Memang manusia psikopat si bukan pedanda ini; sangat kasar dan brutal serta BUAS; inilah mungkin ciri2 manusia anti Islam.
--- On Mon, 11/12/12, Bukan Pedanda <[email protected]> wrote: From: Bukan Pedanda <[email protected]> Subject: [proletar] Re: Kresna...(rezameutia yang mikir pake kontol nyontek... To: [email protected] Received: Monday, November 12, 2012, 11:53 AM rezameutia yang otaknya sudah rusak berat dan mikir juga cuma pake kontol yang menderita premature ejaculation nyontek tulisan orang yang ada di internet.. --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@...> wrote: > > > Tokoh yang Protagonis sekaligus Antagonis, disukai sebagian orang dan dibenci > oleh sebagian yang lain tidaklah banyak, tokoh yang tahu kabaikan dan > kejahatan tetapi kadang melakukan keduanya tanpa merasa bersalah, salah satu > yang paling menonjol untuk dibicarakan justru tokoh yang dikenal merupakan > titisan Batara Wisnu yaitu Prabu Kresna. > > Banyak versi yang menceritakan asal usul Kresna ini, ada versi yang > mengatakan Kresna merupakan anak dari Prabu Basudewa yang berbeda ibu dengan > Baladewa dan diselamatkan dari usaha pembunuhan oleh Kangsa yang mendapat > 'kisikan' Batara Narada bahwa Kangsa nanti akan terbunuh oleh salah satu > putera Basudewa, tapi ada juga yang menceritakan bahwa Kresna dan Baladewa > itu anak kembar hanya berbeda warna kulit saja, kalau Baladewa itu 'bule' > sedangkan Kresna 'black skin', mana yang benar yah tidak usah diperdebatkan. > > Jalan hidup Kresna memang unik, lebih banyak berada didaerah abu-abu baik > dalam hubungannya dengan Pandawa, cara mengelola keluarganya, taktik dan trik > dalam menghadapi masalah sampai kehancuran serta musnahnya negaranya, suatu > hal yang kalau menurut pikiran sehat tidak mungkin terjadi dibandingkan nama > besar serta kesaktian dan titisan Dewa Wisnu yang disandangnya, tapi itulah > yang terjadi dan semua kejadian itu saat Kresna sendiri masih hidup. > > Sejak masih muda tokoh ini sudah sangat menonjol, kerabat dekat Pandawa [Ayah > Kresna dan Dewi Kunti, ibunya Pandawa itu bersaudara] yang baru mulai > berhubungan dengan para Pandawa saat Arjuna ikut sayembara memperebutkan Dewi > Drupadi ini dikenal sangat menyayangi Arjuna. Arjuna selain sepupu dan > sekaligus ipar Kresna juga sangat patuh pada Kresna, sampai-sampai saat > perang Baratayudha Kresna lah sebagai sais kereta perang Arjuna, bukti tanda > sayangnya pada Arjuna. > > Sebagai Negarawan, Kresna sangat berhasil walau negaranya Dwarawati itu kecil > tetapi memainkan peranan sangat penting, mungkin sama seperti posisi > Singapore dikelompok negara Asean. Kresna disegani oleh angkatan tua seperti > Bisma dan Durna dan ditakuti musuh-musuhnya karena senjata Cakra yang sangat > mengerikan [lebih dahsyat dari bom nuklir], cuma radiasi nya tidak sehebat > bom nuklir. > > Mempunyai isteri resmi empat, Dewi Jembawati, Rukmini, Setyaboma dan Pratiwi, > Kresna sangat menyayangi Raden Samba anaknya dengan Dewi Jembawati, sangat > dimanjakan yang berakibat fatal nantinya . > > Samba sampai berani mempermainkan dewa Narada dengan berpura-pura menjadi > wanita, kutukan Narada karena dipermainkan inilah yang menyebabkan kehancuran > negara Dwarawati dan musnahnya bangsa Yadawa [bangsa nya Kresna], anaknya > yang lain Gunadewa, adik kandung Samba, tersia-sia hanya karena punya tubuh > penuh bulu dan ada ekornya - kasih sayang yang tidak seimbang diantara anak > sangat berlainan dengan 'ketokohan' Kresna yang dipanuti banyak orang. > > Kresna tahu kalau siapapun yang memperoleh Wahyu Cakraningrat maka > keturunannya akan menjadi raja besar, dia menganjurkan Samba untuk > mendapatkan wahyu tersebut, sayangnya Samba tidak kuat godaan sehingga wahyu > cakraningrat akhirnya jatuh ketangan Abimanyu, nah mulailah Kresna mendekati > Abimanyu dan mengawinkannya dengan puteri nya Siti Sundari [puterinya dengan > Dewi Pratiwi] dengan harapan toh keturunannya bisa menjadi penguasa nantinya, > eeeh ndilalah kok ya Siti Sundari ini mandul, tidak punya anak dari Abimanyu > .. tragis juga .. rencana menguasai tahta terlepas. > > Trik atau taktik yang tidak terpuji juga dilakukan beberapa kali dengan > meminjam tangan orang lain, seperti meminta Yudistira 'berbohong' saat > ditanya Resi Durna, menantang Arjuna memanah rambut saat Setyaki hampir > terbunuh oleh Burisrawa, menanyakan kelemahan Salya dengan menyuruh Nakula > dan Sadewa yang disayangi Salya karena Kresna sendiri tidak tahu cara > membunuh Salya, serta menasehati Bima memukul paha kanan Duryudana saat > perang tanding dengan alasan yang dicari padahal ada ketentuan dilarang > memukul anggota badan dibawah perut. > > Menyuruh Gatotkaca melawan Karna demi menyelamatkan Arjuna, meminta 'nyawa' > Antareja sebagai 'tumbal perang' karena takut kalau Baladewa [sang Kakak] > memihak Kurawa pasti kalah lawan Antareja. > > Masih banyak lagi 'usulan' sang penasehat Pandawa ini yang sesungguhnya tidak > ksatria. > > Sebagai Wayang titisan Wisnu, Kresna memang bertugas untuk 'mengatur' > jalannya cerita kehidupan agar sesuai dengan 'plot' yang sudah dibuat, tidak > perduli itu meniadakan keluarga sendiri [kasus Antareja dan Gatotkaca] atau > dengan cara 'menipu, meminta dengan halus' semua sah dilakukan dengan alasan > yang penting tujuan tercapai, semuanya proses bisa diatur. > > Sayangnya 'sukses' ini tidak diikuti sukses dalam keluarga, memanjakan anak > yang disayang dan menganaktirikan anak yang ada kekurangan berakibat fatal. > Kresna akhirnya hidup sangat menderita secara batin, sunyi dalam kesendirian > ketika seluruh Pandawa sudah tiada dan bangsa Yadawa serta negara Dwarawati > musnah, sebagai seorang pertapapun meninggalnya sangat menyedihkan, karena > terpanah kakinya. > > Tokoh yang punya senjata Cakra yang maha hebat dan punya pusaka Kembang > Wijayakusuma ternyata mati mengenaskan. Kekuasaan ternyata bukan sesuatu > yang harus diagungkan, itu hanyalah titipan saja. > > Kresna tokoh yang protagonis sekaligus antagonis, hanya ke 'Aku' annya saja > yang menonjol, akhirnya tokoh yang dikenal sangat berkuasa dalam menentukan > apapun ini harus menerima kenyataan bahwa nasib tidak memihak pada tokoh yang > bersifat seperti ini . > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
