bwahahahahahahahahahaha.........ajaib juga banyak yg percaya sama kibulan
begitu bukan ?....jiaakkkakakakakakak......

2012/11/20 Tawangalun <[email protected]>

> **
>
>
> 11 Kisah - Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina
> Diposting oleh : Abd Nurul Hidayat, S.T
> Kategori: Berita - Dibaca: 3607 kali
>
> Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km
> persegi.
> Berada di Palestina Selatan, "terjepit" di antara tanah yang dikuasai
> penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan
> tembok di sepanjang daratannya.
>
> Sudah lama Israel "bernafsu" menguasai wilayah ini. Namun, jangankan
> menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.
>
> Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini.
> Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan,
> obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini.
> Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas
> penjajahan Zionis semakin menguat.
>
> Akhirnya Israel melakukan serangan "habis-habisan" ke wilayah ini sejak 27
> Desember 2008 hingga 18 Januari 2009.
> Mereka"mengguyurkan" ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga
> pasukan cadangannya.
>
> Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di
> dunia ini harus mundur dari Gaza.
>
> Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau,
> serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin
> Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank
> Merkava yang dikenal terhebat di dunia.
> Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta
> ribuan ton "bom canggih" buatan Amerika Serikat.
>
> Akan tetapi di sana ada "kekuatan lain" yang membuat para mujahidin mampu
> membuat "kaum penjajah" itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau
> hanya dengan berbekal senjata-senjata "kuno".
>
> Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diberikan kepada para
> pejuangnya yang taat dan ikhlas.
> Kisah tentang munculnya "pasukan lain" yang ikut bertempur bersama para
> mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa
> "aneh" lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat
> Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di
> khutbah-khutbah Jumat mereka.
>
> Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah "ajaib" tersebut dari berbagai
> sumber untuk kita ingat dan renungkan.
>
> 1. Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
>
> Ada "pasukan lain" membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel
> sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
>
> Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga
> Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya
> di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.
>
> Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu
> anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
>
> Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009),
> mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan
> jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam.
> Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang
> itu pingsan.
>
> Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab
> bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam.
> Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, "Wahai
> pembohong! Mereka itu berseragam putih!"
>
> Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade
> Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya "pasukan
> lain" yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh
> sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari
> kelompok Hamas atau Fatah?
> Sopir malang itu menjawab, "Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir
> ambulan."
>
> Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, "Pasukan yang berpakaian
> putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?" Si sopir pun
> kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya.
> "Saya tidak tahu," jawaban satu-satunya yang ia miliki.
>
> 2. Suara Tak Bersumber
>
> Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib
> masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan
> oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di
> situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat
> Allah dalam Jihad Al Furqan).
>
> Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang
> telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.
>
> "Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter
> menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju
> jalan tempat saya menanam ranjau," kata pejuang tadi.
>
> Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira
> ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.
>
> Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar
> suara "Utsbut, tsabatkallah"
> yang maknanya kurang lebih, "tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu."
> Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.
>
> "Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu
> kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun
> yang bersama saya," ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
>
> Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika
> sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang "ajaib" terjadi.
> Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya
> langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari
> mereka harus diangkut oleh helikopter.
> "Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat," kata mujahid itu lagi,
> melalui lidah khatib.
>
> Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam
> situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya.
> Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga)
> mengatakan,
>
> "Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada
> seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang
> bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal
> suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali
> dari bebatuan dan pasir."
>
> 3. Pasukan Tidak Dikenal
>
> Cerita mengenai "pasukan tidak dikenal" juga datang dari seorang penduduk
> rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya
> untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel. Di tangga rumah ia melihat
> beberapa pejuang menangis. "Kenapa kalian menangis?" tanyanya.
>
> "Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari
> musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok
> lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari
> mana mereka datang," jawabnya.
> Saksi Serdadu Israel
> Cerita tentang "serdadu berseragam putih" tak hanya diungkap oleh
> mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel
> sendiri menyatakan hal serupa. Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV
> Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut
> serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
> "Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi
> saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,"
> kata anggota pasukan ini.
>
> Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan
> dengan "hantu". Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya,
> dan ke mana menghilangnya.
>
> Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan, "Kami
> berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami
> tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati."
>
> Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10,
> siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
>
> 4. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
>
> Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut
> membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.
>
> Sebuah kejadian "aneh" terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI
> Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur
> kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun
> langsung jatuh ke lokasi itu.
>
> Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu
> yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi
> untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.
>
> Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana
> ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah
> berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.
>
> Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak
> mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di
> atas ranjau.
>
> Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat
> pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, "allahumma kama lam tumakkinna
> minhum, allahumma la tumakkin lahum," yang maknanya, "Ya Allah, sebagaimana
> engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah
> mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa."
>
> Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan
> dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.
>
> Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan
> lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh,
> ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana
> datangnva ledakan? Wallahu a'lam.
>
> 5. Padam Api
>
> Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri
> ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah
> sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin
> tak terkendali.
>
> Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,"Wahai Dzat yang merubah api
> menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu
> dengan kekuatan-Mu."
>
> Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para miujahidin menangis
> terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta'ala (SWT) telah memberi
> pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
>
> 6. Merpati dan Anjing
>
> Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah "aneh" lainnya kepada situs
> Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang
> mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang
> melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.
>
> Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya
> isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.
>
> Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat
> persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat
> kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.
>
> Adalagi cerita "keajaiban" mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan
> situs Filithin Al Aan.
> Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di
> front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel
> jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk
> membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan
> persembunyian para mujahidin.
>
> Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah
> seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya,
> "Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk
> tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan
> menimbulkan masalah untuk kami."
>
> Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan
> diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya
> beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak
> pergi.
>
> 7. Kabut pun Ikut Membantu
>
> Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam
> di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid
> Al Qassam (17/1/2009).
>
> Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung
> oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat
> mata-mata terus mengawasi.
>
> Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di
> malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan
> membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.
>
> Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al
> Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa
> diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan
> membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.
>
> Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk
> mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. "Tak lupa kami
> berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini," kata Abu
> Ubaidah.
>
> Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin
> segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di
> dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata
> yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di
> sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan
> puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.
>
> 8. Selamat Dengan al-Qur'an
>
> Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka
> memasuki rumah sakit As Syifa'. Seorang dokter yang memeriksanya kaget
> ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang
> tersebut.
>
> Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung
> sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur'an
> yang selalu berada di saku sang pejuang.
>
> Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja
> yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah "berantakan".
>
> Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya
> saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al
> Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).
>
> Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf
> Al Qur'an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan
> peluru tersebut.
>
> Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah
> menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu
> hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. "Akan tetapi
> mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh
> apa-apa," ucapnya seraya tak henti bertasbih.
>
> "Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang
> mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,
> `Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
> kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira
> kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa
> musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah
> kami kembali,"(Al-Baqarah [2]: 155-156),"
> jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).
>
> 9. Harum Jasad Para Syuhada
> Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam
> yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos
> keamanan di Nashirat, Gaza.
>
> Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini
> "hilang" setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari,
> ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya.
> Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah
> oleh keluarganya untuk dimakamkan.
>
> Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com
> (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan
> di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum
> misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
>
> Keluarga Abdullah As Shani' terkejut lalu memberitahukan kepada
> orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu
> Hamzah ini.
>
> Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium
> bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam
> sebuah kantong plastik.
>
> Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak
> suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak
> memenuhi rungan yang sama.
>
> Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al
> Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah.
> Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau
> harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar.
> Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
>
> Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya
> jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds Al Arabi
> (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, "Saya telah
> mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat
> bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa
> saya mencium bau harumnya para syuhada."
>
> 10. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
>
> Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan
> sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan
> Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka
> beberapa bulan lalu.
>
> Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur'an ini sempat mengikuti
> wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur'an di Gaza dan bergabung dengan para
> mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di
> pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan
> agar memperoleh kesyahidan.
>
> Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia
> telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah
> pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.
>
> Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan
> wafatnya di medan pertempuran tersebut.
>
> Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan
> evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih
> mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang
> sedang tertidur.
>
> Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah
> dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak.
> "Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar
> dari itu," jawabnya.
>
> Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah
> beredar di kalangan penduduk Gaza.
> Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas
> tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times
> (7/2/ 2009)
>
> 11. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
>
> Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan
> kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412
> putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran
> Israel terhadap kota kecil ini.
>
> Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan
> pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza.
> "Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009,
> ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat
> Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak," katanya.
>
> Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding
> bulan-bulan sebelumnya. "Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di
> Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan
> tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan
> pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan
> Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.
>
> Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka
> kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian
> mencapai 5 ribu.
> "Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa
> depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000
> anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.
>
> Sumber :
> Thoriq - www.blak-blakan.com
>
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke