kemarin tuh sempet jualan kompor.. tapi gagal berhubung masyarakatnya masih pengen yg praktis. lagian support dari pemerintah juga minim, padahal sebelumnya sudah ada pencanangan konversi minah ke batubara. kalau untuk ekspor, batubara pasti masih menjanjikan. untuk domestik, khususnya industri, juga masih oke. cuma kalau usaha pembuatan briket, nah itu yg saya minta pencerahannya dari yg sudah pengalaman seputar batubara...hehehe kalau di cina, atau jepang, pemakaian briket buat rumahan kan sudah biasa. indonesia koq masih sulit ya? apa ada yg salah dari kualitas briket kita? susah nyala, kali? --- In [email protected], "abas_amin08" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > AA: Suatu saran tak sama dengan feasibility sendiri; > buat saya, walaupun tetap make logika, tapi aku yakin > sekali rezeqi datangnya dari Allah jualah; besar kecil > terserah; yang penting , kita harus syukuran. Itu saja. > Kalau yang ini jaminan mutu tak frustasi. > Andaipun gagal dijalan satu; dengan cara nerumo, maka > akan datang balasan yang tak terduga. Modalnya syukur. > > --- In [email protected], "hadingrh" <hadingrh@> wrote: > > > > bikin usaha pengolahan briket atau jualan kompor batubara apa masih > > feasible, basmien? > > --- In [email protected], Abbas Amin <abas_amin08@> wrote: > > > > > > Anda punya duit ? Ingin Investasi dengan keuntungan berlipat > ganda ? > > > Jawabannya pada saat ini adalah "Usaha batu bara" > > > > > > Tapi, ...... hehehe, kendalanyapun segudang ! Kalau anda hanya > > memikirkan UNTUNG saja, tanpa feasibility study yang seksama, maka > > siap siaplah anda untuk menerima kebangkrutan yang luar biasa ! > > > > > > Teman dekatku , tergiur oleh bujuk rayu akan keuntungan yang > besar, > > amblas ratusan juta! Memang sih bukan Dollar; tapinya di Indon walau > > duit sangat tidak beharga, tapi sulit sekali nyarinya; dan ternyata > > secara Umum orang masih mau menerima Hasil Cetakan Uang Rupiah, yang > > entah sudah kesekian ratus kali dicetak, didevaluasi dan > lain2.Padahal > > temanku itu punya uang karena hasil Pensiun dini ! > > > > > > Apa sih kendalanya, sehingga perlu belajar yang tekun dulu sebelum > > terjun menangani usaha batu bara? > > > > > > Salah satu kendala utama adalah menghadapi "Mafia batu bara" > > > Mafia batu bara? Apa itu? Atau bagaimana terjadinya? > > > Kita kalau datang ke daerah batu bara di Kalsel sana, uih > sepanjang > > jalan jita akan melihat tumpukan batu bara; dimana kita tak tahu > > persis siapa pemilik sebenarnya ! > > > Nah ! Kalau kita tanpa meneliti dengan seksama; akan terjadi suatu > > penipuan yang alan menghancurkan masa depan kita ! Kita karena ingin > > buru2 kaya membayar uang muka, pada seseorang yang mengclaim > memiliki > > stock batubara, dan ditunjukkanlah tumpukan batu bara sepanjang > jalan; > > begitu saat transaksi akan dilaksanakan ternyata tumpukan batu bara > > itu setiap tumpukan ada yang mengclaim memiliki batu bara tersebut; > > maka amblaslah uang muka yang bukan jutaan , tapi bisa puluhan > juta ! > > > > > > Belum lagi kalau batu bara dengan kwalitas rendahan; kita sudah > beli > > untuk dijual kembali ( Ekspor ); biasanya yang datang orang > Thailand; > > maka pada sat kita menunjukkan batu bara milik kita setelah diukur > > dengan alat yang mereka bawa ternyata kwalitas rendah; dan langsung > > ditolak! maka transakasi tak terjadi; akibat lebih lanjut adalah > batu > > bara yang kita milki sangat tidak komersial; masih untung kalau bisa > > dijual murah untuk keperluan konsumen lokal; itupun sulit sekali > terjadi. > > > > > > Belum lagi masalah legalisasi, izin ini dan izin itu; yang membuat > > kita pusing tujuh keliling sehingga belum apa apa kita harus > > mengeluarkan biaya predevelopment yang cukup tinggi. > > > > > > Mak langkah langkah yng aman untuk usaha ini, adalah pertama > > mengenal medan, artinya kita mengerti masalah batu bara, paling > tidak, > > sekedar pengetahuan dasar, mengetahui siapa2 yang kompeten untuk > > dihubungi, kepada siapa kita harus kalau perlu sedikit menjilat > > pantatnya, maklumlah di Indonesia ini, menjilat pantas masih tetap > > jadi budaya dan masih dibudayakan dan mungkin dilestarikan. > > > > > > Maka pesan penulis hati hati untuk mengejar cita cita menjadi > orang > > kaya, kalau kita belum mapan dalam segala hal. > > > > > > Abbas Amin > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > >
------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
