengan cara 
> membangun suatu sistim kapitalis modern model USA, sosialisme a'la RRT, 
> kesejahteraan sosial Eropa Barat dan Skandinavia atau sistim "Islam" 
> negara-negara Arab atau bahkan semacam sistim "demokrasi" India? 
>   >---------
> 
>   Yang menjadi pertanyaan juga, adalah, mengapa pelaku korupsi dan yang tak 
> mampu mengelola pemerintahan adalah dari kelompok agama mayoritas, yang 
> menimbulkan pertanyaan baru, dampak dampak agama bagi nation buliding?
> 
> 
> 
>   
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke