Bisa saja aku musnahkan semua Yahudi didunia ini,
tapi aku sisakan sedikit yang hidup, agar kamu nantinya
dapat mengetahui mengapa aku membunuh mereka.
(Adolf Hitler)



________________________________
 From: ajeg <[email protected]>


  

Jadi paham ya sekarang bahwa Israel merasa keren
dengan meneror orang lain. 

Cocok dengan kenyataan yang ada: 

"We must use terror, assassination, intimidation,
land confiscation, and the cutting of all social services
to rid the Galilee of its Arab population."
- David Ben Gurion 

--- jack_fanotona@... wrote:

> Bukan keajaiban pak tawang tapi memang kaga ♏äů ∂ï abiskan 
> biar jadi latihan perang2an tentara israel, seluruh dunia jg tau 
> kalo ♏äů ∂ï sikat bersih tentara israel jg bisa tapi itu 
> sengaja ∂ï sisakan supaya bisa balik palestina Ωÿâ terus 
> ∂ï serut israel lagi. Biar tentara israel kaga nganggur om tawang
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -----Original Message-----
> From: "Tawangalun" <tawangalun@...>
> 
> 11 Kisah - Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina
> Diposting oleh : Abd Nurul Hidayat, S.T
> Kategori: Berita - Dibaca: 3607 kali
> 
> Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 
> km persegi.
> Berada di Palestina Selatan, "terjepit" di antara tanah yang 
> dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta 
> dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
> 
> Sudah lama Israel "bernafsu" menguasai wilayah ini. Namun, 
> jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel 
> sangat kesulitan.
> 
> Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil 
> ini.
> Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan 
> makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga 
> kini.
> Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas 
> penjajahan Zionis semakin menguat.
> 
> Akhirnya Israel melakukan serangan "habis-habisan" ke wilayah ini 
> sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009.
> Mereka"mengguyurkan" ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan 
> hingga pasukan cadangannya.
> 
> Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat 
> di dunia ini harus mundur dari Gaza.
> 
> Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, 
> ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai 
> para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan 
> Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia.
> Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, 
> serta ribuan ton "bom canggih" buatan Amerika Serikat.
> 
> Akan tetapi di sana ada "kekuatan lain" yang membuat para mujahidin 
> mampu membuat "kaum penjajah" itu hengkang dari Gaza dengan muka 
> tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata "kuno".
> 
> Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang diberikan kepada 
> para pejuangnya yang taat dan ikhlas.
> Kisah tentang munculnya "pasukan lain" yang ikut bertempur bersama 
> para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa 
> peristiwa "aneh" lainnya selama pertempuran, telah beredar di 
> kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan 
> para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
> 
> Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah "ajaib" tersebut dari 
> berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.
> 
> 1.  Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza
> 
> Ada "pasukan lain" membantu para mujahidin Palestina. Pasukan 
> Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.
> 
> Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga 
> Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, 
> tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan 
> Israel.
> 
> Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. 
> Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para 
> pejuang al-Qassam.
> 
> Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan 
> (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki 
> itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan 
> baju hitam-hitam.
> Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki 
> malang itu pingsan.
> 
> Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu 
> menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam.
> Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, 
> "Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!"
> 
> Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik 
> Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan 
> adanya "pasukan lain" yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan 
> dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah 
> dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah?
> Sopir malang itu menjawab, "Saya bukan kelompok mana-mana. Saya 
> cuma sopir ambulan."
> 
> Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, "Pasukan yang 
> berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?" Si 
> sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang 
> berada di belakangnya. "Saya tidak tahu," jawaban satu-satunya yang 
> ia miliki.
> 
> 2. Suara Tak Bersumber
> 
> Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh 
> khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang 
> telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh 
> Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar 
> Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
> 
> Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau 
> yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui 
> jalan tersebut.
> 
> "Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah 
> helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank 
> yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau," kata 
> pejuang tadi.
> 
> Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena 
> mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh 
> amat banyak.
> 
> Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu 
> mendengar suara "Utsbut, tsabatkallah"
> yang maknanya kurang lebih, "tetaplah di tempat maka Allah 
> menguatkanmu." Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga 
> kali.
> 
> "Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal 
> itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada 
> seorang pun yang bersama saya," ucap mujahidin itu, sebagaimana 
> ditirukan sang khatib.
> 
> Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. 
> Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang 
> "ajaib" terjadi.
> Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di 
> dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. 
> Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter.
> "Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat," kata mujahid itu 
> lagi, melalui lidah khatib.
> 
> Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, 
> dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya.
> Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) 
> mengatakan, 
> 
> "Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan 
> tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara 
> orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba 
> untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa 
> suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir."
> 
> 3. Pasukan Tidak Dikenal
> 
> Cerita mengenai "pasukan tidak dikenal" juga datang dari seorang 
> penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi 
> bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel. 
> Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. "Kenapa 
> kalian menangis?" tanyanya.
> 
> "Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut 
> dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana 
> ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan 
> kami tidak tahu dari mana mereka datang," jawabnya.
> Saksi Serdadu Israel
> Cerita tentang "serdadu berseragam putih" tak hanya diungkap oleh 
> mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan 
> Israel sendiri menyatakan hal serupa. Situs al-Qassam memberitakan 
> bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota 
> pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam 
> keadaan buta.
> "Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih 
> mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu 
> juga saya buta," kata anggota pasukan ini.
> 
> Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah 
> berhadapan dengan "hantu". Mereka tidak diketahui dari mana 
> asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
> 
> Masih dari Channel 10, seorang tentara Israel lainnya mengatakan, 
> "Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot 
> panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati."
> 
> Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada 
> Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
> 
> 4. Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
> 
> Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba 
> ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.
> 
> Sebuah kejadian "aneh" terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah 
> AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di 
> saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel 
> memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.
> 
> Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan 
> pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada 
> kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih 
> berputar-putar di atas.
> 
> Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana 
> ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu 
> malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.
> 
> Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau 
> jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah 
> berkumpul persis di atas ranjau.
> 
> Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat 
> pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, "allahumma kama lam 
> tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum," yang maknanya, "Ya 
> Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami 
> menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan 
> serupa."
> 
> Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar 
> ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak 
> berfungsi.
> 
> Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan 
> lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh 
> aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih 
> utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a'lam.
> 
> 5. Padam Api
> 
> Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan 
> artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api 
> menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa 
> khawatir jika api itu semakin tak terkendali.
> 
> Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,"Wahai Dzat yang merubah api 
> menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah 
> api itu dengan kekuatan-Mu."
> 
> Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para miujahidin 
> menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta'ala 
> (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka 
> dengan segera.
> 
> 6. Merpati dan Anjing
> 
> Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah "aneh" lainnya kepada 
> situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal 
> Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara 
> melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di 
> wilayah itu.
> 
> Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap 
> adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.
> 
> Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di 
> tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang 
> beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para 
> mujahidin itu pun selamat.
> 
> Adalagi cerita "keajaiban" mengenai seekor anjing, sebagaimana 
> diberitakan situs Filithin Al Aan.
> Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath 
> di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer 
> Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih 
> khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan 
> senjata dan persembunyian para mujahidin.
> 
> Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak 
> bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu 
> dan berkata kepadanya, "Kami adalah para mujahidin di jalan Allah 
> dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena 
> itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk 
> kami."
> 
> Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke 
> depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya 
> dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan 
> korma itu, lalu beranjak pergi.
> 
> 7. Kabut pun Ikut Membantu
> 
> Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al 
> Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat 
> dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).
> 
> Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul 
> terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari 
> atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.
> 
> Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun 
> di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara 
> Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.
> 
> Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin 
> lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah 
> tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal 
> tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.
> 
> Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk 
> mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. "Tak lupa 
> kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan 
> ini," kata Abu Ubaidah.
> 
> Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan 
> mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam 
> ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa 
> diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh 
> pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer 
> itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya 
> luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.
> 
> 8. Selamat Dengan al-Qur'an
> 
> Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka 
> memasuki rumah sakit As Syifa'. Seorang dokter yang memeriksanya 
> kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di 
> saku pejuang tersebut.
> 
> Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus 
> jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan 
> mushaf al-Qur'an yang selalu berada di saku sang pejuang.
> 
> Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu 
> saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah 
> "berantakan".
> 
> Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan 
> diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana 
> ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).
> 
> Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, 
> mushaf Al Qur'an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul 
> Muslim yang menahan peluru tersebut.
> 
> Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya 
> kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke 
> masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. 
> "Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan 
> tidak tersentuh apa-apa," ucapnya seraya tak henti bertasbih.
> 
> "Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang 
> mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah,
> `Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, 
> kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan 
> sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu 
> orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, 
> sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,"
> (Al-Baqarah [2]: 155-156)," jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip 
> Islam Online (15/1/2009).
> 
> 9. Harum Jasad Para Syuhada
> Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) 
> al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika 
> sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.
> 
> Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh 
> Hamas ini "hilang" setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad 
> tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan 
> kepala dan dagunya.  Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian 
> dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk 
> dimakamkan.
> 
> Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com 
> (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah 
> ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak 
> muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
> 
> Keluarga Abdullah As Shani' terkejut lalu memberitahukan kepada 
> orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah 
> (julukan) Abu Hamzah ini.
> 
> Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk 
> mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang 
> diletakkan dalam sebuah kantong plastik.
> 
> Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang 
> tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali 
> semerbak memenuhi rungan yang sama.
> 
> Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, 
> mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di 
> Nashiriyah.
> Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut 
> mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan 
> Abu Nar.
> Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
> 
> Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri 
> harumnya jenazah para syuhada. Sebagaimana dilansir situs Al Quds 
> Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, 
> "Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya 
> ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. 
> Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada."
> 
> 10. Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
> 
> Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung 
> dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia 
> meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan 
> Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
> 
> Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur'an ini sempat 
> mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur'an di Gaza dan 
> bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. 
> Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya 
> di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
> 
> Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad 
> Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid 
> dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian 
> Jabaliya.
> 
> Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua 
> pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.
> 
> Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta 
> melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 
> tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip 
> seperti orang yang sedang tertidur.
> 
> Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk 
> menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak.
> "Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang 
> lebih besar dari itu," jawabnya.
> 
> Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu 
> Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza.
> Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka 
> atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh 
> Arab Times (7/2/ 2009)
> 
> 11. Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
> 
> Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok 
> disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas 
> hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 
> 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.
> 
> Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian 
> Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 
> bayi lahir di Gaza. "Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 
> hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang 
> menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita 
> dan anak-anak," katanya.
> 
> Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding 
> bulan-bulan sebelumnya. "Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran 
> tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 
> kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami 
> mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 
> kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan 
> kelahiran hingga 1.000 kasus.
> 
> Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. 
> Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang 
> kematian mencapai 5 ribu.
> "Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus 
> masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah 
> dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.
> 
> Sumber :
> Thoriq - www.blak-blakan.com
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke