Bisa saja aku musnahkan semua Yahudi didunia ini, tapi aku sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya dapat mengetahui mengapa aku membunuh mereka. (Adolf Hitler)
________________________________ From: ajeg <[email protected]> Jadi paham ya sekarang bahwa Israel merasa keren dengan meneror orang lain. Cocok dengan kenyataan yang ada: "We must use terror, assassination, intimidation, land confiscation, and the cutting of all social services to rid the Galilee of its Arab population." - David Ben Gurion --- jack_fanotona@... wrote: > Bukan keajaiban pak tawang tapi memang kaga ♏äů ∂ï abiskan > biar jadi latihan perang2an tentara israel, seluruh dunia jg tau > kalo ♏äů ∂ï sikat bersih tentara israel jg bisa tapi itu > sengaja ∂ï sisakan supaya bisa balik palestina Ωÿâ terus > ∂ï serut israel lagi. Biar tentara israel kaga nganggur om tawang > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: "Tawangalun" <tawangalun@...> > > 11 Kisah - Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina > Diposting oleh : Abd Nurul Hidayat, S.T > Kategori: Berita - Dibaca: 3607 kali > > Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 > km persegi. > Berada di Palestina Selatan, "terjepit" di antara tanah yang > dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta > dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya. > > Sudah lama Israel "bernafsu" menguasai wilayah ini. Namun, > jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel > sangat kesulitan. > > Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil > ini. > Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan > makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga > kini. > Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas > penjajahan Zionis semakin menguat. > > Akhirnya Israel melakukan serangan "habis-habisan" ke wilayah ini > sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. > Mereka"mengguyurkan" ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan > hingga pasukan cadangannya. > > Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat > di dunia ini harus mundur dari Gaza. > > Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, > ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai > para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan > Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. > Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, > serta ribuan ton "bom canggih" buatan Amerika Serikat. > > Akan tetapi di sana ada "kekuatan lain" yang membuat para mujahidin > mampu membuat "kaum penjajah" itu hengkang dari Gaza dengan muka > tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata "kuno". > > Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diberikan kepada > para pejuangnya yang taat dan ikhlas. > Kisah tentang munculnya "pasukan lain" yang ikut bertempur bersama > para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa > peristiwa "aneh" lainnya selama pertempuran, telah beredar di > kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan > para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka. > > Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah "ajaib" tersebut dari > berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan. > > 1. Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza > > Ada "pasukan lain" membantu para mujahidin Palestina. Pasukan > Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu. > > Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga > Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, > tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan > Israel. > > Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. > Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para > pejuang al-Qassam. > > Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan > (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki > itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan > baju hitam-hitam. > Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki > malang itu pingsan. > > Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu > menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. > Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, > "Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!" > > Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik > Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan > adanya "pasukan lain" yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan > dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah > dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? > Sopir malang itu menjawab, "Saya bukan kelompok mana-mana. Saya > cuma sopir ambulan." > > Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, "Pasukan yang > berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?" Si > sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang > berada di belakangnya. "Saya tidak tahu," jawaban satu-satunya yang > ia miliki. > > 2. Suara Tak Bersumber > > Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh > khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang > telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh > Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar > Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan). > > Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau > yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui > jalan tersebut. > > "Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah > helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank > yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau," kata > pejuang tadi. > > Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena > mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh > amat banyak. > > Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu > mendengar suara "Utsbut, tsabatkallah" > yang maknanya kurang lebih, "tetaplah di tempat maka Allah > menguatkanmu." Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga > kali. > > "Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal > itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada > seorang pun yang bersama saya," ucap mujahidin itu, sebagaimana > ditirukan sang khatib. > > Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. > Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang > "ajaib" terjadi. > Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di > dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. > Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. > "Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat," kata mujahid itu > lagi, melalui lidah khatib. > > Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, > dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. > Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) > mengatakan, > > "Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan > tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara > orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba > untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa > suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir." > > 3. Pasukan Tidak Dikenal > > Cerita mengenai "pasukan tidak dikenal" juga datang dari seorang > penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi > bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel. > Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. "Kenapa > kalian menangis?" tanyanya. > > "Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut > dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana > ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan > kami tidak tahu dari mana mereka datang," jawabnya. > Saksi Serdadu Israel > Cerita tentang "serdadu berseragam putih" tak hanya diungkap oleh > mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan > Israel sendiri menyatakan hal serupa. Situs al-Qassam memberitakan > bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota > pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam > keadaan buta. > "Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih > mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu > juga saya buta," kata anggota pasukan ini. > > Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah > berhadapan dengan "hantu". Mereka tidak diketahui dari mana > asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya. > > Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan, > "Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot > panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati." > > Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada > Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? > > 4. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh > > Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba > ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan. > > Sebuah kejadian "aneh" terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah > AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di > saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel > memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu. > > Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan > pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada > kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih > berputar-putar di atas. > > Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana > ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu > malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu. > > Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau > jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah > berkumpul persis di atas ranjau. > > Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat > pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, "allahumma kama lam > tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum," yang maknanya, "Ya > Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami > menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan > serupa." > > Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar > ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak > berfungsi. > > Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan > lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh > aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih > utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a'lam. > > 5. Padam Api > > Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan > artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api > menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa > khawatir jika api itu semakin tak terkendali. > > Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,"Wahai Dzat yang merubah api > menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah > api itu dengan kekuatan-Mu." > > Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para miujahidin > menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta'ala > (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka > dengan segera. > > 6. Merpati dan Anjing > > Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah "aneh" lainnya kepada > situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal > Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara > melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di > wilayah itu. > > Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap > adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati. > > Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di > tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang > beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para > mujahidin itu pun selamat. > > Adalagi cerita "keajaiban" mengenai seekor anjing, sebagaimana > diberitakan situs Filithin Al Aan. > Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath > di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer > Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih > khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan > senjata dan persembunyian para mujahidin. > > Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak > bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu > dan berkata kepadanya, "Kami adalah para mujahidin di jalan Allah > dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena > itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk > kami." > > Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke > depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya > dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan > korma itu, lalu beranjak pergi. > > 7. Kabut pun Ikut Membantu > > Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al > Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat > dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009). > > Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul > terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari > atas, pesawat mata-mata terus mengawasi. > > Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun > di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara > Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan. > > Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin > lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah > tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal > tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan. > > Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk > mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. "Tak lupa > kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan > ini," kata Abu Ubaidah. > > Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan > mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam > ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa > diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh > pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer > itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya > luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak. > > 8. Selamat Dengan al-Qur'an > > Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka > memasuki rumah sakit As Syifa'. Seorang dokter yang memeriksanya > kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di > saku pejuang tersebut. > > Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus > jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan > mushaf al-Qur'an yang selalu berada di saku sang pejuang. > > Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu > saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah > "berantakan". > > Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan > diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana > ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009). > > Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, > mushaf Al Qur'an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul > Muslim yang menahan peluru tersebut. > > Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya > kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke > masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. > "Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan > tidak tersentuh apa-apa," ucapnya seraya tak henti bertasbih. > > "Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang > mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, > `Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, > kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan > sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu > orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, > sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali," > (Al-Baqarah [2]: 155-156)," jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip > Islam Online (15/1/2009). > > 9. Harum Jasad Para Syuhada > Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) > al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika > sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza. > > Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh > Hamas ini "hilang" setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad > tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan > kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian > dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk > dimakamkan. > > Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com > (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah > ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak > muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi. > > Keluarga Abdullah As Shani' terkejut lalu memberitahukan kepada > orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah > (julukan) Abu Hamzah ini. > > Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk > mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang > diletakkan dalam sebuah kantong plastik. > > Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang > tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali > semerbak memenuhi rungan yang sama. > > Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, > mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di > Nashiriyah. > Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut > mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan > Abu Nar. > Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak. > > Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri > harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds > Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, > "Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya > ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. > Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada." > > 10. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir > > Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung > dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia > meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan > Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu. > > Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur'an ini sempat > mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur'an di Gaza dan > bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. > Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya > di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan. > > Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad > Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid > dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian > Jabaliya. > > Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua > pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut. > > Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta > melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 > tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip > seperti orang yang sedang tertidur. > > Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk > menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. > "Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang > lebih besar dari itu," jawabnya. > > Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu > Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. > Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka > atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh > Arab Times (7/2/ 2009) > > 11. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000 > > Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok > disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas > hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya > 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini. > > Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian > Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 > bayi lahir di Gaza. "Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 > hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang > menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita > dan anak-anak," katanya. > > Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding > bulan-bulan sebelumnya. "Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran > tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 > kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami > mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 > kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan > kelahiran hingga 1.000 kasus. > > Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. > Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang > kematian mencapai 5 ribu. > "Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus > masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah > dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka. > > Sumber : > Thoriq - www.blak-blakan.com > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
