Pekerja kasarnya orang beragama Islam, tetapi tenaga ahli adalah sebagian besar 
adalah non-Muslim. Pekerja kasar itu itu banyak dari Pakistan, India, 
Bangladesh, Sudan, Etipia, dan negeri-negeri magreb.

  ----- Original Message ----- 
  From: ndeboost 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, October 07, 2010 12:26 AM
  Subject: [proletar] Re: Inilah Solusi Manis untuk Ahmadiyah


    
  Kwkwkwk ...........
  Si @mBoong ga tahu ya bahwa utk mbangun masjidil Harram si Kafir harus
  Islam
  dulu? Setelah selesai, mereka boleh athesit lagi, kalau mau. Mengenai
  planners dan
  arsiteknya, memangnya kenapa? Lah wong dibayar (tinggi) siapa ga
  ngiler? nT kok jadi (aneh) gini? @Yusfiq saja demi yang demikian, mirip
  nT.
  Mau cuap-cuap

  Yang nDeboost maksud disini adalah dijaman NKRI ini. Kafir Kristen entah
  bagaimana bisa lolos ke Masjidil Haram. Kalik murtadin yang masih
  pegang KTP Islam ...

  --- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
  >
  > Kristen bukan lolos, tetapi didatangkan untuk pembungunan mekkah dan
  mesjid haram yang dulu kecil , jadi adalah dongeng bahwa kristen lolos
  masuk seperti pencuri ke mesjid haram. Perencanaan kota mekkah yang
  dulu kunyuk itu siapa saja town plannersnya dan arkitektnya? Pembangunan
  hotel terbaru berbintang 5 di pusat Mekkah itu siapa supervisor
  pembangunanya?
  >
  > ----- Original Message -----
  > From: ndeboost
  > To: [email protected]
  > Sent: Wednesday, October 06, 2010 11:58 PM
  > Subject: [proletar] Re: Inilah Solusi Manis untuk Ahmadiyah
  >
  >
  >
  > Masalah Ahmadi di Pakistan sdh diselesaikan lama dahulu. Dan umat
  > Ahmadi,
  > berdasarkan keyakinan mereka sendiri, dinyatakan bukan umat Muhammad
  > saw.
  > dengan implikasi ga boleh menunaikan ibadah haji ke Mekah atau masuk
  > daerah
  > khusus Islam lainnya. (Dari beberapa info./pengakuan nDeboost tahu
  bahwa
  > ada Kristen lolos bahkan sampai ke Masjidil Harram).
  >
  > Sampai hari ini, Ahmadi (Q) punya Khalifah (ke-3?) yang hidupnya
  relatif
  > mewah
  > di London sana. Silahkan kontak "murtadin" Ahmadi di alamat berikut:
  >
  > Ustz Ahmad Hariadi,
  > Telf. 0262.236.158 (Garut), HP (simpati) 081 281 25695;
  > e-mail ahmadhari...@...
  >
  > Penyelesaian manis yang bisa ditempuh adalah misalnya dengan
  menambahkan
  > nama
  > jamaah mereka sendiri dibelakang Islam menjadi Islam Ahmadiyah (Q).
  > Adanya (Q)
  > agar ga bentrok sama yang satunya (L).
  >
  > --- In [email protected], "Tawangalun" tawangalun@ wrote:
  > >
  > > Kalau Ahmadiyah tetep ngaku Islam tapi ngakoni Gulam Ahmad yg jane
  > mirip LIA Aminudin maka Saudy bisa mencekal wong Ahmadiyah yg mau
  naik
  > haji,tentunya informannya dari MUI.MUI akan bikin daftar wong
  > Ahmadiyah.Jadi sebaiknya jangan pakai merk Islam tapi pakai Pangestu
  > wae.
  > >
  > > Shalom,
  > > Tawangalun.
  > >
  > > --- In [email protected], "sunny" ambon@ wrote:
  > > >
  > > > Refleksi : Ahmadiah dianggap bukan Islam? Bagaimana kalau umat
  > Ahmadiyah menggap diri mereka muslimin dan Al Alquran adalah juga
  Kitab
  > mereka, termasuk pergi ke Arab Saudia untuk melakukan ibadah haji
  dan
  > umroh, apakah mereka tidak akan dihadapi dengan ancaman fisik dari
  umat
  > yang menganggap diri mempunyai monopoli terhadah Allah dan WahuNya?
  > > >
  > > >
  > > >
  > 
  http://tribun-timur.com/read/artikel/131258/Inilah-Solusi-Manis-untuk-Ah\
  \
  > madiyah
  > > >
  > > >
  > > > Inilah Solusi Manis untuk Ahmadiyah
  > > > Laporan: Kompas.com
  > > >
  > > >
  > > > Rabu, 6 Oktober 2010 | 15:47 WITA
  > > >
  > > > JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
  (PBNU)
  > meminta Ahmadiyah untuk berbesar hati menerima keyakinan Islam
  > mainstream yang menganggap mereka bukan Islam.
  > > >
  > > > Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf menyampaikan, solusi terbaik
  > permasalahan Ahmadiyah di Indonesia adalah dengan memosisikan
  Ahmadiyah
  > sebagai bukan Islam kemudian memberikan hak-hak penganut Ahmadiyah
  > tersebut untuk meyakini kepercayaannya layaknya aliran kepercayaan
  lain
  > di Indonesia.
  > > >
  > > > "Keputusan Islam internasional menganggap Ahmadiyah bukan Islam.
  Win
  > win solution-nya menempatkan Ahmadiyah bukan Islam, kemudian haknya
  > untuk meyakini kepercayaannya itu diberikan. Sehingga tidak terjadi
  > pelarangan di berbagai daerah, dan eksistensi Ahmadiyah tetap
  terjaga,"
  > katanya dalam diskusi bersama Gerakan Peduli Pluralisme di kantor
  PBNU,
  > Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/10/2010)
  > > > .
  > > > Menurut Slamet, Ahmadiyah sebaiknya belajar dari apa yang
  terjadi di
  > negara asalnya, Pakistan. Di sana, katanya, Ahmadiyah tetap eksis
  > meskipun mengakui dirinya bukan Islam. "Kita bisa melihat Ahmadiyah
  > tetap eksis, tapi tidak mengaku-ngaku sebagai Islam karena Islam
  punya
  > patokan sendiri seperti nabi terakhirnya itu Muhammad," ujar Slamet.
  > > >
  > > > Solusi reposisi Ahmadiyah tersebut dinilai merupakan solusi
  terbaik
  > karena di satu sisi tetap menjaga perasaan dan sikap Islam
  mainstream
  > dan di sisi lain tetap memberikan hak warga negara, yakni penganut
  > Ahmadiyah menjalankan keyakinannya. "Di negeri-negeri Islam
  dilarang,
  > tapi diberi perlindungan bagi minoritas. Saya kira itu solusi yang
  > paling manis," tambahnya.
  > > >
  > > > Namun, kata Slamet, jika Ahmadiyah bersikeras pada posisinya,
  PBNU
  > juga tidak dapat menghalangi jika Menteri Agama kemudian
  mengeluarkan
  > keputusan yang melarang Ahmadiyah di Indonesia atau jika masyarakat
  > kembali melakukan aksi kekerasan menolak Ahmadiyah.
  > > >
  > > > Adapun dialog mencari solusi bagi Ahmadiyah tersebut dihadiri
  Ketua
  > GPP Damien Dematra, Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf, Sekjen PBNU
  Iqbal
  > Sulam, dan Wakil Sekjen Enceng Shobirin.(*
  > > >
  > > > [Non-text portions of this message have been removed]
  > > >
  > >
  >
  >
  >
  >
  >
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke