Salam Sejahtera selalu untuk Kakak-kakak di Kwarran Tanjung Harapan!
Boleh sedikit cerita ya kak!.............Ketika dulu saya pernah menjadi
anggota Pramuka penggalang di SD, saya sempat merasa kecewa juga ketika pada
kegiatan Lomba Tingkat, regu saya harus berhadapan dengan regu-regu lain yang
anggotanya anak2 SMP. Kekecewaan tersebut sempat kami utarakan pada kakak
pelatih dan pembina SD saya pada saat itu, dan tanggapan mereka adalah: "mau
gimana lagi, sudah begitu peraturannya..."Jawaban yang paling saya benci sejak
kecil!(thx God! jiwa kritis saya sudah terbentuk sejak menjadi Pramuka siaga!)
Satu tahun setengah lamanya saya mendongkol dalam hati(Mungkin hal tersebut
pula yang saat ini dirasakan peserta didik dari Kwarran Tanjung Harapan). Namun
keadaannya menjadi berbeda ketika saya berniat melanjutkan kegiatan Pramuka di
SMP(masih sebagai penggalang tentunya). Pada masa-masa Orientasi Kepramukaan,
sayalah satu-satunya calon anggota baru di gudep di SMP tersebut yang pernah
mengikuti kegiatan Pramuka sebelumnya. Kenyataan PAHIT yang saya baru ketahui
kemudian adalah:
pertama: Saya satu-satunya calon anggota yang telah mengetahui serba-serbi
kegiatan penggalang.(teman-teman yang lain tahunya hanya kepanjangan
Pramuka=Praja Muda Karana)
ke-dua: Saya satu-satunya calon anggota yang telah memiliki buku SKU yang sudah
banyak terisi.(teman-teman yang lain baru saja tahu kalau ternyata di pusat
pertokoan perlengkapan TNI di kota kami, dijual juga perlengkapan Pramuka)
ke-tiga: Saya satu-satunya calon penggalang yang telah memiliki beberapa
TKK(sementara teman-teman yang lain hanya bengong saja ketika pembina Gudep SMP
menerangkan soal TKK)
ke-empat: Saya satu-satunya calon anggota yang pernah mengikuti berbagai
kegiatan Pramuka penggalang (termasuk Jamboree dan Lomba Tingkat)
Hal tersebut sempat menimbulkan kecemburuan pada teman-teman sesama calon
anggota baru di Gudep SMP yang saya masuki tersebut, terlebih-lebih kakak-kakak
senior Pramuka di Gudep tersebut. yah...APES DAH! dengan manisnya saya sempat
jadi bulan-bulanan...dites ini-itu...sampai diinterogasi segala kaya penjahat
aja...Namun hal tersebut tidak berlangsung lama sih, karena apa yang sudah saya
dapat semasa menjadi Pramuka penggalang di SD cukup dapat saya
pertanggungjawabkan. Alhasil, saya ditunjuk menjadi ketua regu dan satu tahun
kemudian saya dipersiapkan menjadi Pratama Putra disana, dua tahun kemudian
dipersiapkan jadi Penggalang Garuda deh....heheh...ini hanya berbagi cerita aja
loh kak tanpa tendensi apa2!(lagipula cerita saya emang hanya
segitu-segitunya....wong cuman aktif sampai penggalang...hahaha)
Nilai baiknya sih(setidaknya itu yang saya alami sendiri) menurut saya
anak-anak didik tingkat SD di Kwarran Kakak mudah2an tdk akan kaget lagi dengan
kegiatan Penggalang di sekolah lanjutannya kelak(SMP)...untuk mencapai prestasi
pada kegiatan LT/kegiatan apapun yang mereka hadapi nanti menjadi lebih mudah
dan akan mengalami percepatan karena sdh paham medan dan prnh mengalami
sebelumnya. kakak-kakak pembina Pramuka SD semestinya jangan lupa seandainya
anak didik mereka kelak berprestasi di Gudep barunya, itu juga karena jasa
beliau-beliau...
Lagi pula siapa sih yang bilang kalau LT itu soal JUARA-JUARAAN...maaf bagi
saya itu sangat tidak masuk diakal!setiap anak haruslah diberikan penghargaan
dalam prestasi yang sekecil-kecilnya sekalipun!!!(Setiap pembina harus mengerti
ini!).Tanamkanlah pada anak-anak didik bahwa ketika mereka mengikuti LT saja,
itu sudah merupakan suatu kebanggan yang terhormat!Bangga menjadi anggota
Pramuka yang selalu dan selalu dapat belajar banyak hal dari kegiatan semacam
itu...Ingat, tidak semua anak SD SMP bisa mengikuti kegiatan semacam ini.
kalau memang LT adalah soal juara-juaraan, bubarkan/boikot saja kegiatan
LT-LTan itu...(mari berdebat soal ini!) LT bukanlah sarana uji kemampuan
hapalan dangkal, namun salah satu sarana dimana seluruh isi Dasadharma
seharusnya ditunjukkan oleh para peserta di dalamnya. Mana sikap PATRIOT YANG
SOPAN DAN KSATRIA dan SUCI DALAM PIKIRAN, PERKATAAN DAN PERBUATAN kalau setiap
peserta LT yang tidak "juara" lebih sibuk protes sana-sini ketimbang meresapi
nilai-nilai tujuan kegiatannya??? apalagi kalau sampai dibumbui kata-kata
cacian dan isu-isu yang mengarah ke fitnah....makin absurd deh tujuan Gerakan
Pramuka kalo gitu jadinya...(aduh jadi kenceng gini....UPS!maaf ya kakak-kakak,
saya suka agak berkobar-kobar kalo udah urusan Pendidikan anak)
menurut saya The Real Champion dari kegiatan LT/semacamnya adalah:
-Peserta yang senantiasa "membantu" peserta lain yang dilihatnya sangat
kesulitan sampai hampir menetes air matanya karena kesulitan tersebut. -Peserta
yang senantiasa membangun serta menjaga "persahabatan dan kasih sayang" dengan
sesama peserta lainnya bahkan ketika kegiatan itu sudah berakhir sekalipun.
-Peserta yang sadar telah mempelajari dan meresapi banyak ilmu positif dalam
kegiatan tersebut untuk kemudian diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari.
Sehingga semenjak kegiatan tersebut berakhir terdapat perubahan nyata dalam
kehidupan sehari-harinya kemudian.
-Peserta yang tidak terlalu perduli dengan label-label "Juara" ketika ia
berniat mengikuti kegiatan LT/semacamnya. Yang dipedulikannya hanyalah
semangatnya untuk selalu dapat menyerap ilmu-ilmu baru yang sebelumnya tidak ia
ketahui.
-Peserta yang ketika pulang merasa malu bahwa Trisatya dan Dasadharma belumlah
cukup ia amalkan selama mengikuti kegiatan tersebut.
-Dan yang terutama adalah peserta yang bertambah keimanannya pada Tuhan yang
Maha Esa setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Dan bukanlah JUARA I, II atau III LT berapapun dimana jejak yang paling jelas
dari hasil LTnya hanyalah piala dan piagam penghargaan.
Mudah-mudahan cukup mencerahkan kita semua!
mohon maaf kalau ada kata-kata saya yang kurang berkenan ya kakak-kakak...
kwarran_tjharapan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saat
ini golongan Pramuka didasarkan pada usia peserta didik
(anggota), sehingga dilapangan terutama di daerah kita mendapatkan
hambatan pada saat akan melaksanakan kegiatan. seperti untuk
mengadakan Lomba Tingkat, banyak Pembina di Pangkalan Sekolah Dasar
yang mengeluh "anggota saya kan SD, kok diadu sama SMP, kan nggak
adil". Hal ini di Kwarran kami pernah terjadi, dan memang kurang adil
rasanya baik dari segi fisik dan ilmu pengetahuan jika pada perlombaan
pramuka dari SD disamakan dengan yang dari SMP.
Kami menyarankan kepada Kwarnas agar dilakukan evaluasi dan revisi
terhadap batasan usia pada golongan Pramuka, sebaiknya diusahakan
batasan usia standar pada usia umum jenjang pendidikan.
Selanjutnya TKK/SKK yang ada saat ini sudah banyak ketinggalan zaman,
maksudnya ada bermacam perkembangan zaman yang belum tercover oleh SKK
Pramuka, seperti perkembangan Teknologi informasi sebaiknya diadakan
SKK-nya.
__._,_.__
Recent Activity
3
New Members
Visit Your Group
Y!
Sports for TV
Game Day Companion
Live fantasy league
& game stats on TV.
Beauty & Fashion
on Yahoo! Groups
Share style tips
and advice.
Green Groups
on Yahoo! Groups
share your passion
for the planet.
.
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]