Wakakakak ... Ntar dikira ngadopsi .. njiplak ... atau gemana lah hehehe ... Lagian kayaknya nggak ada waktu deh Bapak Farli yang baik ... dikejar-kejar thesis sama paper trus sih .. kan tahun ini mesti kelar, mana kemarin judulnya diganti sama profesornya, jadi ya harus mulai lagi dari awal ... Insya Allah nanti kalo ada waktu sarannya akan saya perhatiken ... eh kan ada mas Ari yang di Chicago itu tho, dan beliau rasanya bisa involve lebih intens .... Semoga deh ...
Buat mas Hendro : Tatanya nggak 2 minggu ... tapi proses ngisi SKU-nya. Jelaslah kegiatannya sudah beberapa tahun sebelum itu, cuma gara2 formalitas harus Tata dalam waktu singkat ya itulah ... mungkin itu juga yang harus kita perbaiki ... agar TKU dan tetampan yang disandang betul-betul berkualitas ... Kayaknya isu ini nggak bakalan habis buat diomongin ... Bagaimana nih, ada kakak dari kwarnas yang monitor dan bisa memberi pencerahan ? hehehe ... Kalo nggak salah ada 1 pertanyaan tentang review SKU yang belum terjawab ... Trus kalo SKU nggak diterjemahkan saklek alias pembina yang berkreasi ... umm setuju aja sih, walo akan muncul problem sejauh mana kebebasan berkreasi itu dan nggak semua pembina kita emang kreatif. Jangan2 soal kreativitas bisa jadi bahan debat malah .... mungkin kalo didiskusikan lewat karang pamitran bisa lebih bagus lagi ... soalnya saya kadang melihat jika ada kreatifitas resistennya cukup besar ... tahu lah ... kita kan selama ini "dimanjakan" hehehehe ... kadang karakter pembina/andalan nggak beda jauh dengan birokrasi ... ups, sorry... Oke deh ... ada saran masukan lain nih kayaknya .... jadi makin hangat saja .. Wassalam, Ghulam "With more success, comes greater problems along with greater ability to solve them." Mark Victor Hansen Farli Elnumeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mas Ghulam yang ganteng, request dong kebetulan lagi studi di negerinya si Sam sana, sekalian adain riset kecil-kecilan, bisa riset pustaka, survey, studi banding gudep dan kwartir di sana bagaimana pola dan proses pembinaan di sana, mungkin dikaitkan dengan Youth Program yang terdiri dari 8 metode itu..nah, kembali dari sana kan selain bawa ijazah master juga bawa rancangan pembaharuan pola pembinaan Pramuka, siapa tahu pulang-pulang diangkat jadi andalan nasional, jadiin deh hasil pemikirannya jadi SK baru tentang pola pembinaan pramuka. Farli Elnumeri -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ghulam Manar Sent: 10 Februari 2008 0:28 To: [email protected] Subject: [Pramuka] Pola Pembinaan Pramuka Monoton (?) Sekedar urun rembug ... Menurut saya, SKU yang kita miliki memang mesti di up to date ... atau katakanlah ... ada evaluasi atas hasil yang dicapai dengan menggunakan SKU yang sekarang ada. Saya belum melihat adanya prakarsa atau upaya dari kwartir untuk me-review atau mengevaluasi SKU ini ... (kwartir mana sebenarnya yang berwenang? Nasional, Daerah atau Cabang?) Sekedar perbandingan saja (maaf kalo subyektif ... he), jaman Siaga saya dulu dengan sekarang tentu sangat jauh berbeda ... tapi saya inget harus menyelesaikan Siaga Tata saya dalam waktu kira-kira 2 minggu karena syarat untuk TC Pesta Siaga tahun 1986 dengan menggunakan SKU yang sama juga dipakai oleh adik-adik kita sekarang ... 2008 (22 tahun ....) Menurut saya terdapat beberapa hal yang mesti dikembangkan ... dimodifikasi .. atau mungkin malah ditambah (saya cenderung untuk mempertahankan yang sudah ada dengan penyesuaian di sana sini) yang tentunya hal tersebut dilakukan melalui proses ... bukan asal modifikasi saja ... Jika menjadi kewenangan Kwarda, Insya Allah akan saya usahakan mengingat saat ini saya masih duduk di kepengurusan kwartir daerah, peluang untuk itu masih terbuka. Sekedar info saja, bahwa materi pesta siaga yang dilaksanakan di Kwarda 11 Jawa Tengah setiap 2 tahun sekali di-review dengan melibatkan beberapa stakeholder seperti pelatih, psikolog, pemerhati anak serta jajaran andalan daerah. Dalam forum ini sering terjadi diskusi yang rame antara "orang dalam" dengan "orang luar" yang tidak terlibat dalam kegiatan Pramuka, namun justru di sinilah dinamikanya, kita belajar untuk jujur dan terbuka menerima saran, kritik dan masukan dari orang lain di luar Gerakan Pramuka. Meski tidak se-smooth yang dibayangkan tapi forum ini cukup efektif untuk mendefinisikan kegiatan yang menarik bagi siaga. Ide ini sendiri muncul dari Ka Kwarda yang melihat, mendengar dan merasakan bahwa ada kecenderungan kegiatan pramuka khususnya siaga terkesan monoton dan belum memiliki tujuan secara konkret. Terlebih, dengan kemajuan yang ada sekarang jikalau Gerakan Pramuka tidak rajin "bercermin" dan "berhias" bisa-bisa cuma tinggal cerita ayah dan bunda saja .... Dulu Le, ayah dan bundamu ikut Pramuka ... seru .. rame ... tapi si anak yang diceritain malah bengong atau bilang ... Wah, ayah bunda kok kuno ... hehehe Marilah kita belajar untuk "bercermin" dan "berhias" bagi kemanfaatan Gerakan Pramuka yang kita cintai dan banggakan. Wassalam, Ghulam Evaluation of the past is the first step toward vision for the future. Chris Widener rimata66 <[EMAIL PROTECTED] <mailto:rimata66%40yahoo.com> com> wrote: Terserah dech mau bicara apa. Yang pasti saya sudah ngajak bahasa butir-butir SKU yang dipermasalahkan tapi anda cuma mau berdebat kusir di sini. Saya sudah baca semua comment, ok ? Lanjutkan pembicaraan atau sudahlah. Hendro --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:pramuka%40yahoogroups.com> .com, Dini Dee <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > rimata66 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:pramuka%40yahoogroups.com> .com, Dini Dee <aku.dini@> wrote: > > > > > > > Memang ga ada yang salah dengan SKU-SKU kita. Di milis yang > > lalu saya menggulirkan (semacam) "amandemen" SKU yang tujuannya > > untuk merombak implementasi SKU itu sendiri yang sebenarnya kita > > semua pun sadar kalo sebagian isinya sudah ga relevan dengan > > kemajuan dan perubahan saat ini. > > > > Ini yang mau saya tanyakan pada diri anda. Mohon maaf saya sama > sekali ga menemukan pertanyaan apapun di sini > > > > Saya tidak sepakat kalau anda mengatakan SKU kita ga relevan > dengan > > kemajuan dan perubahan saat ini. Sah-sah saja jika Kakak ga > sepakat dan tidak sepahaman dengan saya, itulah sebabnya mengapa > milis ini dibuat bukan, tidak salah dan tidak bukan salah satunya > sebagai media diskusi kita atas perbedaan-perbedaan yang ada menjadi > sebuah pemikiran yang tentunya untuk kebaiakan di masa yang datang. > > Kalau begitu saya jadi bertanya-tanya ..... > Sebenarnya anda mau angkat point apa > <==>Mohon maaf, pertanyaan saya kembalikan ke Kakak, apakah sudah menyimak dari awal topik yang digulirkan oleh beberapa teman kita di milis ini, nuhun... > > Kalau anda katakan ga relevan dengan kemajuan dan perubahan. > mBok ya diberikan contoh yang jelas, butir SKU mana yang tidak > relevan itu > <==>Silakan Kakak cermati juga pendapat dan komen dari teman- teman yang lain mengenai hal ini, terima kasih. > > Kalau penguasaan keterampilan, saya kira yang dikembangkan adalah > berbagai SKK baru. Monggo. > > Dulu Kak Herman Mujirun, Annas Bahari ingin agar TKK tingkat utama > setara dengan sertifikat keahlian. Kenapa tidak ? > > Di luar negeri, kita lihat banyak award dikembangkan dan fokusnya > selalu dua. citizenship and service to others/community service. > > Selamat berwacana. > > Hendro > > > > > > > --------------------------------- > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. > > [Non-text portions of this message have been removed] > --------------------------------- Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. [Non-text portions of this message have been removed]

