Memang banyak salah kaprah tentang ajaran Islam. M. Ghazali, ahli tafsir dan prof. di Al azhar, dalam bukunya yg terkenal sekitar tahun 2000an misalnya menyebutkan ucapan2 dari orang2 yg baru belajar agama tapi sudah berani menyebut dirinya ahli agama lalu menafsirkan seenaknya ajaran islam, itulah yg ikut membuat citra islam jelek. Tentu saja, juga upaya2 busuk yg dilakukan org2 tertentu diluar islam yg memang secara sistematis tidak senang dengan islam.
--- Pada Sab, 11/6/11, sunny <[email protected]> menulis: Dari: sunny <[email protected]> Judul: [proletar] Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 11 Juni, 2011, 7:32 AM http://www.tempointeraktif.com/hg/timteng/2011/06/08/brk,20110608-339481,id.html Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks Rabu, 08 Juni 2011 | 18:27 WIB Salwa al-Mutairi. (dailymail) TEMPO Interaktif, Kuwait City - Boleh jadi politikus perempuan dari Kuwait, Salwa al-Mutairi, paham betul betapa laki-laki kebanyakan memiliki syahwat seksual yang kerap kali tak terbendung. Oleh sebab itu, ia mengusulkan satu resep jitu agar para lelaki di negaranya tidak terjerumus godaan sehingga berzinah dengan pembantu, gadis, atau istri orang. Ia mengatakan para lelaki yang telah menikah harus memelihara budak seks sebagai antisipasi jika istri mereka berhalangan. Ia menegaskan mempunyai budaks seks sama saja dengan mempunyai istri sah. Ia bahkan menyebutkan perempuan-perempuan yang dapat diperdagangkan itu bisa diperoleh dari negara-negara yang sedang berperang, seperti Chechnya. Oleh karena itu, budak seks itu harus berstatus tawanan perang. Dia berdalih dulu orang-orang kaya dibolehkan mempunyai budak, termasuk perempuan yang bisa dijadikan pemuas hawa nafsu. Namun di zaman sekarang, ide itu sangat kontroversial dan dianggap melecehkan kaum hawa. Ia beralasan ketimbang mati sia-sia lantaran kelaparan akibat situasi perang, lebih baik menjadi budak seks dengan hidup terjamin dan aman. "Tidak ada yang memalukan dan (budak seks) ini tidak haram menurut hukum Islam," kata Salwa beralasan. Ia pun menuduh secara sepihak bahwa para pemimpin yang hidup di abad ke-8 bahkan ada yang memelihara 2.000 budak seks. Meski begitu, ia mensyaratkan umur minimal perempuan yang bisa dijadikan pemuas nasfu adalah 15 tahun. Ia pun mengusulkan agar perdagangan budak seks itu dilegalkan seperti perdagangan pembantu rumah tangga. Salwa mengklaim idenya itu mendapat dukungan dari sejumlah mufti di Arab Saudi. "Mereka bilang (memelihara budak seks) itu benar. Itu satu-satunya solusi bagi seorang pria layak yang memiliki kekayaan, nafsu seks luar biasa, dan tidak ingin berbuat zina," ujarnya. Ide itu bertentangan dengan ajaran Islam. Saat Islam datang, saat itu budaya Arab memang masih diwarnai perbudakan. Untuk menghapuskan perbudakan itulah, maka dibolehkan majikan menikahi budaknya. Bila sudah dinikahi, maka status sang budak menjadi orang merdeka. DAILY MAIL/FAISAL ASSEGAF [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
