Yg suka nafsir Islam seenaknya padahal bukan ahli agama itu kan banyak di milis 
ini, yaitu orang2 Islam sendiri.

Apa yg dibilang oleh si cewek Kkuwait itu sangat sesuai dgn 23:6 yg gua posting 
lagi.

23:6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki  
[995]; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. [995].  Maksudnya: 
budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang  kafir, bukan 
budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam  peperangan dengan 
orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan  biasanya dibagi-bagikan 
kepada kaum Muslimin yang ikut dalam peperangan  itu, dan kebiasan ini bukanlah 
suatu yang diwajibkan. Imam boleh  melarang kebiasaan ini lihat selanjutnya 
not. 
282.

Hihih.... kalo gua udah ngeluarin ayat Quran dan hadis, biasanya orang Islam pd 
ngilang.





________________________________
From: sunny <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, June 13, 2011 4:52:06 PM
Subject: Re: [proletar] Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks

   
Itu tugasmu untuk membetulakn.

----- Original Message ----- 
From: PAREWA 
To: [email protected] 
Sent: Monday, June 13, 2011 6:58 AM
Subject: Bls: [proletar] Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks

Memang banyak salah kaprah tentang ajaran Islam. M. Ghazali, ahli tafsir dan 
prof. di Al azhar, dalam bukunya yg terkenal sekitar tahun 2000an misalnya 
menyebutkan ucapan2 dari orang2 yg baru belajar agama tapi sudah berani 
menyebut 
dirinya ahli agama lalu menafsirkan seenaknya ajaran islam, itulah yg ikut 
membuat citra islam jelek. Tentu saja, juga upaya2 busuk yg dilakukan org2 
tertentu diluar islam yg memang secara sistematis tidak senang dengan islam. 


--- Pada Sab, 11/6/11, sunny <[email protected]> menulis:

Dari: sunny <[email protected]>
Judul: [proletar] Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 11 Juni, 2011, 7:32 AM

http://www.tempointeraktif.com/hg/timteng/2011/06/08/brk,20110608-339481,id.html

Politikus Kuwait: Cegah Zina, Peliharalah Budak Seks 

Rabu, 08 Juni 2011 | 18:27 WIB

Salwa al-Mutairi. (dailymail)

TEMPO Interaktif, Kuwait City - Boleh jadi politikus perempuan dari Kuwait, 
Salwa al-Mutairi, paham betul betapa laki-laki kebanyakan memiliki syahwat 
seksual yang kerap kali tak terbendung. Oleh sebab itu, ia mengusulkan satu 
resep jitu agar para lelaki di negaranya tidak terjerumus godaan sehingga 
berzinah dengan pembantu, gadis, atau istri orang. 


Ia mengatakan para lelaki yang telah menikah harus memelihara budak seks 
sebagai 
antisipasi jika istri mereka berhalangan. Ia menegaskan mempunyai budaks seks 
sama saja dengan mempunyai istri sah. Ia bahkan menyebutkan perempuan-perempuan 
yang dapat diperdagangkan itu bisa diperoleh dari negara-negara yang sedang 
berperang, seperti Chechnya. Oleh karena itu, budak seks itu harus berstatus 
tawanan perang. 


Dia berdalih dulu orang-orang kaya dibolehkan mempunyai budak, termasuk 
perempuan yang bisa dijadikan pemuas hawa nafsu. Namun di zaman sekarang, ide 
itu sangat kontroversial dan dianggap melecehkan kaum hawa. 


Ia beralasan ketimbang mati sia-sia lantaran kelaparan akibat situasi perang, 
lebih baik menjadi budak seks dengan hidup terjamin dan aman. "Tidak ada yang 
memalukan dan (budak seks) ini tidak haram menurut hukum Islam," kata Salwa 
beralasan. Ia pun menuduh secara sepihak bahwa para pemimpin yang hidup di abad 
ke-8 bahkan ada yang memelihara 2.000 budak seks. 


Meski begitu, ia mensyaratkan umur minimal perempuan yang bisa dijadikan pemuas 
nasfu adalah 15 tahun. Ia pun mengusulkan agar perdagangan budak seks itu 
dilegalkan seperti perdagangan pembantu rumah tangga. 


Salwa mengklaim idenya itu mendapat dukungan dari sejumlah mufti di Arab Saudi. 
"Mereka bilang (memelihara budak seks) itu benar. Itu satu-satunya solusi bagi 
seorang pria layak yang memiliki kekayaan, nafsu seks luar biasa, dan tidak 
ingin berbuat zina," ujarnya. 


Ide itu bertentangan dengan ajaran Islam. Saat Islam datang, saat itu budaya 
Arab memang masih diwarnai perbudakan. Untuk menghapuskan perbudakan itulah, 
maka dibolehkan majikan menikahi budaknya. Bila sudah dinikahi, maka status 
sang 
budak menjadi orang merdeka. 


DAILY MAIL/FAISAL ASSEGAF

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke