Budak seks itu emang halal koq nurut Islam. Al Mukminun 023.006 YUSUFALI: Except with those joined to them in the marriage bond, or (the captives) whom their right hands possess,- for (in their case) they are free from blame,
PICKTHAL: Save from their wives or the (slaves) that their right hands possess, for then they are not blameworthy, SHAKIR: Except before their mates or those whom their right hands possess, for they surely are not blameable, Cuma si cewek soleh dr Kuwait itu ngibul waktu dia bilang budak sexnya itu minimal hrs 15 thn, krn kalo cewek ingusan yg blm mens aja bisa diembat sbg bini, apalagi budak sex. Surat 23 itu berjudul Al Mukminun, orang2 mukmin, menunjukkan betapa bertaqwanya orang2 Islam dgn miara budak dan ngembat budak2 tsb sbg budak sex, hehehe.... ________________________________ From: widura <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, June 11, 2011 10:04:31 AM Subject: Re: [proletar] Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks Parah !!....tidak haram menurut hukum islam, katanya tuh....beuhhh... -----Original Message----- From: "sunny" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 11 Jun 2011 02:32:05 To: <Undisclosed-Recipient> Reply-To: [email protected] Subject: [proletar] Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks http://www.tempointeraktif.com/hg/timteng/2011/06/08/brk,20110608-339481,id.html Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks Rabu, 08 Juni 2011 | 18:27 WIB Salwa al-Mutairi. (dailymail) TEMPO Interaktif, Kuwait City - Boleh jadi politikus perempuan dari Kuwait, Salwa al-Mutairi, paham betul betapa laki-laki kebanyakan memiliki syahwat seksual yang kerap kali tak terbendung. Oleh sebab itu, ia mengusulkan satu resep jitu agar para lelaki di negaranya tidak terjerumus godaan sehingga berzinah dengan pembantu, gadis, atau istri orang. Ia mengatakan para lelaki yang telah menikah harus memelihara budak seks sebagai antisipasi jika istri mereka berhalangan. Ia menegaskan mempunyai budaks seks sama saja dengan mempunyai istri sah. Ia bahkan menyebutkan perempuan-perempuan yang dapat diperdagangkan itu bisa diperoleh dari negara-negara yang sedang berperang, seperti Chechnya. Oleh karena itu, budak seks itu harus berstatus tawanan perang. Dia berdalih dulu orang-orang kaya dibolehkan mempunyai budak, termasuk perempuan yang bisa dijadikan pemuas hawa nafsu. Namun di zaman sekarang, ide itu sangat kontroversial dan dianggap melecehkan kaum hawa. Ia beralasan ketimbang mati sia-sia lantaran kelaparan akibat situasi perang, lebih baik menjadi budak seks dengan hidup terjamin dan aman. "Tidak ada yang memalukan dan (budak seks) ini tidak haram menurut hukum Islam," kata Salwa beralasan. Ia pun menuduh secara sepihak bahwa para pemimpin yang hidup di abad ke-8 bahkan ada yang memelihara 2.000 budak seks. Meski begitu, ia mensyaratkan umur minimal perempuan yang bisa dijadikan pemuas nasfu adalah 15 tahun. Ia pun mengusulkan agar perdagangan budak seks itu dilegalkan seperti perdagangan pembantu rumah tangga. Salwa mengklaim idenya itu mendapat dukungan dari sejumlah mufti di Arab Saudi. "Mereka bilang (memelihara budak seks) itu benar. Itu satu-satunya solusi bagi seorang pria layak yang memiliki kekayaan, nafsu seks luar biasa, dan tidak ingin berbuat zina," ujarnya. Ide itu bertentangan dengan ajaran Islam. Saat Islam datang, saat itu budaya Arab memang masih diwarnai perbudakan. Untuk menghapuskan perbudakan itulah, maka dibolehkan majikan menikahi budaknya. Bila sudah dinikahi, maka status sang budak menjadi orang merdeka. DAILY MAIL/FAISAL ASSEGAF [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
