masa iya sih.... kak Muchtar & kak Rahmat, sgt baik sekali, saya sangat dibantu sewaktu menyelenggarakan raimuna nasional 97 dr mulai persiapan sd pelaksanaan. loyalitas & dedikasi beliau utk pramuka luar biasa sy tdk yakin kl ada trik politiknya. Pramuka Cianjur & Sukabumi banyak kemajuan dgn bantuannya.
Kang Rahmat apa kabarnya? semoga masih ingat sy. Hendry On 6/8/07, M Rahmat Yusuf <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam Pramuka, > > selama masih menyembunyikan jati diri Anda, mohon maaf untuk saya katakan > Anda masih pengecut. > namun demikian silakan teruskan untuk mengungkapkan fakta2 menurut versi > Anda, kalo bisa sekalian harapan Anda selanjutnya seperti apa ?. > Insya Allah akan saya sampaikan kepada ybs. > Saya pribadi berharap semuanya menjadi clear dan tidak ada lagi syak > wasangka baik terhadap pribadi ayah saya, maupun Kepengurusan Kwarda Jabar > pada umumnya. > > Dari yang saya tahu keaktifan H. Utang Mochamad Muchtar, MG dalam > kepramukaan ini hanyalah sebuah pengabdian terakhir beliau pasca pensiun > dari kedinasan th 1999. Beliau sudah ikut membina pramuka sejak jadi pembina > pramuka penggalang di SMP Cibatu Garut th 1960-an. Saya yakin tidak ada > intrik atau interest politik apa2 atas kebersediaan beliau mengemban amanah > ini selain karena jiwa kepramukaan yang sudah tertanam sejak lama. > > Kalo mo bicara fakta mungkin harus diungkap lebih jauh lagi kebelakang, > tidak hanya sebatas masalah Musdalub untuk bisa menjudge seseorang bobrok > atau tidak. > > Mohon Maaf yang tulus saya sampaikan apabila memang selama ini beliau ada > kesalahan baik disengaja maupun tidak yang kurang berkenan bagi sebagian > pihak. > > Demikian terima kasih > > Mohamad Rahmat Yusuf > DKR Sumur Bandung 1990-1991 > DKC Kota Bandung 1991-1993 > Kini tinggal dan bekerja di Cianjur > > ----- Original Message ----- > From: masdukijabar > To: [email protected] <pramuka%40yahoogroups.com> > Sent: Thursday, June 07, 2007 8:38 PM > Subject: [Pramuka] Fakta di balik Musyawarah Daerah Jawa Barat > > Salam Kemerdekaan, > > Tanggal 20an Februari Kwarda bertemu dengan Kwarcab-kwarcab se-Jawa > Barat. Saat itu secara premature, dibicarakan soal perlu tidaknya > Musyawarah Daerah Luarbiasa. Premature karena Masduki saat itu belum > mengundurkan diri dari jabatan Ketua Kwartir Daerah. > > Setelah mengambang cukup lama, setelah resmi dilantik, maka > persiapan MUSDALUB tiba-tiba digelar. Rapat Pleno Andalan Daerah > kemudian digelar. > > Saat itu, pendapat awal yang didominasi perlunya ada Musdalub > berbalik dengan adanya pandangan sejumlah Andalan yang berpendapat > penggantian Ketua Kwartir Daerah cukuip melalui Rapat Pleno PAW. > Pendapat terakhir ini menguat di akhir Rapat. > > Tentu saja hal ini di luar dugaan pimpinan Kwarda yang memang dari > awal sudah mengambil sikap sendiri bahwa harus ada Musdalub. Dengan > alasan rapat tidak kuorum (kalau tidak kuorum, kenapa diteruskan > rapatnya ? Betul-betul alasan yang dicari-cari), maka keputusan > tidak diambil. Padahal jika dilakukan voting, maka musdalub > kemungkinan besar tidak akan jadi. > > Saat itu disepakati bahwa kedua pilihan itu akan dibahas lagi. > Ketidakhadiran Wakil Ketua Bidang Organisasi, Pak Rusna dijadikan > alasan tambahan bahwa beliau lah yang pas buat mengurus masalah ini. > Kedua pendapat ini akan dibawa kepada Ketua Mabida untuk > dikonsultasikan. > > Demikian rapat yang dipimpin Ketua Harian Kwarda, Muh Muhtar (yang > kemudian "terpilih" jadi Ketua Kwarda). > > Kemudian beredar edaran Musdalub ke Kwarcab-kwarcab. Keputusan > menyelenggarakan Musdalub ini dibuat mendahului pertemuan Kwarda > dengan Ketua Mabida Jawa Barat. Pertemuan baru terjadi kalau tak > salah 3 April 2007, padahal undangan menghadiri Musdalub sudah > dibuat sebelumnya. Pelaksanaan Musdalub memang mengejar libur > nasional sehingga Masduki berkesempatan buat ke Bandung. > > Dengan demikian, tindakan pimpinan Kwarda jelas mengkhianati apa > yang disepakati dalam rapat pleno sebelumnya. Konsultasi dulu, baru > kalau disetujui pilihan musdalub oleh Ketua Mabida, maka musdalub > dilaksanakan. > > Pimpinan puncak di kwarda saat itu adalah Muhammad Muhtar. > > Dengan langkah yang dibuatnya, jelas tergambar moralitas dari Ketua > Kwarda terpilih dalam musdalub yang dipaksakannya ini. > > Legal ? Legal. > Legal dengan menginjak posisi rapat pleno andalan, yang katanya > adalah forum tertinggi di Kwartir setelah Musda dan rakerda. > > Beretika ? Menurut kami, tidak. > > Maaf, fakta-fakta ini terlambat diungkap, karena kami sulit > berkumpul lengkap dan baru bersepakat untuk membuka semua kebobrokan > ini ke publik. > > Maaf jika ada yang tak berkenan. Bagaimana pun kebenaran harus > diungkap. > > Masdukijabar > Koalisi Peduli Pramuka Jawa Barat > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- Life for Success Regards, HENDRY RISJAWAN - YC0LKJ Mind Motivator & Trainer [Non-text portions of this message have been removed]

