gampang ditebak...
nasib PSSI bakalan mirip TVRI dan Telkom
tivi gw gak ada channel TVRI.. tv swasta dan tv cable lebih edukatif,
telpon rmh gw banyak nganggur.. Hp dan bb lebih mobile pakainya

bentar lagi nonton PSSI gak beda ama nonton bola 'tarkam'



--- On Fri, 1/7/11, ajeg <[email protected]> wrote:


Akhirnya orang-orang Liga Primer Indonesia (LPI) dan 

pendukungnya mulai bicara, bukan saja tenang & jernih, tapi 

juga di jalur yang tepat. Nada geram sudah redam. Hujatan 

yang sampai akhir turnamen AFF masih diarahkan ke PSSI 

sebagai lembaga sudah tidak terdengar. Kalaupun masih ada, 

hujatan lebih terarah ke bandit-bandit pembajak PSSI. 



Tumbuhnya kesadaran bahwa menghujat PSSI adalah salah 

sasaran terbilang sangat cepat dan subur di masyarakat. Ini 

mengharukan, membanggakan, sekaligus membuktikan bahwa 

masyarakat tidak bodoh. Masyarakat hanya butuh masukan yang 

bisa mengingatkan niat dan tujuan awal yaitu menyelamatkan 

persepakbolaan di Indonesia. Bukan mau melumat PSSI sebagai 

lembaga. 



Menyenangkannya lagi, pengurus LPI begitu terampil menghadapi 

ancaman FIFA yang kena hasut oknum-oknum PSSI. Dengan tenang 

LPI mensyukuri adanya ancaman sanksi dari badan dunia itu dan 

malah membalik situasinya menjadi pintu masuk untuk bertemu 

pejabat-pejabat FIFA. Kalau ini terjadi, bukan mustahil meweknya 

oknum PSSI ke FIFA akan menjadi bumerang bagi Nurdin Halid cs. 



Hal lain yang perlu dicatat dari masa pra-LPI ini adalah 

keluarnya pernyataan dari pengurus LPI maupun komentar 

masyarakat yang amat demokratis. Silakan PSSI menggelar Liga 

Supernya dan LPI berjalan sendiri dengan kompetisinya. Jangan 

saling ganggu. Biar masyarakat nanti yang menilai & memilih 

tontonan mana yang mereka suka - tentu saja boleh tidak suka 

dua-duanya. 



Ini berbeda dari sikap oknum PSSI maupun pendukungnya yang 

mengadu ke polisi supaya melarang LPI, mewek ke FIFA, sampai 

berunjukrasa di rumah pelopor LPI, Arifin Panigoro. Sikap 

yang terang-benderang untuk memaksakan kehendak. 



Sampai titik ini tampak bahwa oknum-oknum PSSI sedang menuai 

badai. Baik karena ulah otoriternya sendiri maupun oleh 

kepungan masyarakat serta lembaga-lembaga publik macam KPK, 

ICW, maupun Panja UU Keterbukaan Informasi di DPR. Sedangkan 

LPI, terus melaju menanam benih-benih harapan di masyarakat 

akan kembali hadirnya olahraga bolasepak di Indonesia 

yang hampir 1/4 abad lamanya menjadi hiburan yang menyedihkan - 

ibarat acara hiburan musik di televisi tapi lagu-lagunya 

tentang patah hati melulu. 



Terwujud atau tidaknya harapan itu sangat bergantung pada 

dukungan dan peranserta masyarakat. Tak bisa dipungkiri, 

di tengah menguatnya suara untuk menyelamatkan persepakbolaan 

nasional lewat LPI memang terselip juga harapan masyarakat 

agar PSSI sebagai lembaga milik rakyat ikut terselamatkan. 



Apa pun yang sejauh ini tersaji dalam "drama LPI" yang pasti 

drama itu memberi gambaran tentang sikap masyarakat terhadap 

nasib persepakbolaan Indonesia. Tentang cara masyarakat 

bersikap terhadap Merah-Putih dan lambang Garuda. Bergelora 

tapi juga sejuk, tertib, kendati Firman Utina dkk gagal meraih 

Piala AFF 2010. Sebaliknya, justru aparat keamanan pemerintahlah 

yang menimbulkan suasana genting dengan pengamanan berlebihan 

hanya karena presiden & rombongan ikut nonton. 



Prinsip bernegara yang selalu memakai pendekatan keamanan 

seperti ini sudah harus mulai diobati. Sebab, kalau tidak, bisa 

muncul kolam-kolam renang untuk menampung air pemadam kebakaran 

seperti ketakutan yang diderita si Ketua DPR, Marzuki Alie. 



Lebih penting dari sekedar gambaran, "drama LPI" sebenarnya 

memberi pelajaran tentang mengelola kesumpekan hidup masyarakat. 

Persoalannya, maukah orang-orang terpelajar di pemerintahan 

belajar dari sini. Bahwa rakyat ingin Negara & Bangsa Indonesia 

selamat tanpa bermaksud menghancurkan pemerintahan Indonesia. 

Cukup oknum-oknumnya saja yang disepak keluar. 





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke