Bukan memungut 'lagi' tapi memang belum pernah dihapus 
dari konstitusi mereka. Artinya, hanya orang bodohlah yang 
gemborang bilang Barat (khususnya Eropa) memisahkan agama 
dari urusan negara. 

Sudah agak lama masyarakat di sana bimbang akan hal ini yang 
pada gilirannya berpengaruh pada ketaatan beragama mereka. 
Jangankan untuk menjadi umat saleh yang rajin berdoa, untuk 
tetap bertahan dalam agamanya saja mereka bimbang. 

Bukan cuma kalangan Kristen Demokrat Jerman & Kristen Demokrat 
Belanda saja yang punya masalah serius soal pemisahan agama 
dari negara, tapi hampir seluruh Eropa daratan bahkan kepulauan 
Inggris pun seperti dihadapkan pada buah simalakama. Melepas 
agama dari partai berarti mengurangi atau menghilangkan dukungan 
umat; sementara melepas negara berarti menjadi partai bodong yang 
hidupnya hanya mengandalkan ecclesiastic tax ini. 

Untunglah ada agama lain yang dijadikan pembelok isu. Sehingga 
ancaman terhadap eksistensi para politikus berkedok agama itu 
beralih ke isu xenophobia yang menyeret-nyeret persoalan agama. 

Itulah poin yang ingin diangkat Kompas dalam rubrik Internasional 
hari ini bahwa kemelut sosial yang melanda Eropa (dan Barat) 
dewasa ini bukanlah soal benturan agama, melainkan ulah 
segelintir penipu yang menunggangi agama untuk keuntungannya 
sendiri. 

--- "Teddy S." <teddyr@...> wrote:

> Baru tahu kalau fihak gereja memungut lagi pajak bagi umatnya di 
> Jerman. Setahu saya di Indonesia salah satunya gereja Bethany yang 
> suka mengumbar permohonan (bahkan konon juga dilakukan di Sydney) 
> perpuluhan yang sifatnya suka rela.
> 
> Kebalikannya dengan di Australia di mana sumbangan bersifat suka 
> rela dan jika besarnya > A$ 2, maka berhak untuk meminta tanda 
> terima yang nantinya bisa dipakai untuk meringankan pajak.
> 
> 
> --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
> 
> > Peristiwanya sudah saya singgung beberapa tahun lalu, 
> > dan bagus sekali Kompas mengangkatnya lagi untuk 
> > memperjelas kekacauan sosial yang sedang melanda Eropa 
> > pada khususnya dan Barat pada umumnya yaitu krisis 
> > kepercayaan bahkan pada lembaga-lembaga yang selama ini 
> > mereka terima sebagai perwakilan tuhan di dunia. 
> > 
> > 
> > - 
> > 
> > Kompas Minggu 19 Juni 2011
> > 
> > Steffi Graf 
> > Meninggalkan Gereja Karena Pajak 
> > 
> > Ketika bintang tenis Steffi Graf meninggalkan gereja Katolik 
> > Romawi - agama yang dianut dirinya dan keluarga besar Peter Graf 
> > pada pertengahan tahun 1997 - publik Jerman yang mayoritas 
> > Katolik terguncang. 
> > 
> > Masyarakat Jerman waktu itu dihadapkan pada tanda tanya: apakah 
> > Steffi - yang sepak terjangnya di dunia tenis ataupun kehidupan 
> > pribadinya nyaris tanpa cela dan bahkan jadi idola seluruh rakyat 
> > Jerman pada tahun 1990-an - meninggalkan gerejanya lantaran 
> > alasan keyakinan atau menghindar dari pajak? 
> > 
> > Padahal, dalam setiap wawancara di berbagai media massa 
> > sebelumnya, Steffi selalu mengaku, "Saya penganut Katolik dan 
> > rutin melakukan doa setiap hari." 
> > 
> > Jerman semenjak "Republik Weimar" (nama Republik Weimar digunakan 
> > para ahli sejarah Jerman untuk menamakan Republik Parlementer 
> > Jerman yang didirikan pada tahun 1919 guna menggantikan imperium 
> > lama Jerman. Tempat konstitusi dicetuskan adalah di kota Weimar), 
> > menerapkan peraturan bahwa setiap anggota gereja yang tercatat di 
> > Jerman dikenai pajak khusus oleh pemerintah setempat untuk 
> > mendanai gereja-gereja serta segenap pelayanan sosial gereja. Hal 
> > itu termasuk membiayai kehidupan para pastor dan rohaniwannya. 
> > 
> > Di Jerman, pajak gereja 8-9 persen dari keseluruhan pajak 
> > individual anggota gereja, dan tentu hal itu berkaitan langsung 
> > dengan penghasilan bulanan anggotanya. 
> > 
> > Hanya anggota-anggota agama minoritas di Jerman, seperti Islam, 
> > atau agama yang tak diakui secara resmi, seperti aliran Kristen 
> > Kesaksian Jehovah atau Scientology, tak dikenai kewajiban pajak 
> > seperti itu. 
> > 
> > Untuk menghentikan agar Steffi tak terkena pajak gereja, ia harus 
> > mengisi formulir resmi yang menerangkan bahwa dirinya sungguh-
> > sungguh sudah "bercerai" dengan Gereja Katolik. Proses legal yang 
> > sama juga dilakukan bagi para pemeluk agama Kristen Lutheran 
> > ataupun agama Yahudi. 
> > 
> > Radio di Jerman waktu itu memberitakan, Steffi Graf "berutang" 
> > kepada pihak gereja senilai 280.000 dollar (Rp 2,8 miliar) berupa 
> > "pajak gereja yang belum ia bayar". Ketika gereja (Katolik 
> > Jerman) menolak memberikan keringanan kepada bintang tenis top 
> > itu, Steffi pun "meninggalkan gereja".
> > 
> > Meski demikian, dalam setiap wawancaranya Steffi selalu membantah 
> > bahwa keputusannya meninggalkan gereja Katolik di Jerman itu 
> > lantaran persoalan pajak gereja. 
> > 
> > "Keputusan saya berdasarkan alasan pribadi dan mohon dihormati 
> > alasan pribadi saya itu," ungkapnya dalam sebuah pernyataan resmi 
> > yang diungkapkan Asosiasi Tenis Wanita (WTA) kepada pers. 
> > 
> > Selain "dililit" pajak gereja, keluarga Steffi juga dirundung 
> > pelanggaran pajak yang lain. Ayahnya, Peter Graf, baru terbebas 
> > dari penjara akhir April 1998 setelah menjalani separuh masa 
> > hukuman penjaranya yang tiga tahun sembilan bulan atas tindak 
> > penghindaran pajak senilai 6,55 juta dollar (Rp 6,5 triliun 
> > lebih) dari penghasilan tenis anaknya. Peter, yang mendapat 
> > keringanan hukuman, juga manajer Steffi. 
> > 
> > Kasus Steffi Graf di Jerman hanyalah satu dari sekian banyak 
> > kasus di antara anggota gereja Eropa dan gerejanya, yang berakhir 
> > dengan "perceraian" sebagai anggota gereja lantaran kasus pajak 
> > gereja. (SHA)
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke