Betul. Tapi kapitalis kan nggak peduli laba itu hasil ngrampok, korupsi, atau menjajah. Semakin kejem & nyusahin orang, kapitalis merasa laba itu hasil "kerja keras" mereka.
Demi laba, segala cara halal. --- "sunny" <am...@...> wrote: > Semua perusahaan membutuhkan laba (profit), masalahnya ialah siapa > memiliki laba tsb., apakah masuk ke kantong beberapa gelintir > manusia atau untuk kepentingan orang banyak. > > > ----- Original Message ----- > From: landak_mini88 > > > Dalam kapitalisme, kelangkaan sengaja diciptakan agar harga bisa > > dipertahankan di suatu level tertentu. Sebab jika satu barang > > sangat berlimpah ruah, tidak ada maknanya lagi menjual barang > > tersebut. Sebagai contoh, pernakah anda membeli sinar matahari, > > atau udara? tentu saja tidak. Mengapa? karena udara dan matahari > > sangat berlimpah ruah dan cukup memenuhi kebutuhan setiap orang. > > Tidak ada lagi ruang untuk "memaksa" orang banyak berbuat sesuatu > > bagi segelintir kaum borjuis. Barang2 seperti minyak bumi yang > > dimusnahkan untuk menjaga level kelangkaan. > > > > Tujuannya: PROFIT ----------> di mana dalam waktu yang lama akan > > menjadi tumpukan uang di perusahaan raksasa. > > > > Sebenarnya peran antagonis dari sistem kapitalis ini bukan lagi > > para kaum borjuis. Tapi, persatuan kaum borjuis yang membentuk > > satu entitas baru yang kita sebut dengan korporasi itu pelakunya, > > dilindungi hukum dan dapat bertindak apa saja atau bahkan > > mempengaruhi regulasi pemerintah. Memiliki otoritas karena > > memiliki gelembung uang rakyat yang banyak, yang dipergunakan > > dengan 1 tujuan yaitu menjadi semakin besar, sebesar mungkin > > (atau istilah yang lebih familiar: mencari profit sebanyak- > > banyaknya).Di saat inilah bahkan seluruh orang borjuis yang > > bersatu tersebut sudah tidak mungkin lagi dapat menghabiskan > > gunungan uang tersebut walaupun mereka beserta seluruh > > keluarganya hidup di rumah yang paling mewah, naik kendaraan yang > > paling mewah, pakai baju desainer yang termahal seumur hidup > > mereka. > > > > Gunungan kapital tersebut berdiri sendiri, makin menggelembung > > sendiri dan TIDAK ADA yang bisa menikmatinya. Ingat, uang > > diciptakan seharusnya untuk menjadi PELAYAN bagi manusia, namun > > sudah berganti peran berbalik memperbudak manusia. Manusia > > bekerja siang dan malam dengan bayaran yang tidak sebanding > > dengan pekerjaan mereka dan selisihnya yang kita sebut dengan > > PROFIT, menggelembung tidak terkira di dalam brankas perusahaan > > raksasa. > > > > Gelembungan uang tersebut tidak terpakai habis lagi oleh si > > empunyanya, sementara banyak orang di luar sana yang membutuhkan > > uang sedikit saja untuk biaya pangan, sandang, rumah, edukasi, > > teknologi paling sederhana seperti peralatan makan, kasur, > > perabotan rumah, atau pengobatan untuk membuat mereka hidup > > selayaknya manusia. > > > > Jadi, mengapa tidak kita pecahkan saja gelembungan uang tersebut > > dan kita bagi-bagikan kepada semua orang? Toh, para pemilik > > perusahaannya sekalipun sudah tidak dapat menghabiskannya. Mereka > > tetap dapat hidup sangat super mewah seumur hidupnya, beserta > > keluarga dan keturunannya bahkan setelah kapital itu hancur dan > > dibagi-bagikan untuk orang banyak. > > > > Ethical issue: > > Kelangkaan dalam sistem kapitalis membuat semua orang menjadi: > > > > 1) Rakus. Bukan salah manusia jika menjadi rakus, karena > > sebenarnya rakus akan sesuatu itu hanya tindakan lanjut atas > > ketakutan manusia menghadapi hidup berkekurangan. > > > > 2) Setiap orang saling membunuh untuk bertahan hidup. Agar tetap > > mendapatkan resources yang selalu tidak pernah cukup, orang > > saling berlomba-lomba. Sifat mengalah sama saja dengan rela mati > > pelan-pelan. > > > > Seharusnya yang perlu diperjuangkan adalah suatu sistem yang > > dapat membuat manusia BEKERJASAMA yang mana tidak dimungkinkan > > dalam sistem kapitalis yang menjaga kelangkaan resources dan > > mengharuskan manusia bergontok-gontokan menjadi yang tertinggi. > > yang mana akan mewujudkan situasi "zero sum game", di mana > > semakin banyak seseorang menguasai resources, maka resources akan > > menjadi semakin langka untuk dimiliki oleh manusia sisanya. Kita > > membutuhkan suatu terobosan dimana setiap orang harus STOP > > berebut, dan penuhi hajat hidup orang banyak, dengan membuat > > resources seperti pangan, edukasi, kesehatan jadi BERLIMPAH- > > LIMPAH. Hal itulah yang membuat saya curiga, solusinya ada pada > > TEKNOLOGI. > > > > Kesimpulan: Kita membutuhkan sistem ekonomi yang menggunakan > > teknologi untuk sebesar-besar kebutuhan manusia bukan untuk > > sebesar-besar penggelembungan kapital > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
