Hading, Sekarang anda masih jualan kompor koq di milis ini... gp
On 10/24/08, hadingrh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > kemarin tuh sempet jualan kompor.. > tapi gagal berhubung masyarakatnya masih pengen yg praktis. > lagian support dari pemerintah juga minim, padahal sebelumnya sudah > ada pencanangan konversi minah ke batubara. > kalau untuk ekspor, batubara pasti masih menjanjikan. untuk domestik, > khususnya industri, juga masih oke. > cuma kalau usaha pembuatan briket, nah itu yg saya minta pencerahannya > dari yg sudah pengalaman seputar batubara...hehehe > kalau di cina, atau jepang, pemakaian briket buat rumahan kan sudah > biasa. indonesia koq masih sulit ya? apa ada yg salah dari kualitas > briket kita? susah nyala, kali? > --- In [email protected], "abas_amin08" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> AA: Suatu saran tak sama dengan feasibility sendiri; >> buat saya, walaupun tetap make logika, tapi aku yakin >> sekali rezeqi datangnya dari Allah jualah; besar kecil >> terserah; yang penting , kita harus syukuran. Itu saja. >> Kalau yang ini jaminan mutu tak frustasi. >> Andaipun gagal dijalan satu; dengan cara nerumo, maka >> akan datang balasan yang tak terduga. Modalnya syukur. >> >> --- In [email protected], "hadingrh" <hadingrh@> wrote: >> > >> > bikin usaha pengolahan briket atau jualan kompor batubara apa masih >> > feasible, basmien? >> > --- In [email protected], Abbas Amin <abas_amin08@> wrote: >> > > >> > > Anda punya duit ? Ingin Investasi dengan keuntungan berlipat >> ganda ? >> > > Jawabannya pada saat ini adalah "Usaha batu bara" >> > > >> > > Tapi, ...... hehehe, kendalanyapun segudang ! Kalau anda hanya >> > memikirkan UNTUNG saja, tanpa feasibility study yang seksama, maka >> > siap siaplah anda untuk menerima kebangkrutan yang luar biasa ! >> > > >> > > Teman dekatku , tergiur oleh bujuk rayu akan keuntungan yang >> besar, >> > amblas ratusan juta! Memang sih bukan Dollar; tapinya di Indon walau >> > duit sangat tidak beharga, tapi sulit sekali nyarinya; dan ternyata >> > secara Umum orang masih mau menerima Hasil Cetakan Uang Rupiah, yang >> > entah sudah kesekian ratus kali dicetak, didevaluasi dan >> lain2.Padahal >> > temanku itu punya uang karena hasil Pensiun dini ! >> > > >> > > Apa sih kendalanya, sehingga perlu belajar yang tekun dulu sebelum >> > terjun menangani usaha batu bara? >> > > >> > > Salah satu kendala utama adalah menghadapi "Mafia batu bara" >> > > Mafia batu bara? Apa itu? Atau bagaimana terjadinya? >> > > Kita kalau datang ke daerah batu bara di Kalsel sana, uih >> sepanjang >> > jalan jita akan melihat tumpukan batu bara; dimana kita tak tahu >> > persis siapa pemilik sebenarnya ! >> > > Nah ! Kalau kita tanpa meneliti dengan seksama; akan terjadi suatu >> > penipuan yang alan menghancurkan masa depan kita ! Kita karena ingin >> > buru2 kaya membayar uang muka, pada seseorang yang mengclaim >> memiliki >> > stock batubara, dan ditunjukkanlah tumpukan batu bara sepanjang >> jalan; >> > begitu saat transaksi akan dilaksanakan ternyata tumpukan batu bara >> > itu setiap tumpukan ada yang mengclaim memiliki batu bara tersebut; >> > maka amblaslah uang muka yang bukan jutaan , tapi bisa puluhan >> juta ! >> > > >> > > Belum lagi kalau batu bara dengan kwalitas rendahan; kita sudah >> beli >> > untuk dijual kembali ( Ekspor ); biasanya yang datang orang >> Thailand; >> > maka pada sat kita menunjukkan batu bara milik kita setelah diukur >> > dengan alat yang mereka bawa ternyata kwalitas rendah; dan langsung >> > ditolak! maka transakasi tak terjadi; akibat lebih lanjut adalah >> batu >> > bara yang kita milki sangat tidak komersial; masih untung kalau bisa >> > dijual murah untuk keperluan konsumen lokal; itupun sulit sekali >> terjadi. >> > > >> > > Belum lagi masalah legalisasi, izin ini dan izin itu; yang membuat >> > kita pusing tujuh keliling sehingga belum apa apa kita harus >> > mengeluarkan biaya predevelopment yang cukup tinggi. >> > > >> > > Mak langkah langkah yng aman untuk usaha ini, adalah pertama >> > mengenal medan, artinya kita mengerti masalah batu bara, paling >> tidak, >> > sekedar pengetahuan dasar, mengetahui siapa2 yang kompeten untuk >> > dihubungi, kepada siapa kita harus kalau perlu sedikit menjilat >> > pantatnya, maklumlah di Indonesia ini, menjilat pantas masih tetap >> > jadi budaya dan masih dibudayakan dan mungkin dilestarikan. >> > > >> > > Maka pesan penulis hati hati untuk mengejar cita cita menjadi >> orang >> > kaya, kalau kita belum mapan dalam segala hal. >> > > >> > > Abbas Amin >> > > >> > > >> > > >> > > >> > > >> > > >> > > >> > > >> > > [Non-text portions of this message have been removed] >> > > >> > >> > > > -- Salam, Great Pretender ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
