Ya, itu di Solo. Di kota-kota lain juga ada, termasuk di 
ibukota metropolitan yang konon tergolong sin city. 

Selain yang murni agama, yang campuran budaya juga banyak. 
Umumnya campuran antara budaya lokal, Islam, dan Cina / Tionghoa, 
seperti al. di Gunung Jati. 

Soal berbagi parkir, di pusat sin city kita ada Gereja Istiqlal & 
Masjid Katedral yang berbagi tempat parkir saat Natal. 

Cuma orang-orang tolol yang egois saja yang merasa punya tuhan 
sendiri, tuhan yang lebih istimewa dari tuhan orang lain; ini 
tuhan gua, itu tuhan lu. 

Lha kok malah lebih tuhan dari si tuhan?? 

Maklum, te-o-el-o-el. 


--- ayub <ayubyahya@...> wrote:

> kira kira 5 bln yll, saya datangi gereja ini.. bukan untuk ikut 
> kebaktian tapi sekedar membuktikan omongan pendeta gereja tsb 
> (bukan pendeta yg disebut dibawah ini), pendeta yg saya kenal itu 
> sekarang udah 'emeritus' (pensiun).
> 
> Tulisan dibawah ini akurat dan bener banget bahkan perlu saya 
> tambahin..
> 
> Masalah parkir.. 
> 
> tempat parkirpun satu halaman.. kalo ada hari besar yang bersamaan, 
> masing2 pengurus gereja dan masjid berkoordinasi, secara 
> bergantian, menghimbau ummatnya utk tidak membawa kendaraan.. 
> 
> Di Salatiga lain lagi..
> gereja dan masjid posisinya berhadapan, lokasinya di Jln. A.Yani
> tiap ada hari besar masing2 pasang spanduk.. 
> 
> Gereja: " Selamat Menunaikan Ibadah Puasa" dan "Selamat Idul Fitri"
> Masjid: " Selamat Hari Natal"
> 
> http://id.berita.yahoo.com/gereja-dan-masjid-di-solo-ini-satu-halaman-034236605.html
> 
> Gereja dan masjid di Solo ini satu halaman dan satu dinding 
> MERDEKA.COM. Di Kota Solo, Jawa Tengah, ada dua buah tempat ibadah 
> yang letaknya berdampingan, menempati lahan di atas sebidang tanah 
> yang sama, bahkan alamat yang sama pula. Dua buah bangunan tersebut 
> adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid 
> Al-Hikmah. Keduanya terletak di Jalan Gatot Subroto no 222, Solo.
> 
> Tidak ada sekat tembok yang kokoh, atau batas pagar halaman yang 
> tinggi. Satu-satunya penanda atau pemisah bangunan tersebut 
> hanyalah sebuah tugu lilin tua, yang merupakan simbol perdamaian 
> kerukunan umat beragama. 
> Bahkan jamaah kedua tempat ibadah tersebut tak pernah berselisih 
> selama puluhan tahun.
> 
> "Kita merasa bangga, bisa hidup bersama meski dengan keyakinan 
> berbeda," ujar Sajadi, salah satu jamaah masjid, ketika ditemui 
> Rabu (18/7).
> 
> Menurut Pendeta Nunung Istiningdya, GKJ Joyodiningratan didirikan 
> tahun 1939, sementara musala Al Hikmah yang saat ini sudah berubah 
> menjadi masjid didirikan tahun 1947. Suasana kondusif yang terjalin 
> selama ini, kata Nunung, lantaran selalu terjalinnya komunikasi di 
> antara pengurus kedua tempat beribadah itu.
> 
> "Selama puluhan tahun kami tak pernah ada konflik. Sebagai tanda 
> kerukunan, kami mendirikan sebuah tugu lilin di antara bangunan 
> gereja dan masjid," katanya.
> 
> Kerukunan antardua jemaah beda agama ini tidak hanya terlihat pada 
> kegiatan ibadah sehari-hari. Saat perayaan hari besar misalnya, 
> mereka akan saling membantu dan mengamankan kegiatan peringatan 
> hari besar tersebut.
> 
> Pernyataan Nunung juga dibenarkan oleh Ketua Takmir Masjid Al 
> Hikmah, Natsir Abu Bakar. Menurutnya, sebagai pengurus masjid 
> pihaknya selalu berkomunikasi dengan gereja.
> 
> "Kami selalu berkomunikasi, apa pun yang dilakukan harus selalu 
> rukun," terangnya.
> 
> Karena harmonisasi yang baik ini, tak jarang dua rumah ibadah 
> tersebut menjadi rujukan pemuka agama seluruh dunia. Ada yang 
> datang dari Singapura, Malaysia, Belanda, Jerman, Inggris, Italia, 
> Spanyol, juga dari Filipina, Jepang, Vietnam.
> 
> Berdasarkan buku tamu gereja maupun buku tamu masjid, terlihat 
> siapa saja yang pernah berkunjung. Kedatangan mereka ke Solo adalah 
> untuk melihat secara langsung tentang kerukunan umat beragama di 
> Solo.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke