Tapi khan anda sudah jadi kompor di milis ini?

Belagak orang kaya, tapi menghina makan siang tukang parkir.

GP

On Fri, Oct 24, 2008 at 7:09 AM, hadingrh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   kemarin tuh sempet bikin2 kompor.. bas,
> tapi jualinnya sulit minta ampun, krn masyarakat belum terbiasa
> nyalain briket.
> padahal kan, tahun 2005 pernah ada pencanangan konversi minah ke batubara.
> dipikir sih, pemerintah bakalan support...
> tapi .. weladalah... pemerintah banting stir ke lpg.
> kalau prospek jualan batubara sih pasti bagus.
> untuk ekspor juga menjanjikan.
> tapi untuk pemakaian domestik, yg mana itu tadinya target saya, .. gak
> tau tuh..
> siapa tau gituh.. basmien punya pencerahan buat pemasaran briket atau
> kompornya .. hehehe
>
> --- In [email protected] <proletar%40yahoogroups.com>,
> "abas_amin08" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
>  > AA: Suatu saran tak sama dengan feasibility sendiri;
> > buat saya, walaupun tetap make logika, tapi aku yakin
> > sekali rezeqi datangnya dari Allah jualah; besar kecil
> > terserah; yang penting , kita harus syukuran. Itu saja.
> > Kalau yang ini jaminan mutu tak frustasi.
> > Andaipun gagal dijalan satu; dengan cara nerumo, maka
> > akan datang balasan yang tak terduga. Modalnya syukur.
> >
> > --- In [email protected] <proletar%40yahoogroups.com>, "hadingrh"
> <hadingrh@> wrote:
> > >
> > > bikin usaha pengolahan briket atau jualan kompor batubara apa masih
> > > feasible, basmien?
> > > --- In [email protected] <proletar%40yahoogroups.com>, Abbas
> Amin <abas_amin08@> wrote:
> > > >
> > > > Anda punya duit ? Ingin Investasi dengan keuntungan berlipat
> > ganda ?
> > > > Jawabannya pada saat ini adalah "Usaha batu bara"
> > > >
> > > > Tapi, ...... hehehe, kendalanyapun segudang ! Kalau anda hanya
> > > memikirkan UNTUNG saja, tanpa feasibility study yang seksama, maka
> > > siap siaplah anda untuk menerima kebangkrutan yang luar biasa !
> > > >
> > > > Teman dekatku , tergiur oleh bujuk rayu akan keuntungan yang
> > besar,
> > > amblas ratusan juta! Memang sih bukan Dollar; tapinya di Indon walau
> > > duit sangat tidak beharga, tapi sulit sekali nyarinya; dan ternyata
> > > secara Umum orang masih mau menerima Hasil Cetakan Uang Rupiah, yang
> > > entah sudah kesekian ratus kali dicetak, didevaluasi dan
> > lain2.Padahal
> > > temanku itu punya uang karena hasil Pensiun dini !
> > > >
> > > > Apa sih kendalanya, sehingga perlu belajar yang tekun dulu sebelum
> > > terjun menangani usaha batu bara?
> > > >
> > > > Salah satu kendala utama adalah menghadapi "Mafia batu bara"
> > > > Mafia batu bara? Apa itu? Atau bagaimana terjadinya?
> > > > Kita kalau datang ke daerah batu bara di Kalsel sana, uih
> > sepanjang
> > > jalan jita akan melihat tumpukan batu bara; dimana kita tak tahu
> > > persis siapa pemilik sebenarnya !
> > > > Nah ! Kalau kita tanpa meneliti dengan seksama; akan terjadi suatu
> > > penipuan yang alan menghancurkan masa depan kita ! Kita karena ingin
> > > buru2 kaya membayar uang muka, pada seseorang yang mengclaim
> > memiliki
> > > stock batubara, dan ditunjukkanlah tumpukan batu bara sepanjang
> > jalan;
> > > begitu saat transaksi akan dilaksanakan ternyata tumpukan batu bara
> > > itu setiap tumpukan ada yang mengclaim memiliki batu bara tersebut;
> > > maka amblaslah uang muka yang bukan jutaan , tapi bisa puluhan
> > juta !
> > > >
> > > > Belum lagi kalau batu bara dengan kwalitas rendahan; kita sudah
> > beli
> > > untuk dijual kembali ( Ekspor ); biasanya yang datang orang
> > Thailand;
> > > maka pada sat kita menunjukkan batu bara milik kita setelah diukur
> > > dengan alat yang mereka bawa ternyata kwalitas rendah; dan langsung
> > > ditolak! maka transakasi tak terjadi; akibat lebih lanjut adalah
> > batu
> > > bara yang kita milki sangat tidak komersial; masih untung kalau bisa
> > > dijual murah untuk keperluan konsumen lokal; itupun sulit sekali
> > terjadi.
> > > >
> > > > Belum lagi masalah legalisasi, izin ini dan izin itu; yang membuat
> > > kita pusing tujuh keliling sehingga belum apa apa kita harus
> > > mengeluarkan biaya predevelopment yang cukup tinggi.
> > > >
> > > > Mak langkah langkah yng aman untuk usaha ini, adalah pertama
> > > mengenal medan, artinya kita mengerti masalah batu bara, paling
> > tidak,
> > > sekedar pengetahuan dasar, mengetahui siapa2 yang kompeten untuk
> > > dihubungi, kepada siapa kita harus kalau perlu sedikit menjilat
> > > pantatnya, maklumlah di Indonesia ini, menjilat pantas masih tetap
> > > jadi budaya dan masih dibudayakan dan mungkin dilestarikan.
> > > >
> > > > Maka pesan penulis hati hati untuk mengejar cita cita menjadi
> > orang
> > > kaya, kalau kita belum mapan dalam segala hal.
> > > >
> > > > Abbas Amin
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > >
> >
>
> 
>



-- 
Salam, Great Pretender


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke