Salam Pramuka,

selama masih menyembunyikan jati diri Anda, mohon maaf untuk saya katakan Anda 
masih pengecut.
namun demikian silakan teruskan untuk mengungkapkan fakta2 menurut versi Anda, 
kalo bisa sekalian harapan Anda selanjutnya seperti apa ?.
Insya Allah akan saya sampaikan kepada ybs. 
Saya pribadi berharap semuanya menjadi clear dan tidak ada lagi syak wasangka 
baik terhadap pribadi ayah saya, maupun Kepengurusan Kwarda Jabar pada umumnya.

Dari yang saya tahu keaktifan H. Utang Mochamad Muchtar, MG dalam kepramukaan 
ini hanyalah sebuah pengabdian terakhir beliau pasca pensiun dari kedinasan th 
1999. Beliau sudah ikut membina pramuka sejak jadi pembina pramuka penggalang 
di SMP Cibatu Garut th 1960-an. Saya yakin tidak ada intrik atau interest 
politik apa2 atas kebersediaan beliau mengemban amanah ini selain karena jiwa 
kepramukaan yang sudah tertanam sejak lama.

Kalo mo bicara fakta mungkin harus diungkap lebih jauh lagi kebelakang, tidak 
hanya sebatas masalah Musdalub untuk bisa menjudge seseorang bobrok atau tidak. 

Mohon Maaf yang tulus saya sampaikan apabila memang selama ini beliau ada 
kesalahan baik disengaja maupun tidak yang kurang berkenan bagi sebagian pihak.

Demikian terima kasih

Mohamad Rahmat Yusuf
DKR Sumur Bandung 1990-1991
DKC Kota Bandung 1991-1993
Kini tinggal dan bekerja di Cianjur


  ----- Original Message ----- 
  From: masdukijabar 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, June 07, 2007 8:38 PM
  Subject: [Pramuka] Fakta di balik Musyawarah Daerah Jawa Barat



  Salam Kemerdekaan,

  Tanggal 20an Februari Kwarda bertemu dengan Kwarcab-kwarcab se-Jawa 
  Barat. Saat itu secara premature, dibicarakan soal perlu tidaknya 
  Musyawarah Daerah Luarbiasa. Premature karena Masduki saat itu belum 
  mengundurkan diri dari jabatan Ketua Kwartir Daerah.

  Setelah mengambang cukup lama, setelah resmi dilantik, maka 
  persiapan MUSDALUB tiba-tiba digelar. Rapat Pleno Andalan Daerah 
  kemudian digelar. 

  Saat itu, pendapat awal yang didominasi perlunya ada Musdalub 
  berbalik dengan adanya pandangan sejumlah Andalan yang berpendapat 
  penggantian Ketua Kwartir Daerah cukuip melalui Rapat Pleno PAW. 
  Pendapat terakhir ini menguat di akhir Rapat.

  Tentu saja hal ini di luar dugaan pimpinan Kwarda yang memang dari 
  awal sudah mengambil sikap sendiri bahwa harus ada Musdalub. Dengan 
  alasan rapat tidak kuorum (kalau tidak kuorum, kenapa diteruskan 
  rapatnya ? Betul-betul alasan yang dicari-cari), maka keputusan 
  tidak diambil. Padahal jika dilakukan voting, maka musdalub 
  kemungkinan besar tidak akan jadi.

  Saat itu disepakati bahwa kedua pilihan itu akan dibahas lagi. 
  Ketidakhadiran Wakil Ketua Bidang Organisasi, Pak Rusna dijadikan 
  alasan tambahan bahwa beliau lah yang pas buat mengurus masalah ini.
  Kedua pendapat ini akan dibawa kepada Ketua Mabida untuk 
  dikonsultasikan.

  Demikian rapat yang dipimpin Ketua Harian Kwarda, Muh Muhtar (yang 
  kemudian "terpilih" jadi Ketua Kwarda).

  Kemudian beredar edaran Musdalub ke Kwarcab-kwarcab. Keputusan 
  menyelenggarakan Musdalub ini dibuat mendahului pertemuan Kwarda 
  dengan Ketua Mabida Jawa Barat. Pertemuan baru terjadi kalau tak 
  salah 3 April 2007, padahal undangan menghadiri Musdalub sudah 
  dibuat sebelumnya. Pelaksanaan Musdalub memang mengejar libur 
  nasional sehingga Masduki berkesempatan buat ke Bandung.

  Dengan demikian, tindakan pimpinan Kwarda jelas mengkhianati apa 
  yang disepakati dalam rapat pleno sebelumnya. Konsultasi dulu, baru 
  kalau disetujui pilihan musdalub oleh Ketua Mabida, maka musdalub 
  dilaksanakan.

  Pimpinan puncak di kwarda saat itu adalah Muhammad Muhtar.

  Dengan langkah yang dibuatnya, jelas tergambar moralitas dari Ketua 
  Kwarda terpilih dalam musdalub yang dipaksakannya ini.

  Legal ? Legal.
  Legal dengan menginjak posisi rapat pleno andalan, yang katanya 
  adalah forum tertinggi di Kwartir setelah Musda dan rakerda.

  Beretika ? Menurut kami, tidak.

  Maaf, fakta-fakta ini terlambat diungkap, karena kami sulit 
  berkumpul lengkap dan baru bersepakat untuk membuka semua kebobrokan 
  ini ke publik.

  Maaf jika ada yang tak berkenan. Bagaimana pun kebenaran harus 
  diungkap.

  Masdukijabar
  Koalisi Peduli Pramuka Jawa Barat



   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke