Sesudah wafatnya Muhammad saw, Islam yang praktis dan ilmiah diubah menjadi
teoretis dan abstrak (teologi) sehingga yang ketinggalan hanyalah rumus-rumus
(doktrin) mati yang dikendalikan oleh kekuasaan politik dan ekonomi (kelompok
pribadi para penguasa). Sudah barangtentu masyarakat menjadi mundur sebab
inisiatif ummat ditindas dan inisiatif penguasa yang digalakkan. apabila
penguasa korup dan foya-foya maka resources masyarakat habis digerogoti. Ummat
menjadi miskin dan terbelakang.
----- Original Message -----
From: ajipamungkas09
To: [email protected]
Sent: Sunday, November 01, 2009 12:23 PM
Subject: [ppiindia] Re: Bubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?
Terimakasih,bung.
Mungkin karena itu sebagian besar bangsa Muslim didunia masih terbelakang?
Bangsa ini juga sudah 64 tahun sebagai bangsa beragama, dan juga sebelumnya
kesultanan kesultanan Muslim yang mini, sangat terhuyung-huyung..
--- In [email protected], "A. Marconi" <a.marc...@...> wrote:
>
> Agama, sudah banyak saya ulas dalam tulisan pendek sebagai bahan
pertimbangan, dala sejarah kebudayaan manusia merupakan salah satu pendekatan
manusia dalam memahami problematika perjuangan untuk dapat hidup dan
mengembangkan keturunan. Problematika tersebut adalah azali sesuai dengan hukum
umum perkembangan alam semesta. Pendekatan manusia ini menghasilkan
personifikasi kekuatan super yang diperkirakan menguasai hidup dan menimbulkan
problematika hidup bagi manusia. Sehingga agama hanya ada di dalam masyarakat
manusia saja. Hukum umu perkembangan alam semesta berlaku bagi semua yang ada
dalam alam semesta, tidak peduli apakah yang hidup atau yang mati, biologis
atau non-biologis. Hukum umum inilah yang dinamakan sebagai Al-Dinu al-Islam
menurut wahyu Qurani. Karena itu Allah swt berfirman: "Inna Diina 'indzllohi
al-Islam - Din yang didekatkan Allah pada-NYA hanyalah Islam".
>
> Dari keterangan di atas Islam bukanlah yang dinamakan agama tetapi Hukum
Umum yang berlaku dalam alam semesta. Karena itu siapa saja tak peduli apa
agamanya, bila bertentangan dengan hukum umum tersebut pasti celaka. Sebab
Dinul Islam tidak hanya sebatas kepercayaan tetapi praktek hidup manusia
manusia dalam kerangka hukum alam dan hukum kemasyarakatan manusia. Seberapa
ribu prosenpun kepercayaan seseorang terhadap Islam tanpa mengindahkan
pelaksanaannya akan tidak punya makna apapun. Islam adalah hukum umum yang
berlaku dalam kehidupan manusia yang harus disadari, dimengerti dan
dilaksanakan tanpa reserve. Jika tidak bersedia maka diri sendiri akan memetik
malapetaka.
>
> Untuk itulah maka ummat Muslim harus belajar memahami Islam sebagaimana
diajarkan oleh wahyu Qurani dan wahyu Kauni kemudian mendidikkan pada diri
pribadinya tatanilai dan moral-etika luhur ilahiah pada dirinya, agar bisa
sesuai dengan arah umum gerak perkembangan alam semesta.
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: ajipamungkas09
> To: [email protected]
> Sent: Sunday, November 01, 2009 5:40 AM
> Subject: [ppiindia] Re: Bubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)?
>
>
>
>
> --- In [email protected], "A. Marconi" <a.marconi@> wrote:
> >
> > KOMENTAR:
> >
> > Assalammu'alaikum wr wb,
> >
> > Semenjak RI memiliki aparat eksekutif yang mengelola negara secara
administratif, memang gejala korupsi dan tindak korupsi sudah terjadi. Pada
permulaan berdirrinya RI mewarisi aparat administrasi dari kekuasaan kolonial
kaum milter Jepang di mana korupsi lumrah. Bentuknya macam-macam, apalagi pada
zaman kolonialisasi Jepang pemerintah kolonial merampas semua bahan kebutuhan
hidup utama Bangsa Indonesia demi logistik perang Jepang.
> >
> > Usaha pemberantasan korupsi dengan segala undang-undang dan peraturan
pemerintah yang pernah ada sesungguhnya hanyalah ekspresi moral dan etika hidup
para elite penguasa dan kroninya yang tidak pernah dilaksanakan secara
konskwen. Jadi jika SBY bersuara dan bertindak bertentangan dengan janji-janji
yang pernah disumpahkan adalah suatu kewajaran seorang Jendral Purnawirawan
yang masih terikat sapta marganya dan kesetiaan korps.
> >
> > Yang menjadi pertanyaan Rakyat awam adalah bagaimana dapat mengatasi
kelaparan, kenggombalan sandang, kebutahurufan dan sekedar teempat berteduh
diwaktu musim hujan. Dengan cara bagaimana 230 juta penduduk Indonesia harus
disediakan makanan, pakaian, tempat berteduh cukup. Apakah dengan cara
membangun suatu sistim kapitalis modern model USA, sosialisme a'la RRT,
kesejahteraan sosial Eropa Barat dan Skandinavia atau sistim "Islam"
negara-negara Arab atau bahkan semacam sistim "demokrasi" India?
> >---------
>
> Yang menjadi pertanyaan juga, adalah, mengapa pelaku korupsi dan yang tak
mampu mengelola pemerintahan adalah dari kelompok agama mayoritas, yang
menimbulkan pertanyaan baru, dampak dampak agama bagi nation buliding?
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
[Non-text portions of this message have been removed]