temabu ! Kau ini GOBLOKNYA dipamerin sih !?
apa hybyngannya wargaketurunan dengan NASIONALISASI !?


--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Hehehe... waktu nasionalisasi di thn 1950an, warga keturunan diserang. Di thn 
> 1965-66, warga keturunan jg diserang. Thn 1971 waktu Malari, warga keturunan 
> diserang lagi. Thn 80an rusuh di Solo, kandang si Abu Bakar Basyir, warga 
> keturunan diserang. Thn 1998, warga keturunan lagi diserang.
> 
> Mau nyalahin PKI? Hehehe... yg nyerang itu udah pasti orang Islam.
> 
> 
> 
> 
> >________________________________
> >From: Abbas <abas_amin08@...>
> >To: [email protected]
> >Sent: Tuesday, July 5, 2011 11:51 AM
> >Subject: [proletar] Re: Ribuan Karyawan Freeport Mogok Kerja  + Indonesian 
> >workers strike at Freeport mine
> >
> >
> >  
> >Dan tahukah anda ? Siapakah pemimpin  dari Nasionalisasi itu ?
> >Tak lain dan tak bukan hanyalah    P K I !!!!!
> >
> >--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
> >>
> >> 
> >> 
> >> > item abu <itemabu@> wrote:
> >> > Freeport itu nyolong emas secara
> >> > besar2an selama puluhan thn.
> >> > Anehnya, ga pernah diusut. Apa
> >> > pemerintah NKRI itu begitu
> >> > dungunya?
> >> 
> >> Jauh sebelum RI terbentuk, jauh sebelum Irian Barat dicaplok Sukarno 
> >> menjadi wilayah Indonesia, Freeport itu sudah menjadi tanah milik 
> >> perusahaan2 Belanda yang kemudian dijual ke pengusaha Amerika.
> >> 
> >> Jadi Freeport itu sudah ada sebelum ada RI.
> >> 
> >> Yang anda harus pahami adalah proses terbentuknya RI dan proses diakuinya 
> >> RI ini yang melalui berbagai perundingan yang isinya untuk melindungi hak 
> >> milik swasta dan pribadi diwilayah yang akan dibentuk sebuah negara baru.  
> >> Jadi negara baru berkewajiban untuk tetap melindungi hak milik penduduk 
> >> pribadi maupun swasta-nya dimana tanah milik maupun tanah garapan penduduk 
> >> dan swasta tidak boleh digaruk menjadi milik pemerintahan yang baru.
> >> 
> >> RI telah menanda tangani untuk menghormati semua hak milik, meskipun 
> >> kemudian terbukti RI melanggar semua perjanjian yang ditanda tanganinya, 
> >> misalnya tanah penduduk yang sudah turun temurun dirampas pemerintah tanpa 
> >> uang ganti rugi.  Perusahaan2 swasta kemudian dirampok dengan istilah 
> >> nasionalisasi.
> >> 
> >> Demikianlah secara singkat, Freeport dizaman Suharto dijadikan rebutan 
> >> antar pejabat yang mengatas namakan perusahaan2 swasta baru untuk bisa 
> >> dipilih menjadi koalisi pengusaha pemilik Freeport yang aseli.
> >> 
> >> Jadi dizaman sebelum merdeka pak Marhaen memiliki sebidang tanah resmi 
> >> yang lengkap dengan surat2nya yang disyahkan pemerintah Belanda, kemudian 
> >> oleh pemerintah RI yang baru tanah pak Marhaen dianggap belum syah karena 
> >> surat2 tanah kepemilikan pak Marhaen itu dinamakannya "girik" yang harus 
> >> diganti dengan "surat tanah RI".  Dan untuk mengubah surat girik pak 
> >> Marhaen menjadi surat tanah RI, diharuskan menyerahkan surat girik itu ke 
> >> departement pertanahan untuk di proses selama ber-tahun2 yang akhirnya 
> >> surat girik itu dinyatakan hilang dan surat tanahnya tidak bisa 
> >> dikeluarkan dan syahlah tanah tsb bukanlagi menjadi tanah milik pak 
> >> Marhaen tetapi tanah milik pemerintah.
> >> 
> >> Pak Marhaen hanyalah satu contoh korban orang kecil yang tidak mengalami 
> >> nasib seperti "Freeport" yang terkait dengan tanah milik orang asing, juga 
> >> menyangkut usaha swasta milik orang asing dari negara superpower sehingga 
> >> tidak bisa di "Marhaen" kan.
> >> 
> >> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >>
> >
> >
> > 
> >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke