Kalau gereja mengumpulkan uang yang kalau saya tak keliru  di Indonesia disebut 
koletke. Uang ini dipungut pada hari atau jam kebaktian agama dilakukan. 
Pemberiannya atas dasar sukarela, mau kasi boleh tidak kasi juga  tidak 
apa-apa..

Ada gereja yang mewajibkan umatnya membayar 10% dari pendapatan (gaji) yang 
diterima. Gereja-gereja ini antara lain adalah sekte Mormon, Baptis. 

Kalau di Swedia ada juga pajak gereja adalah 0,99% dari pendapatan. 

Menurut keterangan uang-uang ini  yang diperoleh gereja adalah untuk 
pemeliharaan banguanan gereja dan gaji-gaji pegawainya, disamping memberikan 
bantuan kepada  yang berkekurangan  baik dalam negeri maupun luarnegeri. 

Selain itu pajak dan sumbangan sukarela ada juga berbagai usaha untuk 
mengumpulkan uang, misalnya pasar loak tiap hari sabtu atau toko-toko tertentu 
yang menjual barang-barang bekas atau barang-barang yang disumbangkan oleh 
perusahaan. Pendapatannya untuk gereja.



  ----- Original Message ----- 
  From: Teddy S. 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, June 19, 2011 10:17 AM
  Subject: [proletar] Re: krisis kepercayaan


    
  Baru tahu kalau fihak gereja memungut lagi pajak bagi umatnya di Jerman. 
Setahu saya di Indonesia salah satunya gereja Bethany yang suka mengumbar 
permohonan (bahkan konon juga dilakukan di Sydney) perpuluhan yang sifatnya 
suka rela.

  Kebalikannya dengan di Australia di mana sumbangan bersifat suka rela dan 
jika besarnya > A$ 2, maka berhak untuk meminta tanda terima yang nantinya bisa 
dipakai untuk meringankan pajak.

  --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
  >
  > 
  > Peristiwanya sudah saya singgung beberapa tahun lalu, 
  > dan bagus sekali Kompas mengangkatnya lagi untuk 
  > memperjelas kekacauan sosial yang sedang melanda Eropa 
  > pada khususnya dan Barat pada umumnya yaitu krisis 
  > kepercayaan bahkan pada lembaga-lembaga yang selama ini 
  > mereka terima sebagai perwakilan tuhan di dunia. 
  > 
  > 
  > - 
  > 
  > Kompas Minggu 19 Juni 2011
  > 
  > Steffi Graf 
  > Meninggalkan Gereja Karena Pajak 
  > 
  > Ketika bintang tenis Steffi Graf meninggalkan gereja Katolik Romawi - 
  > agama yang dianut dirinya dan keluarga besar Peter Graf pada pertengahan 
tahun 1997 - publik Jerman yang mayoritas Katolik terguncang. 
  > 
  > Masyarakat Jerman waktu itu dihadapkan pada tanda tanya: apakah Steffi - 
yang sepak terjangnya di dunia tenis ataupun kehidupan pribadinya nyaris tanpa 
cela dan bahkan jadi idola seluruh rakyat Jerman pada tahun 1990-an - 
meninggalkan gerejanya lantaran alasan keyakinan atau menghindar dari pajak? 
  > 
  > Padahal, dalam setiap wawancara di berbagai media massa sebelumnya, Steffi 
selalu mengaku, "Saya penganut Katolik dan rutin melakukan doa setiap hari." 
  > 
  > Jerman semenjak "Republik Weimar" (nama Republik Weimar digunakan para ahli 
sejarah Jerman untuk menamakan Republik Parlementer Jerman yang didirikan pada 
tahun 1919 guna menggantikan imperium lama Jerman. Tempat konstitusi dicetuskan 
adalah di kota Weimar), menerapkan peraturan bahwa setiap anggota gereja yang 
tercatat di Jerman dikenai pajak khusus oleh pemerintah setempat untuk mendanai 
gereja-gereja serta segenap pelayanan sosial gereja. Hal itu termasuk membiayai 
kehidupan para pastor dan rohaniwannya. 
  > 
  > Di Jerman, pajak gereja 8-9 persen dari keseluruhan pajak individual 
anggota gereja, dan tentu hal itu berkaitan langsung dengan penghasilan bulanan 
anggotanya. 
  > 
  > Hanya anggota-anggota agama minoritas di Jerman, seperti Islam, atau agama 
yang tak diakui secara resmi, seperti aliran Kristen Kesaksian Jehovah atau 
Scientology, tak dikenai kewajiban pajak seperti itu. 
  > 
  > Untuk menghentikan agar Steffi tak terkena pajak gereja, ia harus mengisi 
formulir resmi yang menerangkan bahwa dirinya sungguh-sungguh sudah "bercerai" 
dengan Gereja Katolik. Proses legal yang sama juga dilakukan bagi para pemeluk 
agama Kristen Lutheran ataupun agama Yahudi. 
  > 
  > Radio di Jerman waktu itu memberitakan, Steffi Graf "berutang" kepada pihak 
gereja senilai 280.000 dollar (Rp 2,8 miliar) berupa "pajak gereja yang belum 
ia bayar". Ketika gereja (Katolik Jerman) menolak memberikan keringanan kepada 
bintang tenis top itu, Steffi pun "meninggalkan gereja".
  > 
  > Meski demikian, dalam setiap wawancaranya Steffi selalu membantah bahwa 
keputusannya meninggalkan gereja Katolik di Jerman itu lantaran persoalan pajak 
gereja. 
  > 
  > "Keputusan saya berdasarkan alasan pribadi dan mohon dihormati alasan 
pribadi saya itu," ungkapnya dalam sebuah pernyataan resmi yang diungkapkan 
Asosiasi Tenis Wanita (WTA) kepada pers. 
  > 
  > Selain "dililit" pajak gereja, keluarga Steffi juga dirundung pelanggaran 
pajak yang lain. Ayahnya, Peter Graf, baru terbebas dari penjara akhir April 
1998 setelah menjalani separuh masa hukuman penjaranya yang tiga tahun sembilan 
bulan atas tindak penghindaran pajak senilai 6,55 juta dollar (Rp 6,5 triliun 
lebih) dari penghasilan tenis anaknya. Peter, yang mendapat keringanan hukuman, 
juga manajer Steffi. 
  > 
  > Kasus Steffi Graf di Jerman hanyalah satu dari sekian banyak kasus di 
antara anggota gereja Eropa dan gerejanya, yang berakhir dengan "perceraian" 
sebagai anggota gereja lantaran kasus pajak gereja. (SHA)
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke