Yo salahnya dia kok gak nurut saja sama MUI,kan yg ditunjuk ngurusi soal agama 
oleh SBY kan MUI dan Depag.Ikuti ikuti.

Paulus Anak Wedus.

--- In [email protected], ayub <ayubyahya@...> wrote:
>
> 
> 
> Wang, untuk sementara break dulu baca2 bijbel nya
> 
> ada yang lebih urgent dan sangat mulia buat kamu
> urusi masalah internal dibawah ini
> 
> kejadiannya ada di negeri ini
> 
> http://www.islamindonesia.co.id/index.php/hot-news/nasional/1366-terusir-karena-tuduhan-kafir
> 
> 
> 
> TERUSIR KARENA TUDUHAN KAFIR
> 
> 
> Lelaki kecil itu tefekur dalam wajah 
> resah. Tangan kanannya sibuk meremas-remas jari telunjuk kirinya. 
> Tiba-tiba buliran kristal keluar dari sela-sela matanya dan jatuh begitu saja 
> membentuk percikan bening di atas lantai marmer berwarna putih. 
> “Saya ingat kawan-kawan sekolah di SD Karang Gayam. Jadi ingin sekolah 
> lagi di sana”ujarnya dalam nada lirih. 
>  
> Musa Alkadim (14) adalah salah satu dari 168 warga Muslim Syiah Sampang yang 
> terdampar di Rumah Susun Puspa 
> Argo, Sidoarjo. Sejak 20 Juni 2013, mereka terpaksa harus meninggalkan 
> kampung halamannya setelah 10 bulan sempat menempati Gedung Olahraga di 
> pusat kota Sampang dengan status sebagai pengungsi. Belum jelas benar 
> alasan apa yang dijadikan dasar oleh pemerintah Kabupaten Sampang untuk 
> memindahkan mereka. 
>  
> Ketika soal ini dikonfimasi Islam 
> Indonesia langsung kepada Fadhilah Budiono, Wakil Bupati Sampang itu 
> hanya menyatakan bahwa relokasi tersebut sudah sepatutnya dilakukan. 
>  Selain GOR Sampang memang bukan tempat  yang layak bagi para  warga 
> Syiah, Fadhilah juga menyebut itu untuk “menghargai” alim ulama dan umat 
> Islam di Sampang yang sudah menyatakan mereka sebagai pengikut aliran 
> sesat. 
>  
> “ Kami punya dasar hukumnya dari MUI, 
> Mahkamah Agung dan para ulama di sini yang menyatakan bahwa mereka 
> sesat,”ujar Fadhilah. Di mana letak kesesatan para penganut Syiah 
> tersebut?
>  
> Fadhilah menyatakan salah satunya dari 
> tata cara mereka shalat. Menurut  lelaki setengah baya yang pernah 
> menjabat sebagai Bupati Sampang itu, suatu hari ia pernah sengaja 
> memanggil beberapa anggota kelompok yang ia sebut sebagai “pengikut 
> Tajul Muluk” (mengacu kepada nama pimpinan komunitas Syiah Sampang yang 
> saat  ini tengah dipenjara karena tuduhan melanggar SARA) tersebut. 
> “Saya suruh mereka shalat. Memang mereka shalat tapi  sholatnya sambil 
> begini-begini,” ujarnya sembari meniru gerakan Annisa Bahar, pedangdut 
> yang dikenal dengan goyang patah-patahnya. 
>  
> Soal isu “shalat goyang ala Syiah 
> Sampang” itu memang sempat panas beberapa bulan yang lalu.  Pemicunya 
> adalah tayangan gambar yang tersebar luas lewat kepingan VCD dan telepon 
> genggam di kalangan warga Sampang. Salah seorang penduduk Sampang yang 
> sempat menyaksikan adegan berdurasi sekitar 7 menit itu adalah Azis ( 
> 29). “Saya pernah melihat orang-orang di warung kopi mengerubungi 
> seseorang yang tengah menyetel video adegan tersebut dari sebuah 
> handphone,”ungkapnya. 
>  
> Shalat goyang hanya salah satu contoh 
> “kesesatan” ajaran Syiah di Sampang. Menurut Maemunah (35), kesesatan 
> mereka juga diwakili oleh tradisi saling tukar istri, isu sholat yang 
> hanya 2 waktu dan versi Al Qur’an yang berbeda dengan mayoritas Muslim 
> Sampang yang menganut aliran ahlussunah wal jamaah. “Ca’nah oreng de’ 
> iyeh (itu kata orang lain), saya sendiri tidak menyaksikan secara 
> langsung dan tidak mau tahu. Ngurusin diri sendiri dan keluarga saja 
> sudah susah, apalagi ngurusin orang lain,”kata perempuan asli Sampang 
> yang aktivitas sehari-hari berdagang nasi keliling itu.
>  
> Sebagian besar ulama Sampang sendiri 
> tidak bisa berbuat apa-apa dengan isu yang menyebar di kalangan umatnya 
> tersebut. Alih-alih mendinginkan suasana, MUI Sampang justru menegaskan 
> kesesatan tersebut melalui fatwa. Bahkan KH. Achmad Dhofir menyebut soal ini 
> sebagai “harga mati”. “Sampai kiamat pun, antara Sunni dengan 
> ajarannnya Tajul Muluk itu tidak akan pernah bertemu,” ujar salah satu 
> tokoh ulama di Sampang tersebut. Lantas benarkah semua yang dituduhkan 
> oleh pihak-pihak di atas?
>  
> Iklil Almilal (40) hanya 
> menggeleng-gelengkan kepala ketika Islam Indonesia mengkonfirmasi 
> berbagai tuduhan tersebut kepadanya. Juru bicara para pengungsi Syiah 
> tersebut mengaku agak lelah juga menepis sekaligus menerangkan hal 
> sesungguhnya tentang keyakinan yang mereka anut itu. “Apakah mereka 
> sudah melihat langsung cara hidup dan ibadah kami?”ujar lelaki yang tak 
> lain merupakan adik kandung Ustadz Tajul Muluk tersebut.
>  
> Ketika mengunjungi  kamar beberapa 
> pengungsi Syiah di Rumah Susun Puspo Argo, Islam Indonesia menyaksikan 
> beberapa dari mereka tengah shalat ashar. Dari awal hingga akhir shalat, kami 
> sama sekali tak menyaksikan gerakan-gerakan aneh dari mereka, 
> kecuali posisi tangan yang tidak bersedekap laiknya shalat orang-orang 
> Sunni. 
>  
> Tochir (50) mengaku tak habis pikir 
> dengan tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Sambil menunjukan 
> mushaf Al Qur’an yang tengah dibacanya, ia menyatakan bahwa tak ada 
> perbedaan sama sekali antara Al Qur’an yang dimilikinya dengan Al Qur’an 
> yang ada pada umumnya. “Tak ada satu pun isinya yang berbeda, boleh 
> mereka periksa sendiri per-ayat,”ujar lelaki yang sempat terluka parah 
> saat terjadi penyerbuan orang-orang Sunni ke dusunnya.
>  
> Hampir senada dengan Tochir, Hatim (70) 
> merasa bingung dengan apa yang terjadi dengan diri dan keluarganya. 
> Orang tua yang tak bisa berbahasa Indonesia tersebut tak memiliki 
> jawaban pasti jika ada orang bertanya: mengapa bisa jauh dari tempat 
> tumpah darahnya. “Reng-oreng ngoca’ kaulah nekah reng kaper (orang-orang 
> hanya bilang kami ini orang kafir),”ujarnya lirih seraya mengusap 
> kepala salah seorang cucu yang ada di pangkuannya.(Islam Indonesia)
> 
> 
> ________________________________
>  From: ayub <ayubyahya@...>
> 
> 
>   
> 
> 
> mantabs.. baca bijbel nya
> lanjut Wang... resikonya, lu makin cerdas !!
> 
> ________________________________
> From: Tawangalun <tawangalun@...>
> 
>   
> Banyak ayat Bijbel yg Pro dg Islam,kali ini saya ambil Torat.
> 
> Ulangan 34:10 Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak 
> ada
> lagi Nabi yang bangkit di antara orang Israel.
> 
> Jadi sesudah Musa kan Yesus berarti menurut Perjanjian Lama Yesus gak pernah
> berhadapan muka dg Yahwe,la Nabi sesudah Musa tsb yg berhadapan Muka dg Allah
> kalau dari
> Arab justru bisa.
> 
> Jadi Bijbel itu malah Pro dengan Islam,makane Kitab saya bilang membenarkan
> Kitab2 yg terdahulu.
> 
> Paulus Anak Wedus.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke