Pemisahan itu sangat dimungkinkan dan sudah ada rumusannya. Yaitu, Pancasila. Makanya jadi aneh kalau Eropa yang katanya maju (dan sudah menerapkan "Pancasila") justru kesulitan memisahkan urusan agama dari negara.
Terlalu terburu-buru kalau bilang Pancasila tidak memisahkan negara dari agama. Salah besar. Sebab Pancasila tidak mengandung agama apa pun selain 'ketuhanan', yang merupakan konsep tentang kekuasaan di luar makhluk & sangat berpengaruh pada alam semesta. Juga ahistoris, sebab ada 3 makhluk (tokoh dari ideologi masing- masing) yang bukan cuma menerima tetapi bahkan bersama-sama membela Pancasila sebagai ideologi negara, yakni M Natsir, IJ Kasimo, dan DN Aidit. Ketiganya jelas berbeda paham satu sama lain, dan mereka bisa sama-sama bertentangan dengan Soekarno, tetapi toh Pancasila menjadi titik-temu dari perbedaan paham di antara mereka. Aneh kalau baru sekarang para "liberalis Indonesia" (siapa itu?) mau memisahkan urusan agama dari negara. Dibanding kegagalan Barat, maka Pancasila itu sendiri sesungguhnya sudah liberal dan genuine karena digali dan dirumuskan dari pandangan hidup masyarakat sendiri, bukan tiru-tiru Eropa, Amerika, Russia, apalagi Inggris. Kondisi di Indonesia tidak bisa disamakan atau dibandingkan dengan negara mana pun. Bisa lebih liberal lagi dari Pancasila? Silakan saja. Tebakan saya paling cuma meniru negara lain lalu beralih ke "tuhan" materialisme. --- "wawan" <selarasmilis@...> wrote: > misalkan memang orang bodoh yang gemborang bilang barat (khususnya > eropa) memisahkan agama dari urusan negara, > > itu tidak berarti menghentikan niat para liberalis disini untuk > memisahkan agama dari urusan negara... > > andaikata memang eropa gagal memisahkan agama dari urusan negara, > itu tidak berarti menghentikan langkah para liberalis disini untuk > memisahkan agama dari urusan negara... > > saya punya pengetahuan sendiri, saya punya argumen sendiri mengapa > agama harus dipisahkan dari negara, dan tidak perlu mencontoh > eropa... > > para liberalis disini punya jalan sendiri :P > > --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Bukan memungut 'lagi' tapi memang belum pernah dihapus > > dari konstitusi mereka. Artinya, hanya orang bodohlah yang > > gemborang bilang Barat (khususnya Eropa) memisahkan agama > > dari urusan negara. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
