rimata66 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: --- In [email protected],
Dini Dee <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> > Memang ga ada yang salah dengan SKU-SKU kita. Di milis yang
> lalu saya menggulirkan (semacam) "amandemen" SKU yang tujuannya
> untuk merombak implementasi SKU itu sendiri yang sebenarnya kita
> semua pun sadar kalo sebagian isinya sudah ga relevan dengan
> kemajuan dan perubahan saat ini.
>
> Ini yang mau saya tanyakan pada diri anda. Mohon maaf saya sama
sekali ga menemukan pertanyaan apapun di sini
>
> Saya tidak sepakat kalau anda mengatakan SKU kita ga relevan
dengan
> kemajuan dan perubahan saat ini. Sah-sah saja jika Kakak ga
sepakat dan tidak sepahaman dengan saya, itulah sebabnya mengapa
milis ini dibuat bukan, tidak salah dan tidak bukan salah satunya
sebagai media diskusi kita atas perbedaan-perbedaan yang ada menjadi
sebuah pemikiran yang tentunya untuk kebaiakan di masa yang datang.
Kalau begitu saya jadi bertanya-tanya .....
Sebenarnya anda mau angkat point apa
<==>Mohon maaf, pertanyaan saya kembalikan ke Kakak, apakah sudah menyimak
dari awal topik yang digulirkan oleh beberapa teman kita di milis ini, nuhun...
Kalau anda katakan ga relevan dengan kemajuan dan perubahan.
mBok ya diberikan contoh yang jelas, butir SKU mana yang tidak
relevan itu
<==>Silakan Kakak cermati juga pendapat dan komen dari teman-teman yang lain
mengenai hal ini, terima kasih.
Kalau penguasaan keterampilan, saya kira yang dikembangkan adalah
berbagai SKK baru. Monggo.
Dulu Kak Herman Mujirun, Annas Bahari ingin agar TKK tingkat utama
setara dengan sertifikat keahlian. Kenapa tidak ?
Di luar negeri, kita lihat banyak award dikembangkan dan fokusnya
selalu dua. citizenship and service to others/community service.
Selamat berwacana.
Hendro
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]