rimata66 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --- In [email protected],
Dini Dee <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> dear All,
Dear Dini
>
Dear All,
> Memang ga ada yang salah dengan SKU-SKU kita. Di milis yang
lalu saya menggulirkan (semacam) "amandemen" SKU yang tujuannya
untuk merombak implementasi SKU itu sendiri yang sebenarnya kita
semua pun sadar kalo sebagian isinya sudah ga relevan dengan
kemajuan dan perubahan saat ini.
Ini yang mau saya tanyakan pada diri anda. Mohon maaf saya sama sekali ga
menemukan pertanyaan apapun di sini
Saya tidak sepakat kalau anda mengatakan SKU kita ga relevan dengan
kemajuan dan perubahan saat ini. Sah-sah saja jika Kakak ga sepakat dan tidak
sepahaman dengan saya, itulah sebabnya mengapa milis ini dibuat bukan, tidak
salah dan tidak bukan salah satunya sebagai media diskusi kita atas
perbedaan-perbedaan yang ada menjadi sebuah pemikiran yang tentunya untuk
kebaiakan di masa yang datang.
Penguasaan teknologi memang merupakan sesuatu yang sebelumnya
mungkin tidak ada. Menurut saya Penguasaan Teknologi bukanlah satu-satunya
ukuran saya mengatakan SKU kita sudah ga relevan dengan perkembangan yang ada
Namun toh pendidikan scouting itu tidak bertujuan untuk membuat
orang menguasai teknologi. Di Pramuka saya pernah belajar dan diajarkan
teknologi, dari yang dasar, sebut saja kita yang pernah belajar di Pramuka
kenal yang namanya Teknologi Tepat Guna (TTG), di Saka Dirgantara kita
diajarkan beberapa teknologi kecanggihan pesawat terbang, Pramuka bisa
Jota-Joti juga karena Pramuka belajar teknologi dan pasti akan banyak lagi
teknologi yang disadari ato pun tidak sebetulnya kita sudah belajar di Pramuka.
Belajar teknologi bukan di gerakan Pramuka, namun Pramuka harus
mampu adaptasi dengan teknologi. Saya setuju banget kalau Pramuka harus mampu
adaptasi dengan teknologi tapi menurut saya tidak tepat rasanya kalau Pramuka
ga ajari teknologi, ada beberapa butir SKU yang menyentuh teknologi meskipun
sederhana, artinya Pramuka harus peka dengan teknologi, bukan??? dan untuk
beradaptasi dengan suatu teknologi bukankah akan lebih baik kalau kita
mengenali dan menguasai teknologi tsb (hemat saya ga gaptek) dan kalau memang
bisa belajar teknologi di Pramuka, mengapa tidak??? toh Pramuka juga ada bidang
yang menangani hal itu (sebut saja kita punya Saka). Justru akan meningkatkan
minat peserta didik kan?? (mohon maaf saya semakin melebar, sekedar
mengingatkan di imel saya terdahulu sama sekali tidak menggunakan kemajuan
teknologi sebagai indikator ketidakrelevanan isi SKU dengan kondisi sekarang,
mohon baca kembali).
> Ingat ga dengan PP No 080 th 1988 tentang Pola dan Mekanisme
Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega adalah pengganti dari PP Nomor
105 tahun 1980 yang juga mengatur ttg Pola Pembinaan Pramuka Tegak
dan Dega. Bisa saja PP tsb dganti karena pada saat itu dirasa sudah
ga relevan lagi. Ini adalah satu contoh perubahan itu.
Apakah Anda pernah baca dan bandingkan 105 dan 080 ?
Apa ada bedanya ?
Praktis tidak ada .....
Perlu Kakak ketahui yang menjadi analogi saya antara 105 dan 080 bukanlah
isinya, tetapi kemungkinan perubahan dan pengesahannya, artinya SKU pun bila
dirasa perlu bisa dirombak, dibedah, dan disahkan kembali.
Jadi anda membandingkan sesuatu yang gak ada beda
Wacana
Saya kira yang jadi soal adalah makin tidak banyak orang yang
memahami pendidikan kepanduan, lalu mampu menyajikan kegiatan yang
menarik, menantang dan meningkat maju. Menurut hemat saya, apakah kita akan
terus membiarkan yang lainnya mampu menyajikan kegiatan yang serba lebih dari
Pramuka, sementara kita hanya berjalan di tempat dengan kegiatan yang sifatnya
rutin, stabil, dan monoton??? tentu tidak bukan??
Kata BP, "Ask the boys (girls)!"
Hendro
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]