kl tdk salah kita juga punya seragam lapangan tp masih jarang sekali
digunakan. so kl sy usul kita bagi seragamnya yaitu seragam lapangan/harian
& seragam upacara. atau kita buat perbedaan di setiap tingkatan SGTD utk
arti warna dapat kita gunakan kiasan dr setiap golongan.

Di gudep saya yg langsung dibina oleh kak Idik, mempunyai 2 seragam yaitu
seragam pramuka & seragam gudep. tp lebih sering seragm pramuka yg kita
gunakan. dan design seragam gudepnya jg dibantu oleh kak idik.

TQ

On 8/31/07, kelapa bertunas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Salam Pramuka!
>
> Terima kasih kak Hendro Prakoso!
> Saya senang sekali dan menghargai pendapat Kak Hendro yang mencoba
> berhati-hati dalam menerangkan...Sebelumnya, izinkan saya untuk memberikan
> klarifikasi terlebih dahulu maksud tulisan saya sebelumnya, agar tidak
> terjadi kesalahpahaman.
>
> Dalam tulisan saya yang terdahulu (tolong Kak Hendro cermati sekali lagi),
> saya mempertanyakan seragam Pramuka dari sisi pemahaman desain. Maksudnya
> adalah agar kita semua menjadi lebih paham mengenai desain baju Pramuka yang
> sekarang kita pergunakan...selanjutnya setelah kita mengetahui tinjauan
> desain yang ada, saya berharap forum ini dapat mulai mendiskusikan sisi baik
> buruknya desain tersebut. Naaah...setelah itu mari berdebat&bermusyawarah
> mengenai apakah seragam tersebut masih layak dipergunakan atau diganti
> saja(ini baru adil)...Kalau memang desain yang ada sudah baik dari sisi
> tinjauan desainnya, kita akhiri saja topik mengenai seragam ini. Betul tidak
> kak?
>
> Dari mana kita mengetahui apakah seragam ini sudah baik atau
> tidak?tentunya dari informasi yang ada. Nah menurut saya, informasi mengenai
> seragam yang ada sejauh ini sifatnya cenderung puitik dan filosofis sekali
> ketimbang informasi fungsi dan kegunaan. Bukan berarti nilai-nilai filosofi
> Patriotisme, nasionalisme dll tidak perlu lho! Sejauh yang saya tahu
> perancang baju, produk, bahkan makanan sekalipun pasti mempertimbangkan
> faktor tersebut ketika dia hendak merancang sesuatu. Mari kita lihat
> pembahasan seragam pada website2 ini misalnya:
> http://scoutstuff.org
> http://www.ccraig.org
>
> Saya sebenarnya tidak terlalu memberikan penekanan pada
> perancangnya(apalagi secara pribadi)...Saya sendiri baru saja mengetahui
> bahwa perancang seragam Pramuka adalah Kak Idik sulaeman dari Kak Hendry
> beberapa saat yang lalu.
>
> Yang sedang saya coba tanyakan adalah: "Bagaimana sih asal-usul seragam
> Pramuka?kenapa warnanya coklat?kenapa bentuknya seperti ini-itu?Bagaimana
> pemikiran perancangnya ketika merancang seragam tersebut?dll"
> bukan: "Siapa sih perancangnya?Pribadi seperti apa yang dapat merancang
> seragam seperti itu?Apa sih latar belakang akademis perancangnya?dll"
> tolong agar kakak-kakak dapat membedakannya. Sehingga menurut saya tak
> perlu lagi ada kata: "Please, kehormatan kak idik yang jasanya banyak bagai
> gerakan kita dijaga." seperti yang diutarakan kak hendro Prakoso di kemudian
> hari, karena saya yakin bahwa setiap Pramuka akan selalu berusaha menjaga
> kode kehormatannya. Saya sendiri bingung dengan pernyataan kak Hendro
> tersebut....Apakah ada kata-kata saya yang terkesan ingin merusak nama baik
> dan kehormatan kak Idik ya?Kalau saya ingin tahu banyak soal seragam apa
> saya salah kak?Saya ingin jadi manusia Produktif dan tidak konsumtif, apa
> itu salah juga kak?
>
> Mengenai soal beberapa TKK yang saya tanyakan pada tulisan saya
> sebelumnya, saya mohon kak Hendro untuk dapat bantu menjelaskan mengenai
> makna simbol-simbol TKK tersebut yang sebenarnya bagi Pramuka
> sendiri....heheh...mudah-mudahan kakak tahu dan dapat menjelaskan, sebelum
> saya semakin Paranoid nih...hihi....(Saya ambil resiko disebut paranoid deh
> kak, ketimbang disebut buta untuk dapat melihat simbol sejelas itu...)
>
> Terima kasih banyak ya Kak Hendro atas tanggapannya, mohon maaf kalau ada
> kata-kata saya yang tidak berkenan. Kakak-kakak yang lain mana nih?
> Salam!
>
> rimata66 <[EMAIL PROTECTED] <rimata66%40yahoo.com>> wrote:
> Salam Pramuka
>
> Saya salut dengan adanya orang seperti Kak Kelapabertunas yang
> menulis dengan rame dan penuh keinginantahu secara mendasar. Cuma
> ada beberapa hal yang berlebihan.
>
> Pertama
> Pernyataan bahwa "jangan sampai nama Kak Idik menghalangi kita
> mengkritisi seragam".
> Pernyataan seperti ini dapoat ditafsir seolah-olah ada apa-apa
> dengan pribadi Kak Idik.
> Semoga tidak.
>
> Nama kak Idik saya temui pertamakali di logbook ambalan saya tahun
> 1967. Kemudian saya tahu bahwa beliau adalah kakwarcab kota Bandung
> 62 - 65 dan anduperkap Jawa Barat di masa yang sama. Tahun 80-an
> saya bersua dengan beliau lewat majalah Plasma almarhum, yang cuma
> terbit 2/3 edisi. Juga lewat buku-bukuseri Nayasilana, terbitan
> Kwarda Jabar, yang sebagian merupakan terjemahan buku-buku Gilcraft.
>
> Persuaan secara pribadi kalau tak salah adalah di diklat protokol
> Kota Bandung 88 ketika beliau hadir memberikan ceramah. Pertemuan
> berikut ada berapa kali dan kali terakhir di penyegaran pelatih Kota
> Bandung tahun 2005. Secara intens, saya menyerap tulisan-tulisan
> beliau, lewat majalah Bekal Pembina.
>
> Persentuhan secara pribadi ini membuat saya yakin dan betul
> merasakan profil Kak Idik sebagai pandu/Pembina beneran. Kak Hendry,
> yang bersentuhan langsung dengan lebih intens dengan beliau di gudep
> pangkalan Univ Trisakti bisa lebih banyak cerita pribadi beliau.
>
> Tampaknya Kak Kelapabertunas pun tahu Kak Idik, setidaknya nama.
> Karena beliau duluan menyebut nama sebelum Kak eka menuliskan nama
> Kak idik di e-mailnya.
>
> Please, kehormatan kak idik yang jasanya banyak bagai gerakan kita
> dijaga.
>
> Kedua
> Buat saya, mengaitkan TKK dengan lambang Free Mansory adalah
> permikiran paranoid yang berlebihan. Jangan-jangan kakak terlalu
> banyak baca buku Harun Yahya sehingga jadi paranoid seperti itu.
> Barangkali kita mesti hati-hati mengajukan pernyataan seperti ini.
>
> Mohon maaf jika tidak berkenan.
>
> Hendro Prakoso
>
> --- In [email protected] <pramuka%40yahoogroups.com>,
> "kelapabertunas"
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Salam Pramuka!
> >
> > Ngomong-ngomong soal seragam Pramuka, apakah ada kakak-kakak yang
> > mengetahui mengenai serba-serbi seragam Pramuka secara
> > mendetail?Tolong bantu saya yang awam ini untuk diberi informasi
> yang
> > lengkap dan menyeluruh...Dari mulai alasan fungsional warna,
> bentuk,
> > pemilihan bahan dan lain-lain. Kalau memang kak Idik Sulaeman
> adalah
> > seorang Desainer, tentunya beliau akan dengan senang hati
> menjelaskan
> > konsep Desain Seragam Pramuka yang beliau buat secara menyeluruh
> juga.
> > Tidak hanya alasan filosofisnya saja. Kira-kira dimana saya bisa
> > mendapat gambaran yang utuh dari kak Idik Sulaeman tentang hal
> > tersebut ya?
> >
> > Mengapa hal ini menjadi demikian perlunya?Kalau menurut saya (
> sekali
> > lagi: yang masih awam ini lho), hal tersebut menjadi perlu agar
> kita
> > semua dapat mengkaji secara lebih jernih persoalan "perlukah
> Seragam
> > Pramuka diubah?"kalau Seragam Pramuka memang sudah sedemikian
> baiknya,
> > kenapa pula mesti diubah?namun dari mana kita mendapatkan gambaran
> > jernih tentang apakah seragam Pramuka yang ada sudah baik atau
> belum,
> > kalau gambaran detail mengenai segala proses perancangannya hanya
> > sedikit saja yang kita ketahui...
> >
> > Saya kasih contoh misalnya...Adakah yang pernah membahas simbol
> pada
> > TKK Juru Gambar, Juru Logam dan Konstruksi Pesawat Udara?Bukankah
> itu
> > simbol yang sangat identik dengan simbol organisasi rahasia
> > Freemasonry?Apakah itu berarti diam-diam telah ada penyisipan unsur
> > penanaman ideologi dan JIWA Freemasonry dalam Gerakan Pramuka?
> Tolong
> > bagi kakak-kakak yang mengerti hal ini untuk dapat juga
> menjelaskannya...
> >
> > Saya khawatir bahwa sebagian besar anggota Pramuka banyak yang
> tidak
> > paham akan hal-hal seperti contoh TKK yang saya sebutkan diatas,
> > karena terbiasa hanya mengkonsumsi saja barang yang sudah
> ada...Maaf,
> > Saya kurang sepaham dengan kakak-kakak yang mencoba menengahi
> diskusi
> > dengan kata-kata sejenis "sudahlah...Toh kak Idik Sulaeman
> profesinya
> > Desainer, Kepala Jurusan Seni Rupa, dll" sehingga menutupi rasa
> kritis
> > kita dengan alasan-alasan seperti itu. Bukankah seorang Pramuka
> harus
> > bertanya?bukankah seorang Pramuka harus peka?Bukankah seorang
> Pramuka
> > harus selalu meningkatkan pengetahuannya?Bukankah Pramuka harus
> > menjadi golongan Produktif bukan Konsumtif?
> >
> > Dengan segala kerendahan hati saya mohon agar kakak-kakak disini
> yang
> > sudah memiliki pengetahuan jauh lebih banyak dan dalam mengenai
> > seragam Pramuka untuk lebih banyak memaparkan lagi secara detail
> dan
> > objektif serba-serbi seragam ini tanpa terlebih dahulu dibumbui
> > keberpihakan "Setuju diubah!" atau "Tidak Setuju diubah", sebelum
> ada
> > paparan yang benar-benar jernih mengenai serba-serbi seragam
> Pramuka ini.
> >
> > Mohon maaf sebesar-besarnya kalau ada kata-kata saya yang
> menyinggung
> > kakak-kakak sekalian di forum ini.
> >
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>



-- 
Life for Success
Regards,
HENDRY RISJAWAN - YC0LKJ
Mind Motivator & Trainer


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke