On 10/4/07, rezameutia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], "Leo Susanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > one thing for sure, kawin itu adalah masalah keberanian. > > > > > > > what? > > kok sekarang kamu bilang kawin itu masalah keberanian? > > > > > iya lah. > > ada masa kecil yang tidak punya tanggung jawab, lalu naik levelnya > masa remaja yang sudah mulai punya sedikit tanggung jawab, sekarang > punya nggak keberanian untuk mengambil tanggung jawab penuh sebagai > laki-laki? >
huh? saya jadi bingung: kenapa laki2 itu harus berani utk mengambil tanggung-jawab penuh? mengapa? saya lihat banyak kasus laki2 yg 'berani' mengambil tanggung jawab tsb tetapi ngeper ditengah jalan. apakah kamu mencampur-adukkan persepsi berani persepsi bertanggung-jawab? jelas logika kamu ini twisted. saya bilang, keputusan utk tidak kawin itu juga merupakan tanda bahwa seseorng itu bertanggung jawab. kalau enggak bisa, kenapa ngoyo? banyak rumah tangga amburadul karena yg laki2 enggak brani to say 'NO'. lemah. > > > kamu itu ngerti enggak bedanya antara hak dan kewajiban? > > hak itu: enggak dikerjain boleh - dikerjain boleh. > > kewajiban itu: harus dikerjain. > > > > > tentu saja saya tahu, apa yang namanya kewajiban dan hak. > > saya melihat kawin itu sebagai kewajiban dan anda melihat kawin > sebagai hak. sudah saya jelaskan dari semula, referensinya saya > mengatakan bahwa perkawinan itu sebagai kewajiban adalah ks. jadinya, > kawin itu harus dikerjain. lho: bukannya kita mulai mengkaji masalah ini dari sisi legalitas? Reza sez: Dalam hukum pidana Barat, yang disebut berzinah kalau perempuannya diperkosa, artinya dia tidak suka melakukan hubungan. ini khan artinya kita membahas masalah ini dari sisi umum, dan menyangkut org lain. kenapa kamu masuk kedalam opini pribadi? anywe - I'll take it. karena referensi kewajiban utk kawin itu itu utk kamu saja. wong bijak bilang refensi kewajiban kawin itu hanya berlaku utk wong bijak. belum tentu berlaku utk org lain. > > sementara, anda referensinya dari statistik yang menyatakan bahwa pria > lebih banyak dari wanita, sehingga anda mengatakan bahwa kawin itu > sebagai hak. > > jadinya, udah jelas beda. wong, referensinya juga beda kok. > saya lihat dari sisi umum, bukan dari sisi pribadi. > > > kawin itu adalah hak: enggak dikerjain boleh - dikerjain juga boleh. > > Itu khan tergantung individu: ngapain kamu memaksa seseorg utk kawin? > > Let them decide. > > > > > > > kapan saya memaksakan kehendak? > back again - kamu sudah masuk kedalam konteks opini pribadi. saya jd enggak tertarik utk menjawab pertanyaan kamu ini. soale pendapat pribadi saya enggak jauh2 banget dengan kamu. > mosok urusan kawin dipaksa? > > ibaratnya seperti laki mayoritas yang demen nonok, dan laki minoritas, > yang demen pantat. silahkan aja berbeda pandangan, berbeda jalan, dan > berbeda orientasi sex. tidak ada unsur pemaksaan lah. > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/ > Yahoo! Groups Links > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
