rezameutia yang otaknya sudah rusak berat dan mikir juga cuma pake kontol yang 
menderita premature ejaculation nyontek tulisan orang yang ada di internet..



--- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@...> wrote:
>
> 
> Tokoh yang Protagonis sekaligus Antagonis, disukai sebagian orang dan dibenci 
> oleh sebagian yang lain tidaklah banyak, tokoh yang tahu kabaikan dan 
> kejahatan tetapi kadang melakukan keduanya tanpa merasa bersalah, salah satu 
> yang paling menonjol untuk dibicarakan justru tokoh yang dikenal merupakan 
> titisan Batara Wisnu yaitu Prabu Kresna.
> 
> Banyak versi yang menceritakan asal usul Kresna ini, ada versi yang 
> mengatakan Kresna merupakan anak dari Prabu Basudewa yang berbeda ibu dengan 
> Baladewa dan diselamatkan dari usaha pembunuhan oleh Kangsa yang mendapat 
> 'kisikan' Batara Narada bahwa Kangsa nanti akan terbunuh oleh salah satu 
> putera Basudewa, tapi ada juga yang menceritakan bahwa Kresna dan Baladewa 
> itu anak kembar hanya berbeda warna kulit saja, kalau Baladewa itu 'bule' 
> sedangkan Kresna 'black skin', mana yang benar yah tidak usah diperdebatkan.
> 
> Jalan hidup Kresna memang unik, lebih banyak berada didaerah abu-abu baik 
> dalam hubungannya dengan Pandawa, cara mengelola keluarganya, taktik dan trik 
> dalam menghadapi masalah sampai kehancuran serta musnahnya negaranya, suatu 
> hal yang kalau menurut pikiran sehat tidak mungkin terjadi dibandingkan nama 
> besar serta kesaktian dan titisan Dewa Wisnu yang disandangnya, tapi itulah 
> yang terjadi dan semua kejadian itu saat Kresna sendiri masih hidup.
> 
> Sejak masih muda tokoh ini sudah sangat menonjol, kerabat dekat Pandawa [Ayah 
> Kresna dan Dewi Kunti, ibunya Pandawa itu bersaudara] yang baru mulai 
> berhubungan dengan para Pandawa saat Arjuna ikut sayembara memperebutkan Dewi 
> Drupadi ini dikenal sangat menyayangi Arjuna. Arjuna selain sepupu dan 
> sekaligus ipar Kresna juga sangat patuh pada Kresna, sampai-sampai saat 
> perang Baratayudha Kresna lah sebagai sais kereta perang Arjuna, bukti tanda 
> sayangnya pada Arjuna.
> 
> Sebagai Negarawan, Kresna sangat berhasil walau negaranya Dwarawati itu kecil 
> tetapi memainkan peranan sangat penting, mungkin sama seperti posisi 
> Singapore dikelompok negara Asean. Kresna disegani oleh angkatan tua seperti 
> Bisma dan Durna dan ditakuti musuh-musuhnya karena senjata Cakra yang sangat 
> mengerikan [lebih dahsyat dari bom nuklir],  cuma radiasi nya tidak sehebat 
> bom nuklir.
> 
> Mempunyai isteri resmi empat, Dewi Jembawati, Rukmini, Setyaboma dan Pratiwi, 
> Kresna sangat menyayangi Raden Samba anaknya dengan Dewi Jembawati, sangat 
> dimanjakan yang berakibat fatal nantinya . 
> 
> Samba sampai berani mempermainkan dewa Narada dengan berpura-pura menjadi 
> wanita, kutukan Narada karena dipermainkan inilah yang menyebabkan kehancuran 
> negara Dwarawati dan musnahnya bangsa Yadawa [bangsa nya Kresna], anaknya 
> yang lain Gunadewa, adik kandung Samba, tersia-sia hanya karena punya tubuh 
> penuh bulu dan ada ekornya - kasih sayang yang tidak seimbang diantara anak 
> sangat berlainan dengan 'ketokohan' Kresna yang dipanuti banyak orang.
> 
> Kresna tahu kalau siapapun yang memperoleh Wahyu Cakraningrat maka 
> keturunannya akan menjadi raja besar, dia menganjurkan Samba untuk 
> mendapatkan wahyu tersebut, sayangnya Samba tidak kuat godaan sehingga wahyu 
> cakraningrat akhirnya jatuh ketangan Abimanyu, nah mulailah Kresna mendekati 
> Abimanyu dan mengawinkannya dengan puteri nya Siti Sundari [puterinya dengan 
> Dewi Pratiwi] dengan harapan toh keturunannya bisa menjadi penguasa nantinya, 
> eeeh ndilalah kok ya Siti Sundari ini mandul, tidak punya anak dari Abimanyu 
> .. tragis juga .. rencana menguasai tahta terlepas.
> 
> Trik atau taktik yang tidak terpuji juga dilakukan beberapa kali dengan 
> meminjam tangan orang lain, seperti meminta Yudistira 'berbohong' saat 
> ditanya Resi Durna, menantang Arjuna memanah rambut saat Setyaki hampir 
> terbunuh oleh Burisrawa, menanyakan kelemahan Salya dengan menyuruh Nakula 
> dan Sadewa yang disayangi Salya karena Kresna sendiri tidak tahu cara 
> membunuh Salya, serta menasehati Bima memukul paha kanan Duryudana saat 
> perang tanding dengan alasan yang dicari padahal ada ketentuan dilarang 
> memukul anggota badan dibawah perut. 
> 
> Menyuruh Gatotkaca melawan Karna demi menyelamatkan Arjuna, meminta 'nyawa' 
> Antareja sebagai 'tumbal perang' karena takut kalau Baladewa [sang Kakak] 
> memihak Kurawa pasti kalah lawan Antareja.
> 
> Masih banyak lagi 'usulan' sang penasehat Pandawa ini yang sesungguhnya tidak 
> ksatria.
> 
> Sebagai Wayang titisan Wisnu, Kresna memang bertugas untuk 'mengatur' 
> jalannya cerita kehidupan agar sesuai dengan 'plot' yang sudah dibuat, tidak 
> perduli itu meniadakan keluarga sendiri [kasus Antareja dan Gatotkaca] atau 
> dengan cara 'menipu, meminta dengan halus' semua sah dilakukan dengan alasan 
> yang penting tujuan tercapai, semuanya proses bisa diatur.
> 
> Sayangnya 'sukses' ini tidak diikuti sukses dalam keluarga, memanjakan anak 
> yang disayang dan menganaktirikan anak yang ada kekurangan berakibat fatal. 
> Kresna akhirnya hidup sangat menderita secara batin, sunyi dalam kesendirian 
> ketika seluruh Pandawa sudah tiada dan bangsa Yadawa serta negara Dwarawati 
> musnah, sebagai seorang pertapapun meninggalnya sangat menyedihkan, karena 
> terpanah kakinya.
> 
> Tokoh yang punya senjata Cakra yang maha hebat dan punya pusaka Kembang 
> Wijayakusuma ternyata mati mengenaskan.  Kekuasaan ternyata bukan sesuatu 
> yang harus diagungkan, itu hanyalah titipan saja.
> 
> Kresna tokoh yang protagonis sekaligus antagonis, hanya ke 'Aku' annya saja 
> yang menonjol, akhirnya tokoh yang dikenal sangat berkuasa dalam menentukan 
> apapun ini harus menerima kenyataan bahwa nasib tidak memihak pada tokoh yang 
> bersifat seperti ini .
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke