Seragam, selain alat membina juga alat pemasaran (daya tarik). Sebagai alat membina silakan kakak2 nilai, masih bisa atau tidak. Menurut saya, sebagai alat pemasaran pramuka, seragam kita sudah tidak mendukung, bukan sekedar desain masalahnya, tatapi kebijakan Gerakan Pramuka dimasa lampau sudah menghancurkan nilai kebanggaan yang ada. Dan sekarang, selanjutnya terserah kita kaan,
vivat Pramuka ghozy --- iwan sams <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Aduuhh, jadi pengen cerita juga deh ..... > > Mudah2 an nggak ada yang keberatan ya kak. > Kebetulan pengalaman yang sama, saya dapatkan juga > Kak. Alhamdulillah, saya ditempa oleh Gerakan > Pramuka pada tiga jenjang sekaligus : kelompok > siaga, kelompok Penggalang dan kelompok Penegak. > > Saya mulai aktif di kegiatan Pramuka (di sekolah) > sejak kelas 1 SD. Waktu itu sebagai anggota Barung > Merah saya menjadi Ketua Barung dan memimpin > sejumlah anak kecil yang baru saja lulus TK dan > masih pada doyan menangis. Termasuk saya tentunya. > Kegiatan Siaga ini dalam kenangan saya sungguh > sangat menyenangkan, jauh lebih menyenangkan > daripada kegiatan sekolah. > > Kita berlatih berbaris, menyanyi, juga berkemah di > halaman sekolah. Wah, rasanya bangga sekali memakai > seragam pramuka, di pinggang ada pisau kecil dan > juga ada tali pramuka. Terima kasih buat Pak Eko > Saputro yang telah menanamkan jiwa kepanduan dengan > baik untuk saya dan teman2 waktu itu. > > Saya mulai memasuki usia penggalang saat duduk di > kelas 5 SD (umur 11 tahun), berlatih sangat giat > sekali. Dan menjadi anggota Regu Rajawali, salah > satu regu yang ditakuti di kota kami, karena > kedigjayaan regu ini dalam setiap even Lomba > Tingkat. Bahkan dalam lomba tingkat Kabupaten kami > berhasil mengalahkan peserta lain dari kelompok > penggalang dari Gudep lain. > > Regu kami tidak semua berasal dari SD, bahkan sang > Ketua Regu adalah siswa SMP kelas II. Saya sendiri > hanyalah anak bau kencur yang kerap jadi "kacung" > kawan2 lain karena bertubuh paling kecil dan paling > lemah diantara peserta lainnya. Oh ya, waktu > penggalang, saya tidak lagi ikut pramuka di > sekolahan melainkan di sebuah gugus depan yang > berpangkalan di Kantor Polsek. Selain kelompok > penggalang, di sini ada juga kelompok remaja yang > dididik sebagai Satuan Karya Bhayangkara (Penegak). > > Karena saking giatnya, setahun kemudian, sewaktu > saya duduk di kelas 6 SD kami diikutkan dalam > seleksi Pramuka yang akan ikut serta dalam kegiatan > Jambore Nasional 1981 di Cibubur. Alhamdulillah saya > ikut terpilih. Seleksinya cukup berat dan bagi anak > kecil seusia saya waktu itu cukup menakutkan. Umur > saya waktu itu baru saja 12 tahun, tetapi sudah > macam2 kegiatan dibebankan pada saya. > > Saya memulai SKU penggalang Ramu dan ketika > berangkat ke Jamnas berhasil mencapai SKU Penggalang > Rakit serta 5 TKK wajib plus 10 TKK pilihan yang > dipampang di selempang kebesaran. Bangga sekali saya > waktu itu. > > Sepulang Jambore Nasional, banyak anggota Pramuka > yang memilih yang tidak aktif lagi, tetapi saya > malah semakin aktif. Dan akhirnya saya terpilih > sebagai Ketua Regu Rajawali menggantikan Kak John > yang masuk usia Penegak (SMA). Waktu itu saya duduk > di kelas 2 SMP. Beberapa bulan kemudian, dalam > musyawarah Dewan Penggalang saya ditunjuk sebagai > Pratama untuk seluruh Pasukan Penggalang. Saya juga > lulus semua persyaratan TKU dan TKK sehingga menjadi > satu-satunya Penggalang Terap di pasukan. > > Saya tidak berhenti disitu saja. Ketua-ketua regu > lain saya dorong untuk mencapai TKU Penggalang > Terap. Sehingga ketika akhirnya saya lulus dari SMP > pada usia 15 tahun sebagai Pratama, semua ketua regu > saya sudah mencapai tingkat Penggalang Terap dan > banyak Penggalang Rakit dan Ramu di dalam regu > mereka. Saya menjadi pembantu pembina Penggalang dan > melatih anak-anak Siaga yang bersiap masuk ke > pasukan Penggalang. > > Saya sempat memimpin pasukan penggalang ke arena > Perkemahan Bhakti Pramuka 1983 di Samarinda dalam > rangka Munas Gerakan Pramuka tahun itu. Saya juga > sempat mengikuti seleksi sebagai Pramuka Garuda, > namun tidak sampai selesai berhubung saya mesti > melanjutkan sekolah ke luar kota di lain provinsi. > Perpindahan saya ini sangat disayangkan oleh > kakak-kakak pembina tetapi mau bagaimana lagi, > karena cita-cita tetaplah mesti diutamakan. > > Di kota dan provinsi yang baru saya memulai > aktivitas saya di kepramukaan sebagai Penegak tamu, > dan kali ini pada Pramuka yang berpangkalan di > sekolah. Saya mengikuti kegiatan pramuka, pengenalan > terhadap berbagai satuan karya (Bhayangkara, > Wanabhakti dan Dirgantara) dan sebagainya. Saya > putuskan untuk aktif di kegiatan Saka Wanabhakti. > Dan pengalaman di masa Penggalang dulu amat membantu > saya dipercaya oleh kawan-kawan yang ada di > pangkalan Wanabhakti. Sayapun ditunjuk sebagai Ketua > Satuan Putra. > > Memimpin remaja2 dari berbagai sekolah di Saka > Wanabhakti merupakan pengalaman yang amat berharga > bagi saya. Dan sungguh pengalaman yang amat > menyenangkan. Saya pernah mengikuti Perkemahan > Wirakarya Apiari di Batang, Jawa Tengah tahun 1985 > sebagai utusan Kwarcab Banyumas. Juga dua kali > mengikuti Perkemahan Pekan Penghijauan Nasional > masing2 di Wonogiri (1985) dan di Pengalengan > (1986). Juga menjadi peninjau pada Jambore Nasional > 1986 di Cibubur. Benar-benar suatu pengalaman yang > sangat meyenangkan. > > Namun itulah cerita terakhir saya di lingkungan > Gerakan Pramuka, karena setelah lulus SMA dan > melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di kota > lain, saya memilih kegiatan lain yang tidak > berseragam. Tetapi pengalaman berorganisasi di > Pramuka sangat membantu saya di organisasi yang > baru, tak heran sewaktu Pemilu Senat, saya terpilih > sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa di Fakultas saya, > sebelum akhirnya terpilih pula sebagai Sekjen Senat > Mahasiswa Universitas pada masa SMPT awal dulu. > > Saya setuju dengan pendapat kakak di bawah ini. > Apapun kegiatan yang kita ikuti sebenarnya yang > paling penting adalah nilai dan moral yang bisa kita > serap dari sebuah kegiatan yang kita ikuti. > Prosesnya menuju ke situ jauh lebih penting dari > hasil kegiatan itu sendiri. > > Saya kira begitu ya kakak-kakak. Semoga pengalaman > saya ini bermanfaat untuk semuanya dan mohon maaf > bila ada yang tak berkenan. > > ----- Original Message ----- > From: kelapa bertunas > To: [email protected] > Sent: Sunday, September 02, 2007 8:29 AM > Subject: Balasan: [Pramuka] Golongan Pramuka dan > TKK > > > Salam Sejahtera selalu untuk Kakak-kakak di > Kwarran Tanjung Harapan! > > Boleh sedikit cerita ya kak!.............Ketika > dulu saya pernah menjadi anggota Pramuka penggalang > di SD, saya sempat merasa kecewa juga ketika pada > kegiatan Lomba Tingkat, regu saya harus berhadapan > dengan regu-regu lain yang anggotanya anak2 SMP. > Kekecewaan tersebut sempat kami utarakan pada kakak > pelatih dan pembina SD saya pada saat itu, dan > tanggapan mereka adalah: "mau gimana lagi, sudah > begitu peraturannya..."Jawaban yang paling saya > benci sejak kecil!(thx God! jiwa kritis saya sudah > terbentuk sejak menjadi Pramuka siaga!) > > Satu tahun setengah lamanya saya mendongkol dalam > hati(Mungkin hal tersebut pula yang saat ini > dirasakan peserta didik dari Kwarran Tanjung > Harapan). Namun keadaannya menjadi berbeda ketika > saya berniat melanjutkan kegiatan Pramuka di > SMP(masih sebagai penggalang tentunya). Pada > masa-masa Orientasi Kepramukaan, sayalah > satu-satunya calon anggota baru di gudep di SMP > tersebut yang pernah mengikuti kegiatan Pramuka > sebelumnya. Kenyataan PAHIT yang saya baru ketahui > kemudian adalah: > > pertama: Saya satu-satunya calon anggota yang > telah mengetahui serba-serbi kegiatan > penggalang.(teman-teman yang lain tahunya hanya > kepanjangan Pramuka=Praja Muda Karana) > ke-dua: Saya satu-satunya calon anggota yang telah > memiliki buku SKU yang sudah banyak > terisi.(teman-teman yang lain baru saja tahu kalau > ternyata di pusat pertokoan perlengkapan TNI di kota > kami, dijual juga perlengkapan Pramuka) > ke-tiga: Saya satu-satunya calon penggalang yang > telah memiliki beberapa TKK(sementara teman-teman > yang lain hanya bengong saja ketika pembina Gudep > SMP menerangkan soal TKK) > ke-empat: Saya satu-satunya calon anggota yang > pernah mengikuti berbagai kegiatan Pramuka > penggalang (termasuk Jamboree dan Lomba Tingkat) > > Hal tersebut sempat menimbulkan kecemburuan pada > teman-teman sesama calon anggota baru di Gudep SMP > yang saya masuki tersebut, terlebih-lebih > kakak-kakak senior Pramuka di Gudep tersebut. > yah...APES DAH! dengan manisnya saya sempat jadi > bulan-bulanan...dites ini-itu...sampai diinterogasi > segala kaya penjahat aja...Namun hal tersebut tidak > berlangsung lama sih, karena apa yang sudah saya > dapat semasa menjadi Pramuka penggalang di SD cukup > dapat saya pertanggungjawabkan. Alhasil, saya > ditunjuk menjadi ketua regu dan satu tahun kemudian > saya dipersiapkan menjadi Pratama Putra disana, dua > tahun kemudian dipersiapkan jadi Penggalang Garuda > deh....heheh...ini === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. http://travel.yahoo.com/

