> "landak_mini88" <landak_min...@...> wrote: > Yang mengerikan adalah MODAL dari > 1 perusahaan raksasa yang kekayaannya > sudah terkumpul lebih dari setengah > kekayaan warga negaranya sendiri. > Dari mana sumbernya? Dari mempekerjakan > buanyak buruh. Dan bahkan, si bos > sendiri sudah tidak bisa menikmati > keseluruhan tumpukan kapital tersebut > atau bahkan mengontrolnya lagi. Malahan > si Modal itu yang mengontrol kita.
Perusahaan raksasa yang kekayaannya terkumpul bukan cuma setengah dari kekayaan warganegaranya sendiri tetapi seluruh kekayaan negaranya dan mempekerjakan seluruh rakyat negara itu dari sumber2 negaranya juga... inilah yang kita sebut negara KOMUNIS yang sudah ditentang diseluruh dunia akhirnya bangkrut sendiri karena rakyat akhirnya berontak dikontrol oleh modal yang terlalu kuat ini sehingga tidak bisa menikmati kehidupan sederhana sekalipun. Ini adalah contoh perusahaan raksasa yang bisa mengontrol dan berkuasa secara paling mengerik dan mereka bahkan mereka hanya perlu modal tentara2 yang juga dibayar murah. Jadi yang anda bicarakan diatas namanya bukan kapitalisme tapi komunisme. Memang keduanya agak saru dalam membedakannya. Namun kapitalisme dan komunisme sekarang didunia ini sudah dilarang, meskipun praktek2 mereka di-negara2 berkembang sifatnya hanyalah lokal yang tidak mempengaruhi dunia internasional dan bukan merupakan ancaman dunia lagi. Kapitalist bukanlah kapitalisme, karena kapitalist hanyalah istilah atau sebutan untuk pemilik modal yang tidak perlu harus menjalankan modalnya secara kapitalistik dan system kapitalisme. Kapitalist bukanlah orang kaya meskipun memiliki modal kekayaan, karena orang kaya itu adalah orang yang hidup secara berlebihan sebaliknya kapitalist itu belum tentu hidupnya secara berlebihan karena banyak kapitalist yang hidup bagaikan orang miskin serba hemat. Pada hakekatnya "Kapitalist" hanyalah pemilik modal. Demikianlah seorang kapitalist menginvestasikan modalnya dalam suatu usaha, tapi cara dan apa yang boleh di investasikannya itu harus memenuhi peraturan pemerintah, karena kapitalist itu bukanlah pemerintah dan kalo pemerintah berlaku menjadi kapitalist, maka kita namakan "Komunisme" bukan sama sekali Kapitalisme. Salah satu aturan yang ditetapkan kebanyakan pemerintah demokrasi sekarang ini adalah menyangkut soal penjualan saham kepada masyarakat bagi investasi tertentu yang jumlahnya juga ditentukan dalam aturan tsb. Apabila seorang kapitalist menjual saham2 investasi-nya, maka pembeli saham2 itupun juga menjadi kapitalist sementara si kapitalist pertama itu tetap namanya kapitalist. Adalah tugas pemerintah untuk menyebarkan pemerataan kesejahteraan rakyatnya. Kalo ada rakyat miskin yang tidak bisa membeli saham, maka kewajiban pemerintahlah membantu rakyat miskin ini untuk dididik, disekolahkan, dipekerjakan, dan akhirnya bisa juga memiliki saham, dalam hal ini bukan tugas apalagi kewajiban si kapitalist. Jadi tidak pernah ada kapitalist yang menyengsarakan rakyat, kalo ada rakyat yang sengsara bukanlah tanggung jawab kapitalist tetapi tanggung jawab negara yang menarik pajak dari para kapitalist tadi. Demikianlah pemahaman di Indonesia tentang kapitalist, kapitalisme, pengusaha besar, dan komunisme sama sekali menyesatkan. Semoga keterangan saya ini bisa lebih mencerahkan mereka yang otaknya sudah diracuni Islam atau Komunisme sehingga cuma bisa memuntahkan kebencian yang dasarnya sudah bukan pengetahuan ekonomi sama sekali. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > Coba dibaca lagi materinya.... > > --- In [email protected], ayub yahya <ayubyahya@> wrote: > > > > kapitalist kecil²-an yg ada di sekitar perumahan jakarta... > > > > Pemulung, orang desa yg merantau ke jkt tp jadi pengangguran.. > > di-modalin uang makan harian trus disuruh mulung barang² bekas, > > sasaran mulung : brg² bekas botol/gelas air mineral, barang² bekas RT, > > besi tua, kardus, plastik...etc > > hasilnya ditimbang dan dihargai sesuai nilai masing² barang bekas, > > kalo rajin dan tekun, lama² bisa punya anak buah sendiri > > ato jd boss kecil pemulung juga... > > > > Penjual sate asal madura... > > pedagang sate yg sudah sukses duluan ngasih modal ke pendatang baru, > > bentuknya bisa gerobak dorong lengkap sate + lontong-nya... > > yg jualannya mangkal sama juga, dimodalin sate+lontongnya, > > ada kewajiban setor hasil dari penjualan satenya.... > > Dari hasil keuntungan.. lama² bisa punya warung sate sendiri... > > Ini udah ada contohnya, tukang sate yg jualan di Panglima Polim, > > tiap malam rame.. gak nyampe jam 10 malam pasti dah habis > > > > Design graphics... > > emang sih, ama boss nya dikasih computer, machintosh lagi... > > di kantor kerja sbg designer tapi di rumah msh harus nerusin ngedesign > > dgn computer pemberian boss ... karena nguber deadline... > > > > kapitalist juga kan ?! > > > > > > --- On Mon, 10/25/10, wawan <selarasmilis@> wrote: > > > > > > iya betul, kapitalis bukan rampok, penjajah, dan bukan setan > > > > apabila yang memandang ORANG GOBLOK. > > > > > > > > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote: > > > > > > > > > > Kapitalist Bukan Rampok, Penjajah, Dan Bukan Setan !!! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
