Belanda tidak berhenti sampai di situ. Mereka mulai menyusun rencana 
lain, dengan cara lebih halus, antara lain dengan pembentukan 
Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI). Dari sejarah, diketahui 
jika kelompok yang diketuai Belanda itu didirikan untuk membantu 
pembangunan Indonesia.<Revrison di UGM>
Ternyata, di balik pendirian IGGI pun ada udang di balik batu. 
Logikanya sederhana. IGGI dibentuk, Belanda ketuanya, dengan syarat 
Indonesia harus mau membayar utang peninggalan Hindia Belanda. Akhirnya, pada 
1967-1968, pemerintah kita yang saat itu dikepalai Soeharto, 
melakukan reschedulling pembayaran utang tersebut ujarnya<wikipedia>
ujung2-nya pada 1968 disepakati jika utang Hindia 
Belanda akan dicicil Indonesia dalam tempo 35 tahun. Utang tersebut baru
 lunas pada 2003. Sekarang, utang Indonesia di luar utang Hindia Belanda
 bersisa 66,8 miliar dolar AS. Dengan utang sebesar ini, mau lunasnya 
kapan.


________________________________
 From: Sunny <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, March 12, 2012 10:19 AM
Subject: Re: [proletar] Re: 9 Maret 2012, 70 Tahun Berakhirnya Penjajahan 
Belanda di Bumi  Nusantara
 

  
Indonesia membayar hutang Hindia Belanda, termasuk ongkos kerugian perusahaan 
Belanda yang diambil alih pada tahun 1950-an setelah Soeharto naik panggung dan 
termasuk syarat agar bisa berkuasa. 

From: Musik hari Ini 
Sent: Sunday, March 11, 2012 2:59 PM
To: [email protected] 
Subject: Re: [proletar] Re: 9 Maret 2012, 70 Tahun Berakhirnya Penjajahan 
Belanda di Bumi Nusantara

Tapi yang paling saya salut dari bapak bangsa ini mereka berani mempermainkan 
penjajah salah satunya, kita diwarisi utang-utang yang dibuat Hindia Belanda, 
sebesar miliaran dolar AS. Indonesia yang saat itu diwakili Mochamad 
Hatta, se-olah2 menyetujui saja syarat tersebut.

Padahal sebelumnya, Hatta telah mendapat lampu hijau dari Soekarno untuk 
pura2menyetujuinya. Indonesia menyetujui syarat tersebut untuk mendapat 
pengakuan kedaulatan. Namun, rencananya, Indonesia tidak akan mau membayar 
utang2 tersebut dan tetap membiarkannya menjadi tanggungan pemerintah 
Hindia Belanda.

Indonesia pun menjalankan rencana tersebut. Pada kurun waktu 1949-1965, 
Indonesia tidak membayar utang tersebut. Akibatnya, munculah Agresi 
Militer Belanda I dan II. Setelah berkali-kali mengalami kegagalan, 
akhirnya Belanda pun menyerah untuk memaksakan kehendaknya agar 
Indonesia membayar utang tersebut.

________________________________
From: ajeg <mailto:ajegilelu%40yahoo.com>
To: mailto:proletar%40yahoogroups.com 
Sent: Sunday, March 11, 2012 9:22 AM
Subject: [proletar] Re: 9 Maret 2012, 70 Tahun Berakhirnya Penjajahan Belanda 
di Bumi Nusantara

Ibukota pindah ke Yogya itu bukan dalam kerangka penjajahan
tapi memerangi Belanda yang datang (lagi) nebeng kendaraan sekutu.

De facto, RIS sudah bubar. Bahkan "Bapak Federasi Indonesia" (Bung
Hatta) justru memilih kembali ke bentuk Negara Kesatuan. Maluku, dari 
utara ke selatan, sampai sekarang masih bahagian dari Republik 
Indonesia.

Itu realita. 

--- "Sunny" <ambon@...> wrote:

> Kalau tidak dijajah, bagaimana bisa Soekarno, sebagai presiden 
> Republik Indonesia (RI), ditangkap oleh Belanda di Jokja yang 
> adalah ibukota RI? Apakah RI tidak menjajah nusantara? Sebab 
> sesuai perjanjian KMB, RI adalah negara bahagian dari Republik 
> Indonesia Serikat (RIS)? 
> 
> Sebab kalau dilihat perkembangan selama ini semua kemajuan dan 
> pembangunan terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pabrik-pabrik semuanya 
> terkonsentrasi di Jawa, daerah luar Jawa adalah hanya penyetor 
> bahan mentah. Gejala ini bisa dilihat pada penjajahan masa lalu, 
> yaitu di induk kerajaan (Belanda, Inggris, Perancis etc) adalah 
> negara induk dimana terkonsentrasi segala macam kemajuan sedangkan 
> daerah jajahan hanya menjadi sumber penyetor bahan mentah. . 
> 
> From: ajeg 
> 
> > Betul. Yang dijajah Belanda bukan Indonesia sebagai negara 
> > republik melainkan Indonesia sebagai Bangsa, sebagaimana sebutan 
> > Earl untuk masyarakat di kepulauan Nusantara. 
> >
> > Sebagai negara republik, Indonesia baru mengalami penjajahan 
> > (gaya-baru) sejak 12 Maret 1967. Ketika antek nekolim di MPRS 
> > melantik seorang "gubernur jendral". 
> >
> > 
> > --- Batara Hutagalung <batara44rh@...> wrote:
> > 
> > > 9 Maret 2012,
> > > 70 Tahun Berakhirnya
> > > Penjajahan Belanda 
> > > di Bumi  Nusantara
> > >
> > > Oleh Batara R. Hutagalung
> > > Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda
> > > 
> > > Kebanyakan rakyat Indonesia berpendapat, bahwa Indonesia 
> > > dijajah Belanda selama 350 tahun, tanpa mengetahui, kapan 
> > > dimulainya penjajahan Belanda, dan kapan berakhirnya.
> > > Belum terlihat adanya upaya untuk memberi pencerahan yang jelas 
> > > kepada bangsa Indonesia.
> > > 
> > > Yang pertama harus diluruskan adalah: Republik Indonesia tidak 
> > > pernah dijajah Belanda!
> > 
> 

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke