Teknologi Listrik dan Air Terbaik Dunia Produksi Israel !!!
Listik dan Air menjadi hal mutlak kebutuhan hidup manusia kini, tapi celakanya
tidak satupun negara Islam maupun yang mayoritas muslimin ada yang mampu
menciptakannya, semua negara Syariah, Arab dan negara2 yang mayoritasnya
muslimin sangat tergantung keduanya ini kepada dunia Barat terutama Amerika,
Inggris, Jerman dan beberapa negara lainnya. Namun sekarang Israel berhasil
mengejar teknologi2 ini dengan kualitas terbaik
http://green.blogs.nytimes.com/2009/09/21/on-the-pursuit-of-cost-effective-desalination/
The Ashkelon Desalination Plant on Israel's Mediterranean coast is at the
forefront of the desalination boom. The facility is the world's largest
"reverse osmosis" plant, producing 113 million cubic meters of water each year
approximately 6 percent of the country's water budget. The process uses high
pressure to push seawater through a membrane, thereby excluding salt molecules
and producing clean, usable water but according to Micha Taub, the technical
manager at the Ashkelon plant, "what's innovative in this plant is not the
membrane itself, but the installation and the design."
Sedangkan untuk "solar cell" yang memproduksi listrik dari matahari yang
kemudian disimpan dalam "utility grid" juga hanya negara2 maju saja yang
berhasil memproduksinya dimana TIDAK ADA SATUPUN negara Arab, Syariah Islam
maupun yang mayoritasnya muslimin yang mampu membuatnya, semuanya tergantung
kepada negara2 Barat. Dibawah ini saya cantumkan nama2 pabrik "Photovoltaic
cell" yang kebanyakan adalah buatan Amerika, tapi juga ada buatan Israel,
Perancis, Jepang, Cina dan Jerman.
http://energy.sourceguides.com/businesses/byP/solar/pvC/byB/mfg/byN/byName.shtml
Jumlah pabrik yang mampu memproduksi photocell ini tidak banyak listingnya saya
cantumkan website diatas. Setiap pabrik memiliki teknologi yang berbeda dalam
memproduksinya sehingga otomatis juga mempengaruhi kualitas dan harganya.
Indonesia rencananya mau membelinya dari Cina, namun struktur pelistrikan di
Indonesia ruwet campur aduk systemnya sehingga untuk membenahi pun perlu
puluhan tahun. Namun begitu, dari pihak Cina pun membatalkan kerja sama
listrik ini gara2 RI nembak enggak mau membayar pesawat yang dibelinya dari
Cina gara2 jatuh tempohari dengan puluhan korban mati langsung. Menurut Cina
hal itu karena kesalahan pilot bukan kesalahan pesawat, namun tanpa
penelitianpun pihak RI sudah menyatakan bahwa penyebabnya adalah kualitasnya
buruk dan jauh lebih baik produksi dalam negeri sehingga tak perlu dibayar
bahkan mau dikembalikan dengan uang persekotnya pun minta dikembalikan.
Akibatnya semua kerja sama dengan Cina putus total termasuk dibidang
perminyakan.
Kualitas yang terbaik "solar cell" ini adalah produksi ISRAEL. Teknology
Photovoltaic cell produksi Israel diakui yang terbaik didunia.
Gaza tidak beruntung, bukan dapat listrik dan air murah dari Israel malah kena
blokade total dan seluruh negara2 didunia pun menghormati hak Israel untuk
mengamankan negerinya dari serangan teroris.
> "Sunny" <ambon@...> wrote:
> Refl: Air adalah kebutuhan utama
> manusia. Tanpa air manusia cepat
> mati dicekik malaekat Jibrail.
> Kalau 80% air dikuasai perusahaan
> (modal) asing, lantas apa yang
> harus dibuat? Bukankah yang
> mengizinkan asing memiliki 80%
> tsb adalah wakil-wakil yang dipilih
> oleh rakyat, jadi rakyat jangan
> bersunggut bila air mahal harganya.
Lalu bagaimana baiknya yang seharusnya??? Kalo memang begitu keputusan wakil2
rakyat tentunya itu sudah maximal berdasarkan pengalaman bangsa ini belajar
dari Bung Karno. Tawar menawar dengan pihak asing mula2 diminta agar 100%
modal asing diinvestasi disini. Tetapi pihak asing juga punya banyak
pengalaman dengan bangsa disini, mereka menolak dan mengajukan agar 90% saja
modal negara RI dan sisanya 10% saja modal asing. Mereka takut kalo terlalu
banyak modal disini kemudian dinasionalisasi tentunya mencret modal mereka.
Lain lagi di Arab Saudia dimana semua mata air sudah kering, mula2 sang Raja
ingin 100% modal kerajaan, tentu pihak asing gembira. Belakangan hitung punya
hitung costnya terlalu mahal karena biaya maintenancenya bisa keluar 80% dari
modal. Setelah hitung punya hitung disetujui agar pihak kerajaan bersaham 10%
saja sedangkan 90% modal Amerika. Akhirnya pihak Amerika bersedia juga
mengirimkan peralatan paling mahal dan paling canggih didunia menyuling air
laut yang asin menjadi air tawar yang oleh kerajaan kemudian dijual mahal
kepada jemaah haji diseluruh dunia sebagai air sumber zamzam.
Jadi memang masalah air merupakan kebutuhan umat manusia, kalo mau air gratis
silahkan minum air comberan atau air laut karena teknologi menciptakan air
bersih yang murah tidak dimiliki negara yang cuma mendidik rakyatnya shalat
bukan teknologi. Kesalahannya adalah terlalu banyak jumlah manusianya, dan
celakanya manusianya yang begitu banyak itu tidak bermutu, semua sumber air
sudah kering, sehingga satu2nya jalan yang masih mungkin adalah teknologi asing
yang tentunya enggak bisa gratis meskipun sumber air yang dijernihkannya
berasal dari Indonesia.
Sama saja enggak bisa memaksa pihak asing memberikan teknologi memproduksi
vaksin flu burung meskipun virusnya dari Indonesia. Demikianlah akhirnya
MenKes yang Islami itu dicopot dan diganti menteri sekarang yang lebih pandai
berdialog dengan pihak asing.
Jadi anda janganlah terlalu cerewet, meskipun modal asing 80% tentu sudah
sangat sangat beruntung nasib anda kalo dibandingkan dengan nasib sesama umat,
sesama muslimin yang tinggal di Gaza dimana meskipun pahala gampang didapat
karena banyak Yahudi yang bisa anda bunuh untuk mendapatkan pahala tsb. namun
air minumnya tercampur tinja, dan kotoran2 lain sehingga mati sakit tanpa bisa
berkesempatan berjihad mati sebagai syuhada.
Memusuhi orang kafir menjadi susah sendiri kalo diboikot air bersihnya,
sehingga mau berperang pun batal, wudhu jadi batal, dan shalatnya ditolak
Allah... semuanya cuma gara2 air saja.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/