Ada sebuah pertanyaan yang belum memuaskan aku. Apakah Islam yang berasal dari Yaman sama dan sebangun didalam memahami Alquran dengan yang dari Arab Saudi ?.
Negara kafir berkembang bisa dibilang sejak lepas dari jaman kegelapan, itu untuk kafir Kristen, sedang kafir Jepang malah loncat sejak kalah perang dunia ke dua ( dibantu Amerika sih ) demikian juga dengan Vietnam yang mulai menggeliat setelah tahun 70 an ( lagi lagi dibantu Amerika ), sedang Palestina yang bisa dibilang memanas sejak Israel berdiri juga dibantu negara Barat, sayangnya korupsi jauh lebih tinggi dibandingkan kerja keras untuk mengelola dan memberdayakan masyarakatnya dan Palestina bukan Muslim semata juga ada Kristen. Dengan demikian agama bukan menjadi salah satu alasan menjadikan seseorang fanatik buta, selain di tekan sedemikian rupa. Iran sejak Syah Palevi jatuh dan menjadi negara agama sedikit demi sedikit mulai bergeser juga. Rwandha yang bukan karena agama ( etnis ), malah telah jatuh korban 800 ribu lebih dibantai ( padahal pembantai nya orang Kristen ), jadi aku lihat bahwa saat ini sedang terjadi kepincangan informasi yang sistimatis untuk mencoreng Islam, dan bila memang Islam sedemikian 'buas' negara mana yang berpenduduk mayoritas Islam membuat genocide kepada masyarakatnya ?, memang untuk hal hal tertentu aku kurang sreg dengan apa yang aku ketahui tentang Islam, semisal pemaksaan pakaian penutup aurat dan tetek bengek haram halal yang tidak berkepentingan untuk kehidupan, dilain pihak di Kristen pun diketemukan hal sejenis dan tidak banyak orang ambil pusing ( semisal ajaran gereja Advent hari ke Tujuh ). sur. ----- Original Message ----- From: "utusan.allah" <[email protected]> > > Ajaran agama Islam itu, berbeda dengan pemahaman ajaran agama Nasrani > yang dianut oleh Vatikan dan gereja anggota WCC tidak menolak kekerasan. > > Dan, disamping itu, banyak ayat al-Mushaf dan contoh kelakuan nabi di > hadits dan sirah nabi yang bisa diartikan membuka jalan bagi orang > Islam untuk melakukan teror.. > > Tapi kenapa justru dibagian ke II abad ke XX teror Islam itu menjadi-jadi? > > Dengan meminjam istilah Bernard Lewis sebabnya adalah karena Islam > sedang mengalami krisis. > > Disatu pihak mereka mengira bahwa agama mereka itu agama yang paling > bagus, diridhai Allah; tapi, dilain pihak mereka juga sadar bahwa > dunia Islam itu adalah ikon keterbelakangan, ikon penindasan, ikon > kesengsararaan, ikon ketidak adilan... > > Negeri kafir itu seperti Amerika, Jepang dan Eropa dan sekarang BRIC > (Brazilia, Rusia, India dan China) pada (bergerak) maju. > > Disaat itulah timbul tiga pemikir, disamping Hasan al-Banna, pendiri > Ikhwanul Muslimin, yang menjadi inspirator orang Islam untuk main > teror: orang Pakistan Maududi dan orang Mesir Sayeed Qutb dan Khomeyni. > > Salah satu yang mula-mula memakai teror adalah orang Palestina: mereka > telah lama tertindas karena didirikannnya negara Israel dan dunia > tidak begitu acuh akan penderitaan dan ketidak adilan yang mereka > tanggungkan tiap hari. Dan, jangan kita lupa bahwa yang pertama-tama > memakai teror di Paleztina itu diantarnaya adalah...orang Nasrani > yaitu organisasi yang dipimpin George Habbash. > > Dengan berhasilnya Khomeyni menjatuhkan Shah, orang Islam banyak yang > berpendapat bahwa memang hanya dengan jalan kekerasan, dengan teror > Islam itu bisa berubah maju. > > Dan ya mentok. > > Karena kemajuan itu hanya bisa dicapai dengan perdamaian... > > Saya yakin, bahwa saat ini makin banyak orang Islam sudah pada sadar > bahwa jalan teror itu adalah jalan buntu dan jalan kesengsaraan, tapi > belum banyak yang menemukan jalan alternatif yang kudu ditempuh. > > Mereka sedang mencari jalan itu. > > Menurut hemat saya orang Islam hanya bisa menemukan jalan alternatif > itu bila mereka sadar bahwa ajaran agama mereka itu sungguah dungu, > buas, kejam, keji, zalim, ganas lagi biadab. > > Dan bahwa ajaran agama mereka itu hanya berdasarkan omong kosong dan > kibulan orang Arab. > > Hingga beberapa tahun yang lalu saya berpendapat bahwa ajaran Islam > itu bisa di Reformasi, seperti ajaran Nasrani, tapi setelah mengikuti > hasil penelitian orientalis yang mutaakhir (Wansbrough, Luling, > Luxenberg dll) saya anggap pendirian itu tidak lagi bisa > dipertahankan: orang Islam kudu diingatkan bahwa ajaran agama mereka > itu disamping dungu, buas, kejam, keji, ganas, buas lagi biadab juga > hanya berdasarkan omong kosong orang Arab. > > Dan adalah bahagian tugas moral tiap orang untuk mengingatkan > kenyataan itu kepada orang Islam. > > Diam berarti membiarkan orang Islam terus dungu dan biadab. > > > --- In [email protected], "gsuryana" <gsury...@...> wrote: >> >> Aku saat ini dan sejak tahun 83 an sudah tinggal di tempat ku sekarang, >> Gawir Bogor, dimana pada awal masuk di takut takut i oleh orang > mengenal >> Bogor bahwa daerah tempat tinggal ku sarang DI/TII yang belum habis, > Sarang >> Garong, pokoknya aku pindah ke sini karena aku suka udara dan > masyarakatnya >> yang belum padat banget, dan semua beragama Muslim, bisa dibilang > non Muslim >> hanya 2 Keluarga yang satu aku, sedang satunya lagi cina Palembang ( >> sekarang sudah jadi pendeta ), dan kami selama ini tidak pernah > mendapat >> masalah dengan Masyarakat sekitar yang notabene Muslim. >> Sejak 90 an lebih, daerah ku mendadak berkembang pesat, sehingga cukup >> banyak pendatang masuk, dan tetap saja aman tentram, pendatang mulai > campur >> aduk, ada yang bisa bawa diri dan ada yang sombong, situasi dan > kondisi pun >> masih saja tetap aman tentram, apakah dengan kondisi seperti ini aku > jadi >> harus ikut menuduh untuk sesuatu yang tidak jelas juntrungannya ? >> >> Logika sederhanaku, mengapa teroris Muslim baru populer setelah Komunis >> jatuh, kemana para teroris Muslim sebelum itu ?, dimana mereka > berada ketika >> terjadi perang dunia ke satu dan kedua ?, mengapa bisa keduluan dengan >> teroris semodel baider meinhof, tentara merah jepun, salamander > Italya dan >> banyak lagi teroris lainnya yang sudah lebih dulu eksis. >> Bisa jelaskan sedikit saja kenapa teroris Muslim baru populer > setelah 1980 >> lebih. >> >> sur. >> ----- Original Message ----- >> From: "utusan.allah" <utusan.al...@...> >> > Dihadapan kejahatan, dihadapan tindakan kriminil tidak ada jalan > tengah. >> > >> > Berdiri netral dihadapan perbuatan kriminil adalah perbuatan nista. >> > >> > Dan fitnah adalah tindakan kriminil. >> > >> > Diam dihadapan tindakan kriminil yang berlangsung berbulan-bulan, >> > bahkan bertahun tahun adalah perbuatan nista. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
