> "landak_mini88" <landak_min...@...> wrote:
> Atau dengan bahasa yang lebih singkat
> dapat disimpulkan, perusahaan yang ada,
> adalah MILIK rakyat keseluruhan. Sedangkan
> pada kapitalisme, resources uang, faktor
> produksi atau bahkan rakyat dimiliki oleh
> pemilik modal. Dapatkah kita mengganti
> pemilik modal jika kita tidak suka dengan
> kebijakannya, katakanlah pada kebijakan PHK
> masal? 


Dalam negara komunis segalanya milik rakyat, tapi yang mengatas namakan 
"Rakyat" itu hanyalah negara.  Dengan kata lain, rakyat tidak punya apa2 bahkan 
hak juga enggak punya karena semuanya milik negara.

Kalo di negara Kapitalisme, para kapitalist bisa berhak berkuasa dalam memecat 
pegawai, dan para pegawai juga berhak untuk berdemonstrasi protes dan mogok 
sehingga para kapitalist bisa dipaksa tawar2an dengan pemimpin buruhnya untuk 
menemukan solusi yang mungkin sama2 puas.

Sebaliknya dinegara komunis yang semuanya milik negara, maka demonstrasi pun 
dilarang dan kalo mogok pasti dipenjara tidak ada tawar2an soal harga semua 
harus bekerja dengan gaji yang sama2 rendahnya karena rumah dan makanan sudah 
disediakan negara yang kesemuanya adalah milik negara.

Tapi sekali lagi, dizaman sekarang system kapitalisme dan komunisme sudah sama2 
ditolak karena kedua system ini sebenarnya sama.  Kalo dalam komunisme 
sipemilik modal itu adalah negara, maka dalam kapitalisme si pemilik modal itu 
adalah pengusaha.  Keduanya jelek karena dalam komunisme penguasa negara bisa 
semaunya, sedangkan dalam kapitalisme, si pengusaha bisa berdialog dengan 
penguasa untuk melakukan pelanggaran yang semaunya juga.

Kapitalisme dilarang dengan UU anti-monopoli dan kewajiban menjual saham 
dipasar saham.  Komunisme yang meskipun melakukan praktek monopoli seperti yang 
dilakukan dalam kapitalisme tapi akhirnya bangkrut dan musnah dengan sendirinya 
karena terlalu absolut memonopoli sehingga mematikan pasarannya sendiri.

Negara2 Demokrasi sekarang mengembangkan ekonomi dengan memanfaatkan para 
kapitalist yang diatur dalam UU anti-monopoli maupun UU penjualan saham dan UU 
tenaga kerja.  Rakyat berhak mogok dan berdemo.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








> 
> Dan tidak, keduanya (kapitalisme dan sosialisme) sangat jelas berbeda bahkan 
> hampir tidak mungkin dibilang "saru".
> 
> 2. Musuh dari komunis sendiri pada dasarnya bukan para pemegang saham atau 
> kapitalis. Tapi pada KAPITAL. Penggelembungan kapital yang besar yang sudah 
> berkali2 saya katakan, TIDAK akan habis dipakai seluruhnya oleh pemilik 
> modal. Seorang Bill Gates bergaya hidup sangat mewah laksana seorang 
> kaisarpun tidak terlalu ditakuti oleh para filsuf sosialis, Namun, 
> gelembungan kapital yang diprivatisasi sampai tidak dapat dikontrol lagi lah 
> yang mengerikan bagi mereka.
> 
> Mengapa tidak dapat dikontrol?
> Coba anda ingat2 lagi pelajaran ekonomi pada saat mba masih SMA dulu... 
> Apatujuan dari perusahaan privat, hayooo.... 
> 
> "Profit sebesar-besarnya". 
> 
> Nah, Profit ini yang kalau ditumpuk dalam waktu tertentu akan menggelembung 
> menjadi kapital raksasa, memiliki 3 sifat dasar yaitu:  
> 1)meperbesar, 
> 2)Memperbesaaaar
> 3)MEMPERBESAAAAAAAAAAAAAR diri sendiri
> 
> Well, sampai di sini, mungkin mba muski belum melihat masalah yang muncul.  
> Masalah datang ketika pada satu ukuran besar tertentu, ia mendapat dukungan 
> hukum, mempunyai cara yang lebih jitu dalam hal meraih profit  lebih daripada 
> hanya dari selisih nilai jual dan nilai beli. Ada 2 lagi cara yang lebih 
> dahsyat untuk memperbesar dirinya dengan cepat.. 
> 
> Yaitu:
> 1) Saham
> Uang rakyat disedot  untuk kemudian ditumpuk di lumbung2 perusahaan, yang 
> akan menjadi raksasa Kapital.
> 2) Akuisisi
> Melahap perusahaan raksasa lainnya yang telah memiliki kapital cukup besar.
> 
> Uang...
> Prinsipnya uang yang beredar segitu-segitu aja... Kalau ditambah pun percuma 
> karena akan bernilai sama hanya jumlahnya lebih besar (inflasi). 
> 
> Simple logic:
> Apa yang terjadi jika uang rakyat 1 negara dikumpulkan di tempat yang bahkan 
> bukan miliknya lagi? (Jangan bilang anda telah memiliki perusahaan itu kalau 
> anda hanya memegang katakanlah 1% dari total saham) Artinya, uang rakyat yang 
> beredar ditumpuk di suatu tempat dan TIDAK ada yang menggunakannya, Bahkan 
> tidak juga dinikmati oleh si pemilik kapital.
> 
> Sosialis tidak haruslah otoriter... (walaupun masalah otoriter yang lebih 
> tepat dapat kita bahas lagi pada bidang politik dan komunisme) seperti halnya 
> sosial demokratisnya India dan negara2 skandinavia.
> 
> Pembahasan lebih lanjut, jika mba telah menguasai materi... 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
> 
> > 
> > Perusahaan raksasa yang kekayaannya terkumpul bukan cuma setengah dari 
> > kekayaan warganegaranya sendiri tetapi seluruh kekayaan negaranya dan 
> > mempekerjakan seluruh rakyat negara itu dari sumber2 negaranya juga...  
> > inilah yang kita sebut negara KOMUNIS yang sudah ditentang diseluruh dunia 
> > akhirnya bangkrut sendiri karena rakyat akhirnya berontak dikontrol oleh 
> > modal yang terlalu kuat ini sehingga tidak bisa menikmati kehidupan 
> > sederhana sekalipun.
> > 
> > Ini adalah contoh perusahaan raksasa yang bisa mengontrol dan berkuasa 
> > secara paling mengerik dan mereka bahkan mereka hanya perlu modal tentara2 
> > yang juga dibayar murah.
> > 
> > Jadi yang anda bicarakan diatas namanya bukan kapitalisme tapi komunisme.  
> > Memang keduanya agak saru dalam membedakannya.  Namun kapitalisme dan 
> > komunisme sekarang didunia ini sudah dilarang, meskipun praktek2 mereka 
> > di-negara2 berkembang sifatnya hanyalah lokal yang tidak mempengaruhi dunia 
> > internasional dan bukan merupakan ancaman dunia lagi.
> > 
> > Kapitalist bukanlah kapitalisme, karena kapitalist hanyalah istilah atau 
> > sebutan untuk pemilik modal yang tidak perlu harus menjalankan modalnya 
> > secara kapitalistik dan system kapitalisme.
> > 
> > Kapitalist bukanlah orang kaya meskipun memiliki modal kekayaan, karena 
> > orang kaya itu adalah orang yang hidup secara berlebihan sebaliknya 
> > kapitalist itu belum tentu hidupnya secara berlebihan karena banyak 
> > kapitalist yang hidup bagaikan orang miskin serba hemat.  Pada hakekatnya 
> > "Kapitalist" hanyalah pemilik modal.
> > 
> > Demikianlah seorang kapitalist menginvestasikan modalnya dalam suatu usaha, 
> > tapi cara dan apa yang boleh di investasikannya itu harus memenuhi 
> > peraturan pemerintah, karena kapitalist itu bukanlah pemerintah dan kalo 
> > pemerintah berlaku menjadi kapitalist, maka kita namakan "Komunisme" bukan 
> > sama sekali Kapitalisme.
> > 
> > Salah satu aturan yang ditetapkan kebanyakan pemerintah demokrasi sekarang 
> > ini adalah menyangkut soal penjualan saham kepada masyarakat bagi investasi 
> > tertentu yang jumlahnya juga ditentukan dalam aturan tsb.
> > 
> > Apabila seorang kapitalist menjual saham2 investasi-nya, maka pembeli 
> > saham2 itupun juga menjadi kapitalist sementara si kapitalist pertama itu 
> > tetap namanya kapitalist.
> > 
> > Adalah tugas pemerintah untuk menyebarkan pemerataan kesejahteraan 
> > rakyatnya.  Kalo ada rakyat miskin yang tidak bisa membeli saham, maka 
> > kewajiban pemerintahlah membantu rakyat miskin ini untuk dididik, 
> > disekolahkan, dipekerjakan, dan akhirnya bisa juga memiliki saham, dalam 
> > hal ini bukan tugas apalagi kewajiban si kapitalist.
> > 
> > Jadi tidak pernah ada kapitalist yang menyengsarakan rakyat, kalo ada 
> > rakyat yang sengsara bukanlah tanggung jawab kapitalist tetapi tanggung 
> > jawab negara yang menarik pajak dari para kapitalist tadi.
> > 
> > Demikianlah pemahaman di Indonesia tentang kapitalist, kapitalisme, 
> > pengusaha besar, dan komunisme sama sekali menyesatkan.  Semoga keterangan 
> > saya ini bisa lebih mencerahkan mereka yang otaknya sudah diracuni Islam 
> > atau Komunisme sehingga cuma bisa memuntahkan kebencian yang dasarnya sudah 
> > bukan pengetahuan ekonomi sama sekali.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > > 
> > > Coba dibaca lagi materinya....
> > > 
> > > --- In [email protected], ayub yahya <ayubyahya@> wrote:
> > > >
> > > > kapitalist kecil²-an yg ada di sekitar perumahan jakarta...
> > > > 
> > > > Pemulung, orang desa yg merantau ke jkt tp jadi pengangguran..
> > > > di-modalin uang makan harian trus disuruh mulung barang² bekas,
> > > > sasaran mulung : brg² bekas botol/gelas air mineral, barang² bekas 
> > > > RT, 
> > > > besi tua, kardus, plastik...etc 
> > > > hasilnya ditimbang dan dihargai sesuai nilai masing² barang bekas,
> > > > kalo rajin dan tekun, lama² bisa punya anak buah sendiri
> > > > ato jd boss kecil pemulung juga...
> > > > 
> > > > Penjual sate asal madura...
> > > > pedagang sate yg sudah sukses duluan ngasih modal ke pendatang baru,
> > > > bentuknya bisa gerobak dorong lengkap sate + lontong-nya...
> > > > yg jualannya mangkal sama juga, dimodalin sate+lontongnya, 
> > > > ada kewajiban setor hasil dari penjualan satenya....
> > > > Dari hasil keuntungan.. lama² bisa punya warung sate sendiri...
> > > > Ini udah ada contohnya, tukang sate yg jualan di Panglima Polim,
> > > > tiap malam rame.. gak nyampe jam 10 malam pasti dah habis
> > > > 
> > > > Design graphics...
> > > > emang sih, ama boss nya dikasih computer, machintosh lagi...
> > > > di kantor kerja sbg designer tapi di rumah msh harus nerusin ngedesign
> > > > dgn computer pemberian boss ... karena nguber deadline... 
> > > > 
> > > > kapitalist juga kan ?!
> > > > 
> > > > 
> > > > --- On Mon, 10/25/10, wawan <selarasmilis@> wrote:
> > > > 
> > > > 
> > > > iya betul, kapitalis bukan rampok, penjajah, dan bukan setan
> > > > 
> > > > apabila yang memandang ORANG GOBLOK.
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
> > > > 
> > > > >
> > > > 
> > > > > Kapitalist Bukan Rampok, Penjajah, Dan Bukan Setan !!!
> > > > 
> > > > >  
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > >     
> > > >      
> > > > 
> > > >     
> > > >     
> > > > 
> > > > 
> > > >  
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > >   
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > > 
> > > >       
> > > > 
> > > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > > >
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke