11 Kisah - Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina
Diposting oleh : Abd Nurul Hidayat, S.T
Kategori: Berita - Dibaca: 3607 kali

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi.
Berada di Palestina Selatan, "terjepit" di antara tanah yang dikuasai penjajah 
Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di 
sepanjang daratannya.
 
Sudah lama Israel "bernafsu" menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, 
untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini.
Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, 
obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini.
Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan 
Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan "habis-habisan" ke wilayah ini sejak 27 
Desember 2008 hingga 18 Januari 2009.
Mereka"mengguyurkan" ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga 
pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini 
harus mundur dari Gaza.
 
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta 
beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, 
tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang 
dikenal terhebat di dunia.
Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta 
ribuan ton "bom canggih" buatan Amerika Serikat.
 
Akan tetapi di sana ada "kekuatan lain" yang membuat para mujahidin mampu 
membuat "kaum penjajah" itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau 
hanya dengan berbekal senjata-senjata "kuno".

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diberikan kepada para 
pejuangnya yang taat dan ikhlas.
Kisah tentang munculnya "pasukan lain" yang ikut bertempur bersama para 
mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa "aneh" 
lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis 
para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat 
mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah "ajaib" tersebut dari berbagai sumber 
untuk kita ingat dan renungkan.

1.  Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
 
Ada "pasukan lain" membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri 
mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah 
yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al 
Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak 
laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), 
mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan 
jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam.
Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu 
pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa 
para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam.
Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, "Wahai pembohong! 
Mereka itu berseragam putih!"

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin 
al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya "pasukan lain" yang tidak 
dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. 
Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah?
Sopir malang itu menjawab, "Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir 
ambulan."

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, "Pasukan yang berpakaian 
putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?" Si sopir pun kebingungan, 
karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. "Saya tidak 
tahu," jawaban satu-satunya yang ia miliki.
 
2. Suara Tak Bersumber
 
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid 
Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV 
channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al 
Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam 
Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah 
disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

"Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter 
menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju 
jalan tempat saya menanam ranjau," kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau 
itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara 
"Utsbut, tsabatkallah"
yang maknanya kurang lebih, "tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu." 
Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

"Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada 
saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang 
bersama saya," ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah 
tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang "ajaib" terjadi.
Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung 
hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus 
diangkut oleh helikopter.
"Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat," kata mujahid itu lagi, melalui 
lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs 
alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya.
Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan, 

"Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada 
seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih 
dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, 
akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan 
pasir."

3. Pasukan Tidak Dikenal
 
Cerita mengenai "pasukan tidak dikenal" juga datang dari seorang penduduk rumah 
susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk 
menyelamatkan diri dari serangan Israel. Di tangga rumah ia melihat beberapa 
pejuang menangis. "Kenapa kalian menangis?" tanyanya.

"Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. 
Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang 
bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka 
datang," jawabnya.
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang "serdadu berseragam putih" tak hanya diungkap oleh mujahidin 
Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan 
hal serupa. Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah 
menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan 
kembali dalam keadaan buta.
"Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya 
dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta," kata 
anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan 
dengan "hantu". Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan 
ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan, "Kami 
berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami 
tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati."

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa 
sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
 
4. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
 
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, 
bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian "aneh" terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI 
Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur 
kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun 
langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang 
tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk 
menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau 
tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas 
peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak 
mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas 
ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan 
itu. Sebagian yang lain berdoa, "allahumma kama lam tumakkinna minhum, 
allahumma la tumakkin lahum," yang maknanya, "Ya Allah, sebagaimana engkau 
tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga 
lidak memiliki kesempatan serupa."

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat 
persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, 
para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh 
ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? 
Wallahu a'lam.

5. Padam Api
 
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke 
salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah 
sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak 
terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,"Wahai Dzat yang merubah api menjadi 
dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan 
kekuatan-Mu."

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para miujahidin menangis 
terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta'ala (SWT) telah memberi 
pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
 
6. Merpati dan Anjing
 
Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah "aneh" lainnya kepada situs Filithin 
Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid 
melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum 
rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat 
yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat 
persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat 
kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita "keajaiban" mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan 
situs Filithin Al Aan.
Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front 
pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis 
doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan 
Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah 
seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, "Kami 
adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada 
di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah 
untuk kami."

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. 
Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa 
korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.
 
7. Kabut pun Ikut Membantu
 
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di 
kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al 
Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh 
tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus 
mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam 
itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu 
pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al 
Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses 
lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para 
mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati 
tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. "Tak lupa kami berdoa kepada Allah 
agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini," kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera 
bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan 
segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi 
langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan 
militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka 
setelah ranjau-ranjau itu meledak.

8. Selamat Dengan al-Qur'an
 
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki 
rumah sakit As Syifa'. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui 
ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang 
pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur'an yang selalu 
berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang 
rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah "berantakan".

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat 
Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al 
Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al 
Qur'an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru 
tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. 
Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak 
tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. "Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran 
tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa," ucapnya seraya tak 
henti bertasbih.

"Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan 
tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,
`Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, 
kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada 
orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka 
berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami 
kembali,"(Al-Baqarah [2]: 155-156),"
jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

9. Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang 
menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan 
di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini 
"hilang" setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata 
sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya.  
Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah 
oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), 
serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah 
keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari 
ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani' terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang 
yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau 
harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah 
kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka 
menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi 
rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al 
Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah.
Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum 
dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar.
Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya 
jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), 
saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, "Saya telah mengunjungi sebagian 
besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur 
karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para 
syuhada."

10. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
 
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap 
milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah 
gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur'an ini sempat mengikuti wisuda 
huffadz (para penghafal) al-Qur'an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin 
untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir 
dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh 
kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah 
memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran 
dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya 
di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan 
evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih 
mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang 
tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan 
salah satu gadis Palestina, namun ia menolak.
"Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari 
itu," jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar 
di kalangan penduduk Gaza.
Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas 
tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 
2009)
 
11. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
 
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan 
kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra 
putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel 
terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan 
pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. 
"Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika 
Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang 
mayoritas wanita dan anak-anak," katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan 
sebelumnya. "Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam 
satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan 
Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari 
tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan 
kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, 
jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
"Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan 
Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 
1.000 wanita mengalami luka-luka.
 
Sumber :
Thoriq - www.blak-blakan.com
 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke