Polemik ini ada benarnya, dan mungkin juga banyak kekeliruan Selama semuanya tidak ada keterbukaan, maka pasti ada kecurangan dan iri hati Ini bukan hal baru Dari jaman bantuan Pemda yang banyak bocor, saya masih ingat dan tidak akan lupa, biaya yang dianggarkan untuk " MUSPPANITRA JABAR TAHUN 197? di Cibodas Cianjur ( maaf lupa tahun, ) sebesar Rp1.450.000 ( satu juta empat ratus lima puluh ribu ) yang diterima °Panitya/DKD hanya sebesar Rp.125.000 ( seratus dua puluh lima ribu ) katanya ada potongan dari ketua Proyek di Pemda, saya tidak tahu, karena cuma itu yg bisa dijelaskan ka Djamil & Ka Soepandi Alm Berita lain dijaman Kwarda dapat bantuan motor , motornya terus dipake oleh andalan/kepala Proyek, dan ketika andalan diganti motor pun " ikut" dibawanya dan Sdr.Dadang Achmad/Penegak + karyawan Kwarda tetap pake sepeda untuk mengantar surat. Beberapa periode yg lalu saya masih mendengar ( ketika saya nongol di Kwarda/Cikutra) katanya ka Kwarda yang akan berakhir masa tugasnya meminta MOBIl kwarda sebagai kenang kenangan ?!!!! Dan banyak lagi, sampai JAMBORE NASIONAL yang belum seminggu berakhir kegiatan, sudah banyak inventaris/material yang kabur/Dibawa kabur. SO SEMUANYA BUAKAN HAL BARU, dan tidak tahu kapan akan berakhir Sekali lagi hormat saya kepada Kakak Andalan,Pembina Pramuka yang masih bisa meluangkan waktu dan mengorbanan dana - tidak pernah minta ongkos malah nraktir anan didiknya - demi Gerakan Pramuka , Dan saya kira ini jumlahnya jauh lebih banayak .( Seperti kata Kak Noenoeng Alm. kita tidak tahu kapan akan sembunya jadi Pramuka ) Wassalam Tata
[Non-text portions of this message have been removed]

