Semua perusahaan membutuhkan laba (profit), masalahnya ialah siapa memiliki 
laba tsb., apakah masuk ke kantong beberapa gelintir manusia atau untuk 
kepentingan orang banyak.


  ----- Original Message ----- 
  From: landak_mini88 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, October 23, 2010 8:39 PM
  Subject: [proletar] SETAN KAPITALISME (1)


    
  Dalam kapitalisme, kelangkaan sengaja diciptakan agar harga bisa 
dipertahankan di suatu level tertentu. Sebab jika satu barang sangat berlimpah 
ruah, tidak ada maknanya lagi menjual barang tersebut. Sebagai contoh, pernakah 
anda membeli sinar matahari, atau udara? tentu saja tidak. Mengapa? karena 
udara dan matahari sangat berlimpah ruah dan cukup memenuhi kebutuhan setiap 
orang. Tidak ada lagi ruang untuk "memaksa" orang banyak berbuat sesuatu bagi 
segelintir kaum borjuis. Barang2 seperti minyak bumi yang dimusnahkan untuk 
menjaga level kelangkaan.

  Tujuannya: PROFIT ----------> di mana dalam waktu yang lama akan menjadi 
tumpukan uang di perusahaan raksasa. 

  Sebenarnya peran antagonis dari sistem kapitalis ini bukan lagi para kaum 
borjuis. Tapi, persatuan kaum borjuis yang membentuk satu entitas baru yang 
kita sebut dengan korporasi itu pelakunya, dilindungi hukum dan dapat bertindak 
apa saja atau bahkan mempengaruhi regulasi pemerintah. Memiliki otoritas karena 
memiliki gelembung uang rakyat yang banyak, yang dipergunakan dengan 1 tujuan 
yaitu menjadi semakin besar, sebesar mungkin (atau istilah yang lebih familiar: 
mencari profit sebanyak-banyaknya).Di saat inilah bahkan seluruh orang borjuis 
yang bersatu tersebut sudah tidak mungkin lagi dapat menghabiskan gunungan uang 
tersebut walaupun mereka beserta seluruh keluarganya hidup di rumah yang paling 
mewah, naik kendaraan yang paling mewah, pakai baju desainer yang termahal 
seumur hidup mereka. 

  Gunungan kapital tersebut berdiri sendiri, makin menggelembung sendiri dan 
TIDAK ADA yang bisa menikmatinya. Ingat, uang diciptakan seharusnya untuk 
menjadi PELAYAN bagi manusia, namun sudah berganti peran berbalik memperbudak 
manusia. Manusia bekerja siang dan malam dengan bayaran yang tidak sebanding 
dengan pekerjaan mereka dan selisihnya yang kita sebut dengan PROFIT, 
menggelembung tidak terkira di dalam brankas perusahaan raksasa. 

  Gelembungan uang tersebut tidak terpakai habis lagi oleh si empunyanya, 
sementara banyak orang di luar sana yang membutuhkan uang sedikit saja untuk 
biaya pangan, sandang, rumah, edukasi, teknologi paling sederhana seperti 
peralatan makan, kasur, perabotan rumah, atau pengobatan untuk membuat mereka 
hidup selayaknya manusia. 

  Jadi, mengapa tidak kita pecahkan saja gelembungan uang tersebut dan kita 
bagi-bagikan kepada semua orang? Toh, para pemilik perusahaannya sekalipun 
sudah tidak dapat menghabiskannya. Mereka tetap dapat hidup sangat super mewah 
seumur hidupnya, beserta keluarga dan keturunannya bahkan setelah kapital itu 
hancur dan dibagi-bagikan untuk orang banyak.

  Ethical issue:
  Kelangkaan dalam sistem kapitalis membuat semua orang menjadi:

  1) Rakus. Bukan salah manusia jika menjadi rakus, karena sebenarnya rakus 
akan sesuatu itu hanya tindakan lanjut atas ketakutan manusia menghadapi hidup 
berkekurangan.

  2) Setiap orang saling membunuh untuk bertahan hidup. Agar tetap mendapatkan 
resources yang selalu tidak pernah cukup, orang saling berlomba-lomba. Sifat 
mengalah sama saja dengan rela mati pelan-pelan.

  Seharusnya yang perlu diperjuangkan adalah suatu sistem yang dapat membuat 
manusia BEKERJASAMA yang mana tidak dimungkinkan dalam sistem kapitalis yang 
menjaga kelangkaan resources dan mengharuskan manusia bergontok-gontokan 
menjadi yang tertinggi. yang mana akan mewujudkan situasi "zero sum game", di 
mana semakin banyak seseorang menguasai resources, maka resources akan menjadi 
semakin langka untuk dimiliki oleh manusia sisanya. Kita membutuhkan suatu 
terobosan dimana setiap orang harus STOP berebut, dan penuhi hajat hidup orang 
banyak, dengan membuat resources seperti pangan, edukasi, kesehatan jadi 
BERLIMPAH-LIMPAH. Hal itulah yang membuat saya curiga, solusinya ada pada 
TEKNOLOGI.

  Kesimpulan: Kita membutuhkan sistem ekonomi yang menggunakan teknologi untuk 
sebesar-besar kebutuhan manusia bukan untuk sebesar-besar penggelembungan 
kapital



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke