Janganlah memprovokasi, kapitalist itu artinya pemilik modal bukan perampok.

Beda perampok dan kapitalist, kalo kapitalist itu mencari laba dengan modal, 
maka perampok itu mencari laba tanpa modal.

Nabi Muhammad itu aselinya kapitalist bukan perampok, tapi Quran memfitnahnya, 
men-jelek2an nabi Muhammad sebagai perampok, sedangkan ulama Islam selalu 
membanggakan Muhammad sebagai perampok bukan sebagai kapitalist.

Jadi kalo isi Quran lebih banyak men-jelek2an nabi Muhammad, wajar kalo bisa 
kita simpulkan bahwa ajaran dalam Quran bukanlah berasal dari nabi Muhammad.  
Karena tidak mungkin Muhammad mengajarkan sesuatu kepada umatnya untuk 
men-jelek2an dirinya seperti gambaran tentang dirinya sebagai perampok, 
pemerkosa, pedophilia, poligamous, bahkan juga sebagai pembantai Yahudi dimana 
isterinya Khadijah jelas2 keturunan Yahudi juga.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

















--- In [email protected], "ajeg" <ajegil...@...> wrote:
>
> 
> Betul. 
> Tapi kapitalis kan nggak peduli laba itu hasil 
> ngrampok, korupsi, atau menjajah. 
> Semakin kejem & nyusahin orang, kapitalis merasa 
> laba itu hasil "kerja keras" mereka. 
> 
> Demi laba, segala cara halal. 
> 
> 
> --- "sunny" <ambon@> wrote:
> 
> > Semua perusahaan membutuhkan laba (profit), masalahnya ialah siapa 
> > memiliki laba tsb., apakah masuk ke kantong beberapa gelintir 
> > manusia atau untuk kepentingan orang banyak.
> > 
> > 
> > ----- Original Message ----- 
> > From: landak_mini88 
> > 
> > > Dalam kapitalisme, kelangkaan sengaja diciptakan agar harga bisa
> > > dipertahankan di suatu level tertentu. Sebab jika satu barang 
> > > sangat berlimpah ruah, tidak ada maknanya lagi menjual barang 
> > > tersebut. Sebagai contoh, pernakah anda membeli sinar matahari, 
> > > atau udara? tentu saja tidak. Mengapa? karena udara dan matahari 
> > > sangat berlimpah ruah dan cukup memenuhi kebutuhan setiap orang. 
> > > Tidak ada lagi ruang untuk "memaksa" orang banyak berbuat sesuatu 
> > > bagi segelintir kaum borjuis. Barang2 seperti minyak bumi yang 
> > > dimusnahkan untuk menjaga level kelangkaan.
> > > 
> > > Tujuannya: PROFIT ----------> di mana dalam waktu yang lama akan 
> > > menjadi tumpukan uang di perusahaan raksasa. 
> > >
> > > Sebenarnya peran antagonis dari sistem kapitalis ini bukan lagi 
> > > para kaum borjuis. Tapi, persatuan kaum borjuis yang membentuk 
> > > satu entitas baru yang kita sebut dengan korporasi itu pelakunya, 
> > > dilindungi hukum dan dapat bertindak apa saja atau bahkan 
> > > mempengaruhi regulasi pemerintah. Memiliki otoritas karena 
> > > memiliki gelembung uang rakyat yang banyak, yang dipergunakan 
> > > dengan 1 tujuan yaitu menjadi semakin besar, sebesar mungkin 
> > > (atau istilah yang lebih familiar: mencari profit sebanyak-
> > > banyaknya).Di saat inilah bahkan seluruh orang borjuis yang 
> > > bersatu tersebut sudah tidak mungkin lagi dapat menghabiskan 
> > > gunungan uang tersebut walaupun mereka beserta seluruh 
> > > keluarganya hidup di rumah yang paling mewah, naik kendaraan yang 
> > > paling mewah, pakai baju desainer yang termahal seumur hidup 
> > > mereka. 
> > >
> > > Gunungan kapital tersebut berdiri sendiri, makin menggelembung 
> > > sendiri dan TIDAK ADA yang bisa menikmatinya. Ingat, uang 
> > > diciptakan seharusnya untuk menjadi PELAYAN bagi manusia, namun 
> > > sudah berganti peran berbalik memperbudak manusia. Manusia 
> > > bekerja siang dan malam dengan bayaran yang tidak sebanding 
> > > dengan pekerjaan mereka dan selisihnya yang kita sebut dengan 
> > > PROFIT, menggelembung tidak terkira di dalam brankas perusahaan 
> > > raksasa. 
> > >
> > > Gelembungan uang tersebut tidak terpakai habis lagi oleh si 
> > > empunyanya, sementara banyak orang di luar sana yang membutuhkan 
> > > uang sedikit saja untuk biaya pangan, sandang, rumah, edukasi, 
> > > teknologi paling sederhana seperti peralatan makan, kasur, 
> > > perabotan rumah, atau pengobatan untuk membuat mereka hidup 
> > > selayaknya manusia. 
> > >
> > > Jadi, mengapa tidak kita pecahkan saja gelembungan uang tersebut 
> > > dan kita bagi-bagikan kepada semua orang? Toh, para pemilik 
> > > perusahaannya sekalipun sudah tidak dapat menghabiskannya. Mereka 
> > > tetap dapat hidup sangat super mewah seumur hidupnya, beserta 
> > > keluarga dan keturunannya bahkan setelah kapital itu hancur dan 
> > > dibagi-bagikan untuk orang banyak.
> > >
> > >   Ethical issue:
> > >  Kelangkaan dalam sistem kapitalis membuat semua orang menjadi:
> > >
> > > 1) Rakus. Bukan salah manusia jika menjadi rakus, karena 
> > > sebenarnya rakus akan sesuatu itu hanya tindakan lanjut atas 
> > > ketakutan manusia menghadapi hidup berkekurangan.
> > > 
> > > 2) Setiap orang saling membunuh untuk bertahan hidup. Agar tetap 
> > > mendapatkan resources yang selalu tidak pernah cukup, orang 
> > > saling berlomba-lomba. Sifat mengalah sama saja dengan rela mati 
> > > pelan-pelan.
> > >
> > > Seharusnya yang perlu diperjuangkan adalah suatu sistem yang 
> > > dapat membuat manusia BEKERJASAMA yang mana tidak dimungkinkan 
> > > dalam sistem kapitalis yang menjaga kelangkaan resources dan 
> > > mengharuskan manusia bergontok-gontokan menjadi yang tertinggi. 
> > > yang mana akan mewujudkan situasi "zero sum game", di mana 
> > > semakin banyak seseorang menguasai resources, maka resources akan 
> > > menjadi semakin langka untuk dimiliki oleh manusia sisanya. Kita 
> > > membutuhkan suatu terobosan dimana setiap orang harus STOP 
> > > berebut, dan penuhi hajat hidup orang banyak, dengan membuat 
> > > resources seperti pangan, edukasi, kesehatan jadi BERLIMPAH-
> > > LIMPAH. Hal itulah yang membuat saya curiga, solusinya ada pada 
> > > TEKNOLOGI.
> > > 
> > > Kesimpulan: Kita membutuhkan sistem ekonomi yang menggunakan 
> > > teknologi untuk sebesar-besar kebutuhan manusia bukan untuk 
> > > sebesar-besar penggelembungan kapital
> > > 
> > >   
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke