Bila kita melihat debat terbuka dimedia tayang aku suka ingin nempeleng oc nya. Dengan waktu yg disediakan sama dengan yg terjadi di luar negeri jelas debat terbuka menjadi tidak banyak bermanfaat, hanya menjadi adu banyak omong.
Bahasa Indonesia dan kebiasaan masyarakat Indonesia disaat bicara jarang dan sangat sedikit yg bisa straight ke topik, sedang waktu yg diberikan sama dengan yg diluar Indonesia, jelas didalam gaya bahasa saja bisa kekurangan waktu sekitar minimal 25 % dari waktu yg ideal, semisal 1 menit, maka idealnya 1,15 menit, karena bahasa yg berkelok kelok. Dan mengenai Oneng di Metro,...........aku nonton sekilas, dan kurang menarik, karena debat tsb hanya utk saling menjatuhkan secara santun, belum mampu blak blak an ( kasus DKI memang beda ). Pasangan NengTet memang bukan pasangan terbaik, hanya dari calon yg ada, aku melihat pilihan terbaik yg ada justru di Oneng, Dede Yusuf memiliki kelemahan diwakilnya ( birokratnya sudah masuk kelas lama ), sedang Haer...........no comment, seperti komentar Mas Ajeg, sebenarnya memiliki kelemahan, hanya karena memakai pola santun sehingga tidak kena tembak, berbeda bila KPK yg jadi panelis. Dede Yusuf biarpun menjabat wagub pada dasarnya sudah dibuang sejak awal ( tidak sampai setahun sudah dilempar, dan Dede Yusuf masih bertahan karena menunggu moment saat ini ), selama didalam masa pembuangan, maka Dede Yusuf blusukan ke kampung kampung, dimana akan menginap di rumah terjelek dikampun yg dikunjunginya, kemudian ketika mau pergi memberi sedikit uang utk renovasi rumah, dan itu dilakukan tahunan, dengan bekal seperti ini sebenarnya peluang terbesar didapat oleh Dede Yusuf. Utk mengatasi ini maka Mbak Mega, Rano Karno, dan Jokowi turun gunung, dengan harapan siapa tahu bisa mendongkrak perolehan suara dari NengTet. Eniwe tgl 23 sore aku akan mengadakan Mauludan ( kebiasaan dari kakek/nenek ku, dimana merayakan Mauludan khusus utk yg kerja ) setelah usai akan aku jelaskan siapa siapa saja calon yg patut dipilih, dan aku tidak bisa bicara seperti menulis di dunia maya, karena kelemahan yg ada akan aku ceritakan sedikit demi sedikit, dengan harapan pilihan tinggal kepada Dede Y, dan Oneng. Diluar itu................................jangan dipilih. ( lumayan bisa mendulang 100 lebih suara ) ----- Original Message ----- From: "johny_indon" <[email protected]> > > > saat ini sedang berlangsung debat terbuka cagub dan cawagub jabar di > tv-one. > harus diakui kalo aher sebagai incumbent paling siap dalam menjawab > pertanyaan2 > baik dari panelis (rhenald kasali dan satu lagi lupa prof siapa gitu) > maupun > dari kompetitornya. > semua pertanyaan terjawab nyaris tanpa jeda antar kalimat. > beda jauh dgn lex laksamana cagubnya dede yusuf yg kalo ngomong > kebanyakan jeda kayak moerdiono. > > oneng lumayan tapi pembisiknya rada oon soalnya salah melulu > ngutip angka dan fakta (ini kesalahan tim sukses oneng kayaknya). > cuman tiap liat si oneng ngomong emang rada susah untuk tidak terkesan > oon. > intonasi dan gesturenya itu loh, bener2 mengingatkan kita sama sinetron > bajaj bajuri. > teten masduki yg mendampinginya juga salah nembak. > dia ngritik soal pengangkatan direksi bank jabar, katanya tidak fair. > ternyata direksi itu calon2nya hasil fit and proper test yg dilakukan oleh > tim yg salah satu anggotanya adalah rhenald kasali, salah satu panelis di > situ. > jadi kecurigaan teten langsung bisa dimentahkan aher, karena usulan calon > direksi bank jabar dilakukan oleh tim independen. > teten sebagai dedengkot icw mestinya bisa melontarkan pertanyaan > yg lebih tajam soal kasus korupsi di jabar (jika ada), dia kan mestinya > ngantongin segudang data. > > anyway, dlm debat ini ada 2 hal yg menarik. > > pertama, dede yusuf yg sekarang masih jadi wagub, menyerang atasannya > aher yg gubenrnur. padahal setiap kritikannya ke gubernur itu ya otomatis > kritikan buat dia sendiri juga soalnya dia sendiri masih ada dalam sistem. > akibatnya dede yusuf jadi bulan-bulanan deddy mizwar dalam sesi > tanya jawab antar kompetitor. > > kedua, ada calon independen (non partai) yaitu dikdik mulyana. > dikdik ini mantan kapolda sumsel. > yg bikin kaget, cagub independen ini kekayaannya sampe 30 milyar, paling > kaya dari semua cagub lainnya. > mantan polisi dan sangat kaya, kayaknya ngga banget deh. > > demikiam sekilas pandangan mata. > > --- In [email protected], "arra_s" <arra_s@...> wrote: >>e >> >> mohon pencerahan kang Sur.. >> >> saya ngga ikutin berita cagub2.. >> hanya heran saja kok PDI-P.. >> ngga ngusung yg seperti Jokowi - ahok buat jabar.. >> apa ngga ada calon lain?? >> apakah kelebihan oneng dan teten?? >> >> karena menurut saya.. >> ibu Mega, gagal sewaktu menjadi presiden.. >> maaf.. ini pendapat pribadi.. >> >> saya dulu milih Mega.. >> namun menyesal.. >> saat lihat beliau bicara di TV.. >> sewaktu berkunjung ke Aceh.. >> pada saat itu beliau menerima kritikan dari audience.. >> dan beliau tersinggung.. >> dan merespon.. >> saya tamu disini.. >> tuan rumah mesti menghormati tamu.. >> >> nurut saya itu fatal.. >> karena beliau itu presiden, pemimpin.. >> bukan tamu.. >> >> itu terjadi pada saat acara kenegaraan.. >> bukan acara arisan rt.. >> >> >> --- In [email protected], "suryana" <gsuryana@> wrote: ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
