Setuju dengan Kak Hendry,

Apalah arti seragam, kalau Tri Satya dan Dasa Dharma saja nggak benar 
melaksanakannya. Dharma pertama saja sudah sulit memenuhinya : Takwa kepada 
Tuhan Yang Maha Esa, belum lagi sembilan Dharma yang lainnya.

Saya ini, meski sudah 20 tahun tak berseragam Pramuka, rasanya ikut Pramuka kok 
ya baru kemarin. Jadi melakukan perbuatan atau tindakan tertentu saya selalu 
teringat pada Satya dan Dharma itu. Terima kasih pada Pramuka.

  ----- Original Message ----- 
  From: Hendry Risjawan 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, August 27, 2007 8:31 PM
  Subject: RE: [Pramuka] Apa betul seragam Pramuka perlu diubah ?


  kalo saya yg terpenting benerin dulu mental, budi pekerti, intinya bener tri
  satya & dasa darmanya jalan dulu.. baru yg lainnya, apalah artinya baju
  berubah kl jiwanya tdk berubah....bangunlah jiwanya....

  Kita Pramuka/Pandu adalah titipan bangsa kita sejak dahulu kala.... Ingat di
  lagu kebenagsaan terdapat kalimat ..... Jadi Pandu Ibuku.... lalu di lagu
  Indnoesia Raya yg baru ditemukan juga terdapat teks.... Majulah
  Pandunya..... 

  So dr banyak keinginan untuk ganti ini ganti itu mendingan ganti jiwanya
  dulu deh....

  Life for Success
  Regards,

  HENDRY RISJAWAN - YC0LKJ

  Mind Motivator & Trainer

  _____ 

  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
  deden syefrudin
  Sent: Senin, 27 Agustus 2007 13:54
  To: [email protected]
  Subject: Re: [Pramuka] Apa betul seragam Pramuka perlu diubah ?

  salam Pramuka

  saya sangat setuju dengan kak hendro soal kiasan dasar pakaian pramuka,
  namun 
  penting juga untuk mengakomodir keinginan agar baju pramuka itu ngak panas
  sekali kalo kita melakukan kegiatan dilapangan... mungkin siasatnya 
  dengan bahan baju yang lebih mudah menyerap keringat.... 
  selanjutnya juga agar tanda-tanda/lencana dalam bentuk bahan kain sehingga
  memudahkan untuk bergerak di lapangan... gimana ?

  atau memang setelah diberitahukan oleh kak hendro masih ada keinginan
  berubah warna...
  saya sich berpendapat semua seragam itu baik, lebih baik lagi kalo jiwanya
  yang lebih baik
  nah kalo seragam penggalang, penegak dan pendega sampai dengan pembina masih
  sama modelnya... masih menarik apa ngak yach?

  regard 
  deden

  rimata66 <[EMAIL PROTECTED] <mailto:rimata66%40yahoo.com> com> wrote:

  Salam Pramuka,

  Apa yang salah dengan seragam Pramuka ? Dari model, kalau kita 
  bandingkan dengan berbagai NSO yang lain maka seragam pandu itu ya 
  modelnya memang mirip, mengadopsi seragam tentara. Ga apa-apa, 
  asal "jiwa"nya jiwa Pandu. Model ini dari dulu hingga kini ya 
  seperti itu.

  Warna ? Kalau warna mau diubah maka kita harus kembali lagi ke 
  Kiasan Dasar. Ada kaitan langsung tak langsung dengan kiasan dasar 
  yang juga mewarnai pilihan warna. Warna tanah Indonesia yang 
  diperjuangkan kita dari masa ke masa yang melekat pada kias Sejarah 
  Perjuangan Bangsa yang menjadi rohnya Kiasan Dasar. Kiasan dasar 
  Gerakan Pramuka itu khas karena tidak kita temui di negara lain. Apa 
  konsekuensi mengubah warna dengan kiasan dasar ?

  Pilihan warna memang selera pribadi. Saya sendiri lebih suka dengan 
  warna khaki. Saya pribadi sangat interested dengan seragam pandu 
  Thailand. Klasik, tapi tetap tampil elegan.

  Apakah warna mencolok akan membuat kaum muda tertarik ? Kalau warna 
  yang menarik mungkin seragam Pengakap warnanya paling cerah walau 
  birunya lebih berwarna nuansa laut dan di hutan/gunung buat saya 
  tidak nyambung.

  Saya kok berpendapat bahwa bukan soal model dan warna yang bikin 
  tampilan Pramuka tidak menarik tapi suasananya. Atau mungkin pilihan 
  bahan yang dipakai.

  Belakangan ini bahan seragam kebanyakan menggunakan bahan kain untuk 
  celana pria, macam rapillo dsb. Memang untuk penampilan, jatuhnya 
  jadi bagus. Seingat saya, Pramuka mulai sangat memperhatikan 
  penampilan setelah pertengahan tahun 80-an. Pramuka jadi punya 
  kebutuhan untuk tampil bagus dan dapat diperbandingkan dengan 
  organisasi remaja sebayanya misal Paskibra.

  Tapi seragam dengan bahan ini punya kelemahan. Bahannya tidak nyaman 
  dipakai, panas. Dan konsekuensinya jadi tidak pas dipakai ketika 
  kita betul-betul melakukan kegiatan di alam terbuka. Apalagi lencana 
  kita yang sangat dominan menggunakan logam, yang mudah jatuh bila 
  kualitas penitinya buruk, membuat makin tidak kena sebagai seragam 
  seorang pencinta kegiatan alam terbuka. Kesan militeristiknya jadi 
  kuat.

  Tahun 70-an ketika saya baru jadi Pramuka, bahan seragamnya lebih 
  menarik. Saya paling suka warna yang banyak dipakai di akhir 70-an 
  awal 80an di Bandung yang agak kehijauan.

  Terlepas dari itu memang kalau pakai seragam Pramuka kesannya jadi 
  formal sekali. Dengan makin banyaknya birokrat jadi Pramuka maka 
  kultur itu jadi makin kuat. Suasana di Kwartir-kwartir menjadi 
  sangat formal, bukan lagi markasnya Pandu/Pramuka. Saya saja ketika 
  baru jadi Wakil Ketua Kwarcab jadi risi karena perlakuan protokoler 
  pada saya kok jadi seperti pada pejabat pemerintah ? Untungnya 
  sekarang sudah mulai cair kembali ....

  Jadi bukan seragamnya yang harus berubah tapi orang-orangnya yang 
  harus beruba.

  Jangan jadi Pandu salon, yang cuma muncul di upacara-upacara saja 
  (ingat warning ini sudah ditulis BP tahun 1922 di buku Rovering to 
  Success). Pakaian PDUB yang baru muncul makin memperjelas potret 
  pandu-pandu salon.

  Semoga saya tidak menjadi menggurui.
  Punten ah.

  Hendro Prakoso

  ---------------------------------
  Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
  Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo!
  Games.

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.484 / Virus Database: 269.12.10/977 - Release Date: 8/28/2007 
4:29 PM


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke