Tukang Jagal yg sudah 7 thn sekarat
Inilah Ariel Sharon sudah 7 thn sekarat.

7 Tahun Ariel Sharon Tersiksa dalam Sekarat
Posted by KabarNet <http://kabarnet.wordpress.com/>  pada 07/01/2013

  <http://kabarnet.files.wordpress.com/2013/01/ariel-sharon6.jpg>
Jerusalem –  KabarNet: Sudah 7 tahun "TUKANG JAGAL" Ariel Sharon
terbaring koma. Ia  belum mati, namun tersiksa dalam sekarat. Betapa
menderita, sejak  terserang stroke pada 4 Januari 2006 lalu, pertama
kali ia dirawat di  Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem di Yerusalem dan
kemudian di Chaim Sheba  Medical Center di Tel Hashomer. Menurut Komite
Keuangan Knesset  (parlemen Israel), ongkos pengobatan Sharon setiap
tahun sekitar USD 440 juta atau setara Rp 4,25 triliun.

Para dokter pernah memasukkan Ariel  Sharon ke ruang operasi untuk
dilakukan pembedahan. Ia memiliki luka  membusuk, lalu operasi dilakukan
untuk menyambung bagian-bagian ususnya  yang telah membusuk dan
infeksinya telah menyebar ke bahagian tubuh  lain. Penyumbatan yang
terjadi di otaknya menyebabkan kerusakan di  sekujur tubuh hingga
membusuk. "Nyawa Sharon terancam," kata juru bicara rumah sakit, Yael
Bossem-Levy kepada kantor berita Associated Press.

Saat ini usia Sharon memasuki 85 tahun,  kedua matanya dalam keadaan
terus terbuka. Dokter-dokter yang merawat  Sharon memberikan keterangan
terkait kesehatan Sharon, saat ditanya  sampai kapan keadaan Sharon akan
terus menerus seperti ini, Shlomo  Segev, dokter senior yang merawatnya
mengatakan, "Kalau dikaji  dari usia rata-rata di keluarga Sharon, ibu
dan neneknya mati di atas  usia 90 tahun". Shlomo pun kemudian
memperkirakan Sharon akan tetap  dengan keadaannya seperti ini hingga
lewat usianya di atas 90 tahun.

Sharon tergolek tak berdaya dengan  bantuan berbagai alat medis yang
tertancap ke tubuhnya, termasuk  respirator, dalam ruangan khusus di
Rumah sakit Tel Hashomer, sebelah  timur Ibu Kota Tel Aviv. Tidak ada
upacara khusus atau sekadar ucapan  simpati buat lelaki 85 tahun itu.
"Besok (Sabtu pekan lalu) juga tidak  ada upacara khusus. Semua orang
telah melupakan dia," kata Raanan  Gissin, bekas penasihat Sharon.

Cobalah pegang tangannya, belai rambutnya yang memutih dan sapalah dia
dengan bahasa orang Arab yang sangat dibencinya, "Kaifa haluk yaa
Sharon?" (Apa kabarmu  Sharon?) Dia pasti tidak akan menjawab. Sebab itu
hanyalah sebuah  patung lilin dalam ukuran sebenarnya sebagai
representasi dari Ariel  Sharon. Seni instalasi karya Noam Braslavsky
tersebut pertama kali ditampilkan di Galeri Seni Kishon di Tel Aviv.
"Sebagai seorang seniman,  adalah hak saya untuk memilih tokoh ini dan
membawanya kembali menjadi  kepala berita utama (di media massa)," kata
Braslavsky, perupa Israel  yang bermukim di Jerman.

Saat Sharon terkena stroke, seorang kru  televisi Israel berhasil
merekam gambarnya yang sedang berada di  belakang sebuah mobil ambulan,
terbaring setengah duduk dalam keadaan  sadar. Itulah gambar terakhir
dari Sharon yang dimiliki media. Sebab  setelah itu, keluarga Sharon
sengaja menutup rapat-rapat segala  informasi tentang kondisi salah satu
tokoh kontroversial dalam sejarah  Zionis Israel itu. Sementara Sharon
palsu didatangi banyak pengunjung di Kishon Gallery, Sharon asli
terbujur kaku tidak sadarkan diri beberapa  kilometer jauhnya, di Chaim
Sheba Medical Center, Tel Hashomer.

  <http://kabarnet.files.wordpress.com/2013/01/ariel-sharon5.jpg>

Sharon yang akrab dipanggil Arik, terkena stroke berat sehingga otaknya
dibanjiri darah, berbagai media  internasional mengabarkan bahwa ia
sudah mati, "ya" Mati. Hal itu wajar  saja, karena setelah dinyatakan
stabil pada 5 Januari 2006 oleh tim  dokter, saat itu di Rumah Sakit
Haddasah, keesokan harinya Sharon  dimasukkan lagi ke ruang operasi.

Pada hari keenam, dokter berupaya  membangunkannya dari keadaan tidak
sadar, dengan cara mengurangi dosis  obat anastesi. Ia pun kemudian bisa
bernapas sendiri dengan bantuan  respirator dan sedikit memberikan
respon terhadap stimulus rasa sakit di lengan dan kakinya. Tetapi,
Sharon yang sudah berpindah rumah sakit  tidak juga bangun, meskipun
keluarga sudah memperdengarkan alunan musik  klasik karya komposer
Mozart kesukaannya –seperti yang disarankan oleh  dokter.

Hari berganti pekan, pekan berganti  bulan. Sharon tidak lagi dikabarkan
menderita pendarahan pada otaknya.  Hanya saja, berbagai infeksi
menyerang organ-organ tubuhnya yang lain  secara bergantian. Dari otak,
infeksi pindah ke paru-paru, ke ginjal, ke dalam darah, begitu
seterusnya. Jantungnya yang diketahui bocor sejak  sebelum koma, ikut
memperburuk keadaan. Tim dokter yang merawatnya hanya menyampaikan dua
kabar tentang Sharon. Yaitu, kondisinya memburuk karena  ada gangguan
pada organnya atau stabil, tapi tetap dalam keadaan koma.

Sebelum Ariel Sharon jatuh koma, diisukan kabar dari asisten pribadinya
bahwa tidur malamnya sering diganggu oleh satu mimpi yang sama. Dalam
mimpi itu Sharon ditangkap oleh penduduk  GAZA yang begitu marah dan
dendam kepada Sharon karena tindakannya yang  angkuh menyerang tanah
Palestina. Didalam mimpi itu Sharon telah  disiksa, dirantai tangan dan
kakinya kemudian diarak sekeliling bandar  GAZA dan di masukkan kedalam
api. Mimpi itu mengganggu Sharon setiap  malam hingga dia jatuh koma.
Tiada yang tahu akan derita Sharon  menanggung mimpi-mimpi itu kecuali
asisten pribadi Sharon. Asisten  tersebut mengungkapkan mimpi-mimpi
Sharon itu kepada khalayak di Israel  pada tahun 2008. Khalayak di
Israel telah menyiarkan berita tersebut,  kemudian dikutip oleh
media-media Asia Barat, seterusnya tersebar.

Demikianlah kita saksikan keadaan musuh  Allah Subhanahu Wata'ala.
Sharon merupakan musuh Islam yang sangat kejam dan gemar menumpahkan
darah. Penyumbatan yang terjadi di otaknya  menyebabkan kerusakan di
sekujur tubuh hingga membusuk, namun ia masih  hidup.

Congkak dan Kejam
Sharon yang lahir 27 Februari 1928 pernah menjadi pemimpin Likud, partai
terbesar dalam koalisi pemerintah di parlemen Israel, Knesset. Ia 
mengundurkan diri dari partai tersebut pada 21 November 2005, dan 
mendirikan partai baru yang bernama Kadima.

Selama tiga puluh tahun Sharon berdinas  sebagai anggota Angkatan
Bersenjata Israel. Pangkat tertingginya adalah  Mayor Jenderal. Ia
menjadi terkenal di Israel karena keterlibatannya  dalam Perang Enam
Hari pada tahun 1967 dan Perang Yom Kippur pada tahun  1973. Ariel
Sharon juga bertanggung jawab atas tragedi pembantaian Qibya pada 13
Oktober 1953. Saat itu 96 orang Palestina tewas oleh Unit 101,  yang
dipimpinnya, dan pembantaian Sabra dan Shatila di Lebanon pada  1982.
Antara 3.000 dan 3.500 orang terbunuh dalam peristiwa itu,  sehingga ia
dijuluki sebagai "Tukang Jagal dari Beirut".

Sepanjang sejarah upaya Zionis Yahudi  mewujudkan `Eretz Yisrael' di
atas tanah Palestina, Ariel Sharon  termasuk salah satu tokoh yang
"tidak ada matinya." Ia kerap muncul di  setiap sejarah penting Israel.
Sharon dilahirkan di Kfar Maalal, sebuah  daerah pertanian di Palestina
bagian barat, pada tahun 1928. Wilayah itu dulu di bawah kekuasaan
Inggris. Keluarga orangtuanya adalah imigran  dari Rusia, pendukung kuat
Zionis Israel. Dalam otobiografinya  disebutkan, nama kecil Sharon
adalah `Buldozer'.

Pada masa kanak-kanak ia telah bergabung  dengan gerakan pemuda Zionis.
Saat remaja belasan tahun ia menjadi  anggota paramiliter Zionis. Sharon
bergabung dalam dinas militer Israel  sebelum genap usia 20 tahun dan
ditunjuk menjadi komandan pleton. Ia  ikut perang pertama antara pasukan
Zionis dengan Arab tahun 1948. Saat  berkarir di militer maupun politik,
Sharon dikenal sebagai seorang  `hawkish`. Seseorang yang tidak sungkan
menggunakan kekerasan dan  kekuatan bersenjata untuk menghajar semua
lawannya.
  [General Moshe Dayan & Ariel Sharon, Yom Kippur War, 1973.] 
<http://kabarnet.files.wordpress.com/2013/01/ariel-sharon4.jpg>
General Moshe Dayan & Ariel Sharon, Yom Kippur War, 1973.

Namun di kemiliteran, ia paling dikenal  dengan aksinya dalam Perang
Arab-Israel tahun 1967 dan peperangan Yom  Kippur Oktober 1973. Ia salah
satu komandan pasukan Zionis yang berhasil meraih kemenangan dari
pasukan Arab dalam waktu singkat. Keberhasilannya  itu menjadi salah
satu legasi Sharon, yang hingga kini terus diajarkan  dan ditularkan
kepada para kadet angkatan bersenjata Israel.

Di dunia politik, ia mendirikan Partai  Likud pada tahun 1973, yang
hingga kini dikenal sebagai partai paling  kejam dan keras terhadap
rakyat Palestina. Lawan-lawan politiknya di  Israel pun mengakui
ke-hawkish-annya. Setelah keluar dari Likud, ia  membentuk Partai Kadima
pada akhir 2005. Partai ini juga mendapat  warisan sifat keras dari
Sharon. Salah satunya bisa dilihat dari sepak  terjang Tzipi Livni,
Ketua Partai Kadima.

Meskipun perempuan, pemimpin Kadima itu  adalah otak dan pengambil
keputusan penting saat pasukan Zionis Israel  menyerang Jalur Gaza akhir
2008 hingga pertengahan Januari 2009, yang  dikenal dengan Operation
Cast Lead. Tidak kurang dari 1.500 orang –  kebanyakan anak kecil,
wanita dan orangtua– menjadi korban tewas dalam  serangan 22 hari
tersebut. Serangan pasukan udara, darat dan laut Israel itu baru
dihentikan hanya satu hari sebelum Amerika Serikat melantik  Presiden
Barack Obama.

Dalam urusan pemukiman Yahudi, Sharon  yang pernah menjabat sebagai
Menteri Perumahan dan Pembangunan Israel  tahun 1990-1992 dan Menteri
Infrastruktur Nasional Israel tahun  1996-1999, tidak mengenal kata
ilegal dalam kamusnya. Semua pemukiman  Yahudi yang dibangun, termasuk
dengan cara merampas tanah milik warga  Palestina, adalah sah. "Setiap
orang harus bergerak, lari dan ambillah  sebanyak mungkin puncak bukit
sebisanya, untuk memperluas pemukiman  (Yahudi). Sebab, semua yang kita
bisa ambil akan tetap menjadi milik  kita… Apa saja yang tidak bisa
kita ambil, akan jatuh ke tangan mereka," Itulah kutipan perkataan
Sharon, saat berbicara di hadapan militan dari kelompok ekstrim sayap
kanan Partai Tsomet, ketika menjabat sebagai  Menteri Luar Negeri, 15
Nopember 1998.

Kecongkakan Sharon dan kebenciannya  terhadap orang Arab dan Palestina
sudah mendarah-daging dalam dirinya  sejak dulu, ia seorang yang kejam.
Dalam wawancaranya dengan Jenderal  Ouze Merham pada 1956, Sharon
berkata:

"Saya tidak tahu ada yang namanya prinsip-prinsip internasional. Saya
bersumpah, akan saya bakar setiap  anak yang dilahirkan di daerah ini.
Perempuan dan anak-anak Palestina  lebih berbahaya dibandingkan para
pria dewasa, sebab keberadaan  anak-anak Palestina menunjukkan bahwa
generasi itu akan berlanjut. …  Saya bersumpah, jika saya sebagai
seorang Israel bertemu dengan seorang  Palestina, maka saya akan bakar
dia. Dan saya akan membuatnya menderita  sebelum membunuhnya. Dengan
satu pukulan saya pernah membunuh 750 orang  Palestina (di Rafah tahun
1956). Saya ingin menyemangati prajurit saya  agar memperkosa
gadis-gadis Arab, karena perempuan Palestina adalah  budak untuk Yahudi
dan kami dapat berbuat apa saja yang kami inginkan  kepadanya. Tidak ada
yang boleh menyuruh kami apa yang harus kami  lakukan, justru kami yang
memerintah mereka apa yang harus mereka  lakukan."
[KbrNet/kepribangkit/Slm]
Paulus Anak Wedus



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke